Cuti Ngeblog Karena Hamil

01.02 Ivonie Zahra 4 Comments





Bismillahirohmaniirohim.

Sebulan sudah saya tidak ngeblog, terakhir kali ngeblog ketika ikutan lomba blog Cerita di Balik Blog yang diadakan Mbak Uniek Kaswarganti. Sebenarnya tangan ini sudah gatel ingin menuliskan segala ide dan perasaan di hati namun apalah daya, fisik saya tidak mendukung. Jangankan ngeblog, sekedar bangun di pagi hari saja terasa susah. Badan ini selalu pegal-pegal semua rasanya. Apalagi kalau harus duduk lama menatap komputer, mata saya tidak mau diajak kompromi. Eh tapi kalau saya nonton serial drama Turki dan India kok tahan ya hehehe

4 comments:

Jungkir Balik Membangun Blog Dapur Ivonie Dan Aura Biru

09.09 Ivonie Zahra 17 Comments



Perkenalan saya pada dunia blog, berawal menjadi tenaga kerja wanita di Hong Kong. Itupun tadinya sama sekali gak melek mengenai internet. Beruntung ada teman yang mengajak saya main-main ke warnet sehabis pulang liburan tia hari Minggu. Tidak murni langsung blog sih, tetapi main chatting terus merambah dunia blog begitu saya ketagihan online hehe

17 comments:

Mie Cobek, Mie dengan Sambal dan Wadah Cobek Khas Malang

03.05 Ivonie Zahra 9 Comments



Saat ini perkembangan kuliner di Malang sangat pesat. Terbukti dengan banyaknya restoran dan kafe baru. Baik di area Malang kota maupun pinggiran. Setiap resto maupun kafe memiliki cirri khas tersendiri. Baik gaya modern maupun tradisional. Misalnya resto Mie Cobek Khas Malang yang ada di Jalan Kawi Atas.



9 comments:

Food Photographer, Why Not?

07.11 Ivonie Zahra 10 Comments



Judul Buku : Becomig A Food Photographer
Penulis        : Riana Ambarsari
Penerbit      : PT Elex Media Komputindo
Cetakan       : Pertama 2015
Tebal            : 117 halaman
Harga           : Rp. 69.800


Food Photographer, why not?
Begitulah yang ada dipikiran saya saat ini. Hobi dalam bidang fotografi memang sudah lama saya geluti. Hanya saja tidak seintens saat ini, terutama fotografi makanan. Banyak orang menyukai fotografi, baik sekedar hobi saja atau yang memang serius sebagai dunia kerja. Akan tetapi itu fotografi yang objeknya lebih ke umum.

10 comments:

Meet Up Ke - 7 Kompakers Malang

10.20 Ivonie Zahra 7 Comments



Apa jadinya kalau para perempuan gemar memotret? Pasti seru ya. Semenjak aktif di Instagram, saya tertarik untuk bergabung dalam sebuah komunitas pecinta fotografi. Setiap hari ada tema foto yang sudah ditentukan untuk diupload bersama. Ya, nama komunitasnya Upload Kompakan. Meski saya terbilang telat gabung, tetapi gak ada salahnya menambah kegiatan positif. Namanya juga menyalurkan hobi. Nah, di  Upload Kompakan ini menjadi wadah para perempuan yang hobi memotret lalu mengunggahnya bersama di Instagram memakai hastag tertentu.

7 comments:

Oppo Experience Tour Mirror 5 dan R7 Lite dengan Blogger Malang & Media Lokal

21.08 Ivonie Zahra 11 Comments


Minggu lalu suami menawari saya untuk ikut acara gathering Oppo di Surabaya. Bahwasannya ada produk baru dari Oppo yang akan dikenalkan pada para blogger dan media. Tentu saja saya tertarik dengan acara ini. Suami yang mendaftarkan email dan blog saya, karena nantinya ada seleksi. Beruntung blog saya ternyata lolos seleksi. Acara di Surabaya akan berlangsung hari Jum’at 18 September. Rencananya saya, suami dan Sandi yang akan berangkat. Suami rela antri berjam-jam di Stasiun guna membeli tiket untuk acara ke Surabaya.

11 comments:

Cissipizza; Great Taste and Great Pizza In Malang

22.36 Ivonie Zahra 24 Comments




 


Pizza, apa yang ada dalam pikiran anda pertama mendengar nama itu? Makanan asal Italia? Ya, anda benar. Saat ini sudah banyak orang menikmati pizza yang notabene berasal dari negara Italia. Makanan berbahan dasar roti dengan aneka topping dari daging, paprika dan keju sudah diterima lidah orang Indonesia.

24 comments:

Antara Idealis, Solidaritas dan Karnaval HUT RI di Kelurahan Tanjungrejo

20.23 Ivonie Zahra 8 Comments



"Menanggalkan sejenak idealis, menepi pada yang namanya solidaritas.."
Agustus, identik dengan bulan Kemerdekaan. Banyak agenda yang sudah disiapkan oleh rakyat Indonesia. Dari yang terpenting sampai acara penggembira. Mulai aneka lomba sampai salah satunya acara karnaval keliling desa atau kecamatan.

8 comments:

Demo Baking Bersama Chef Giat

05.49 Ivonie Zahra 11 Comments


Bismillah

Dunia kuliner makin berkembang dan banyak cara untuk menuntut ilmu mengenai kuliner. Buat saya ilmu bisa di dapat dengan dari mana saja. Misal membaca buku, browsing internet ataupun menghadiri sebuah pelatihan. Seperti halnya yang saya lakukan.

11 comments:

Perjalanan Pertama Aiman Ke Yogyakarta

20.45 Ivonie Zahra 4 Comments


Bismillah

Perjalanan ke Yogyakarta beberapa waktu yang lalu bukan tanpa rencana. Berawal dari niat suami yang ingin kopdar dengan teman blogger di Semarang. Sewaktu di tengah rencana itu, ternyata jadwal ujian masuk kuliah untuk tugas belajar tanggal 4 dan 5 Agustus. Di sisi lain, suami juga ingin menghadiri acara di Surabaya. Dia sudah daftar dan terpilih. Dipikirnya masih bisa terkejar waktunya. Sepulang dari Surabaya, tanggal & kita berangkat bareng ke Semarang.

4 comments:

Bingkisan Cinta Dari Sahabat Di Yogyakarta

02.41 Ivonie Zahra 5 Comments


Bismillah…

“Tok..tok..pos…”
“Ya, sebentar…” saya menjawab sekaligus mikir. Kiriman darimana ya?
Apa pesanan baju yang saya beli via online shop di Instagram?  Lantas saya membuka setelah mengenakan hijab. Pak Pos menyodorkan lembaran kertas untuk saya tanda tangani beserta bingkisan besar.

5 comments:

Reward buat Aiman Lulus WWL

18.46 Ivonie Zahra 5 Comments

Bismillah....

Sejak pertengahan bulan lalu, Aiman perlahan sudah tidak menyusu ASI lagi. Tentu saja prosesnya tidak mudah. Teringat bagaimana dulu awal menyusui. Meski tidak menyusu ASI sejak lahir, tapi saya bersyukur bisa memberinya ASI hingga batas usia dia tak menyusu lagi.
Kenapa tidak sejak lahir? Ya, karena minimnya pengetahuan saya.  Saking pedenya pas Aiman lahir bakal bisa langsung menyusu di putting payudara saya. Tetapi kenyataannya, Aiman bayi masih kesulitan ngenyot. Hanya karena penjelasan perawat yang seharusnya tidak saya telan mentah-mentah saya terpaksa mengizinkan si perawat memberinya sufor.  Namun saya tetap sambil berusaha menyusuinya sebisa mungkin. Dulu tidak terpikir untuk menyiapkan alat pemerah ASI.

5 comments:

Silahturahmi Ke Bumi Lumajang

07.43 Ivonie Zahra 4 Comments

Bismillah…

Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan dan hari Raya Idul Fitri tahun ini. Ada begitu banyak berkah yang saya rasakan. Karena lebaran kali ini sangat istimewa buat saya. Itu tak lain karena sudah bisa merayakan lebaran di rumah sendiri dengan keluarga kecil saya. Dan masih banyak lagi berkah ramadhan dan lebaran lainnya. Meski tidak buka orderan kue kering seperti tahun lalu, masih ada yang yang order kue kering di Dapur Ivonie, Alhamdulillah. Jadinya saya  terima pesanan terbatas. Selain itu, mendekati lebaran, saya mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan. Menang lomba blog dengan hadiah yang fantastis buat saya dan suami.

4 comments:

Membingkai Senja Dalam Foto

08.16 Ivonie Zahra 0 Comments

Sejak kecil saya suka sekali difoto.  Banyak foto masa kecil saya yang masih tersimpan, hanya saja sebagian hasilnya mulai rusak. Ya, sejak kecil saya sudah bersinggungan dengan dunia foto.
Beranjak besar, tepatnya memasuki  usia SMP, selain suka difoto saya pun juga suka memoto. Saya meminta pada ibu untuk dibelikan kamera. Zaman seusia saya memiliki kamera yang masih menggunakan roll film, itu sudah mewah sekali. Seringnya saya memakai untuk memotret  acara keluarga semisal, pengajian yasinan rutin, syukuran atau kumpul keluarga sewaktu lebaran.
Kebiasaan memotret itupun terus terbawa sampai saya dewasa dan bekerja di negeri orang. Lain pula sarana yang saya pakai untuk memotret.  Sewaktu kerja di Hong Kong, saya lebih suka memotret pakai kamera ponsel. Menurut saya lebih simple. Bisa dibawa kemana saja dan bila ingin segera memakainya lebih cepat.  
Saya suka memotret senja. Bahkan saya rela menyebrang salah satu pulau yang ada di Hong Kong agar bisa menikmati senja dari atas kapal. 

Memakai Ponsel

Waktu itu jelas  saya tidak tahu banyak teknik memotret yang baik supaya menghasilkan foto yang bagus. Maklum hanya menggunakan kamera ponsel jadi sebisa saya memotretnya.  Saya pun punya impian bisa memiliki kamera yang lebih baik dari kamera ponsel, semisal kamera digital.
Bagi saya menikmati senja, semanis secangkir  teh hangat yang menemani. Sejak kapan pastinya saya menyukai senja, entahlah. Ada damai melihat ciptaanNya perlahan tenggelam dari balik cakrawala dan meninggalkan jejak berupa semburat cahaya kekuningan hingga kemerahan.
Seiring waktu, impian saya punya kamera digital pun terwujud. Saya makin menyukai dunia fotografi, meski tetap saja belum banyak teknik memotret yang bisa saya pelajari. Hanya saja dengan kamera digital, hasil fotonya bisa lebih baik dibanding kamera ponsel. Ada beberapa menu yang bisa diatur menyesuaikan kebutuhan fotografi. Dan objek sasaran saya masihlah sama, senja. 

Memakai Kamera Digital

Kali ini saya berkesempatan menikmati senja dari atas jembatan sungai Barito Kalimantan Selatan. Mengeksplor lebih banyak senja di tempat yang berbeda dan dengan kamera yang berbeda pula tentunya.
Semakin ke sini, saya makin jatuh cinta dengan dunia fotografi, kalau awalnya masih seputar  pemandangan. Kini saya pun jatuh cinta pada food fotografi. Karena itulah di saat ulang tahun saya, suami menghadiahkan sebuah kamera prosumer merk Nikon coolpix. Saya senang banget pastinya. Bisa menunjang hobi fotografi. Dari sini lah saya bisa mempelajari fotografi lebih serius. Belajar dari banyak sumber, mengeksplor lebih banyak objek. Baik itu tentang makanan maupun tempat-tempat yang menarik. Tak lupa pula hunting senja.

Memakai Kamera Digital

Dan benar saja, sewaktu mudik saya dan suami memutuskan jalan-jalan ke Bendungan Serut Blitar. Pulangnya saya hunting senja dari persawahan sepanjang jalan pulang. 

Memakai Kamera Digital

Sayangnya transportasinya kurang memadai, yaitu pakai sepeda motor. Misal ada mobil Toyota Agya, mungkin saya bisa leluasa memotret. Sehingga tidak takut keburu kemalaman di jalan. Bisa dibayangkan melewati persawahan yang panjang sambil membonceng anak balita, tentu saja kesan seram yang terbayang.  

My Agya My Style


Kalau ada mobil Toyota Agya yang tampilannya elegan, tentu saja rasa takut tidak hinggap di benak saya. Aiman pun bebas menikmati mamanya memotret senja sebagus mungkin dengan angle yang berbeda.

0 comments: