( Antologi Puisi ) Catatan Kecil untuk Pernikahan Kita

00.52 Ivonie Zahra 6 Comments


Halo apakabar teman, para peserta lomba Wedding Poetry? Maaf saya baru bisa kembali beraktifitas, terutama di dunia maya. Mengingat kemarin sibuk persiapan pernikahan dan pasca menikah langsung hamil. Cuma jeda sebulan dari bulan pernikahan.
Dan sekarang saya bawa kabar baik, guna menindaklanjuti naskah peserta. Insya Allah akan saya bukukan dalam waktu dekat. Akantetapi ada beberapa ketentuan sebagai berikut :

6 comments:

Kado Untuk Nisa

02.13 Ivonie Zahra 0 Comments

Beranda rumah sederhana. Seorang gadis kecil sedang duduk sambil memegang sebuah buku. Ibunya menunggui disampingnya. Tampak penuh kasih membelai rambut anak perempuannya. Sesekali terdengar percakapan antara keduanya.
“Bu, aku rindu nenek.” Ucapnya memandang perempuan di sampingnya yang terbiasa di panggil Ibu Dian.
“Insya Allah, kita pasti bisa menjenguk nenek, sayang.” Ibunya menjawab bijak meyakinkan keluhan permata hatinya.
“Kapan, Bu?”
“Nanti ya, nak. Menunggu ayah punya cukup uang untuk menjenguk nenek.” Sahut Ibunya lembut. Aini, gadis bermata bening itu pun mengangguk mengerti. Aini tak pernah memaksa orang tuanya untuk menuruti semua keinginanya, meski ia anak tunggal.

0 comments:

Soto Banjar Limau Kuit

20.00 Ivonie Zahra 8 Comments


Saat mencoba resep ini, status saya sebagai anak kost-an. maklum, ceritanya lagi merantau di Yogyakarta. Pas libur kerja, saya sempatkan untuk belajar memasak soto Banjar. So, selepas beberes kamar kost saya dan mbak Winda ngibrit ke supermarket beli bahannya. Dengan bekal secarik kertas berisi rincian bahan dan bumbu rempah. Gara-gara kepengen bisa bikin, bela-belain nguras atm hohoho
Kapan hari khan sudah nyari-nyari resep di mbah google dan banyak variasi serta bumbunya.
Jadi ini sudah saya improvisasi dan ada 2 bumbu rempah yang gak saya pake :D

8 comments:

Sepenggal Mimpi

12.10 Ivonie Zahra 0 Comments

Sedetik kian berlalu
Semenit menatap layu
Sejam penuh ragu
Sehari mencari arti
Sebulan mengasah hati
Setahun menanti janji
Waktu kian berlompatan
Bermakna dan berirama
Sepenggal mimpi mengurai kehidupan
Kapan akan tiba pastinya
Namun riak hati menahan
Tertutupi rasa malu berpeluh
Mengharap mimpi tentang esok
Akhiran nyata dalam bahagia

 Hong Kong, 10 Desember 2008

0 comments:

Embun yang Tak Konsisten

10.00 Ivonie Zahra 0 Comments


Aku menatap rentetan garis-garis itu tepat di sebelah tempat duduk. Ada ribuan barisan yang tertata rapi dan sempurna.
"Tapi kamu berbohong dengan tatapanmu,embun?" menggaung tepat ditelingaku. Sedang waktu kian menjajah keadaan.Menyeret2 kenangan yang masih tersemat di pojokkan ruang.
"Jangan...jangan katakan itu padaku, aku masih ingin selalu ada bersamanya." pembelaan yang tak kalah sengit.

0 comments:

Bingkisan Biru

07.14 Ivonie Zahra 0 Comments




Udara di luaran sangat panas. Debu berterbangan membuatku tak nyaman. Beberapa kali aku sempat terbatuk. Aku ingin segera sampai di rumah. Tadi suasana di sekolah pun sempat membuatku sebal. Rine mengacuhkanku sepanjang jam pelajaran. Aku sendiri tak tahu apa salahku. Rine pun tak sekalipun mau mengatakannya padaku. Aku pun cuek saja terhadap sikapnya yang mendadak berubah.

0 comments:

Perempuan dan Ragam Kehidupan

22.42 Ivonie Zahra 0 Comments



            Judul Buku      : Rindu Rumpun Ilalang
Penulis             : Nailiya Nikmah JKF
Cetakan            : Pertama, Juli 2010
Penerbit            : Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Banjarmasin
Tebal Buku       : v + 94 Halaman
Berbicara mengenai perempuan, apa yang ada di benak kita? Sosok yang lemah lembut, ringkih dan berkutat dengan kehidupannya di rumah. Namun dengan membaca kumpulan cerpen Nailiya. Kita dapat menemukan ragam kehidupan seorang perempuan. Beragam cerita disajikan dengan penokohan yang baik dan ending penuh kejutan.

0 comments: