Food Photographer, Why Not?

07.11 Ivonie Zahra 11 Comments



Judul Buku : Becomig A Food Photographer
Penulis        : Riana Ambarsari
Penerbit      : PT Elex Media Komputindo
Cetakan       : Pertama 2015
Tebal            : 117 halaman
Harga           : Rp. 69.800


Food Photographer, why not?
Begitulah yang ada dipikiran saya saat ini. Hobi dalam bidang fotografi memang sudah lama saya geluti. Hanya saja tidak seintens saat ini, terutama fotografi makanan. Banyak orang menyukai fotografi, baik sekedar hobi saja atau yang memang serius sebagai dunia kerja. Akan tetapi itu fotografi yang objeknya lebih ke umum.



Nah, dua tahun terakhir ini saya serius belajar food photograpy. Bukan karena sedang trend, tetapi memang hobi dan ingin mendalami lagi. Kenapa memilih food photography? Simple sih, saya mulanya tertarik dengan foto-foto di majalah makanan dan juga buku-buku resep. Jadilah saya belajar ala kadarnya alias otodidak. Tetapi sekarang banyak komunitas fotografi yang mengadakan kelas pelatihan termasuk fotografi makanan. Dari situlah saya tertarik dengan profesi food photographer. Buku Becoming A Food Photographer yang akhirnya saya beli ini setidaknya dapat membantu saya.

Buku yang ditulis oleh Riana Ambarsari ini, bukan satu-satunya yang saya miliki, ada buku lain juga yang membahas mengenai food photography. Di buku terbarunya ini khusus membahas apa saya yang perlu dipersiapkan untuk menjadi fotografer makanan. Di sini dijelaskan dari awal prosesnya. Berawal dari menjadi chef, karena seorang fotografer itu gak sekedar menguasai teknik lighting dkk. Namun alangkah lebih baik kalau bisa memasak pula, karena akan lebih mengerti bagaimana memperlakukan makanan sebelum di foto. Lalu membangun portofolio dan memasarkannya, networking yang jelas bahkan bisa juga menjadi food blogger.


Di bab berikutnya dijelaskan jenis-jenis foto makanan dalam beberapa kategori. Ada foto produk meliputi brosur, adv, packaging, catalog, banner dan menu item. Editorial mencakup recipes, restaurant review. Blog, Stock dan Step by step photo. Semua dipaparkan secara rinci mengenai kategori tersebut. Selain itu di sini juga dijelaskan mengenai food vs human interest. Karena banyak orang yang belum bisa membedakan jenis kedua foto ini. Sebagai contoh, ketika kita memotret para penjual sayur di pasar, lelang ikan, tukang sate sedang membakar sate itu termasuk human interest. Sate yang sedang dibakar adalah food photography, sedang penjualnya yang sedang membakar termasuk human interest. Food Photography adalah still life, bukan human interest. Dan masih banyak lagi hal-hal yang perlu diketahui untuk menjadi seorang food photographer.



Buku ini tidak semata memberikan materi langkah-langkah mengawali untuk jadi fotografer makanan, juga ada tips, diagram pengambilan foto  dan contoh-contoh jenis foto yang menarik. Bagaimana proses pengambilan dan  manajemen waktunya. Selain itu mata kita akan dimanjakan dengan banyaknya foto-foto makanan yang sanggup membuat perut lapar, saking cantik dan serasa nyata.


Ditulis dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh banyak kalangan. Tidak membosankan sehingga tahu-tahu anda sudah selesai membacanya. Anda penasaran dengan isi lengkapnya? Buku ini sangat cocok kalau anda benar-benar ingin terjun ke profesi Food Photographer. Sebuah profesi yang cukup menjanjikan saat ini. Karena tidak banyak food photographer yang benar-benar menguasai ilmu dan seluk beluknya sebagai fotografer makanan yang handal.


11 komentar:

  1. Belajar fotografi emang membutuhkan kesabaran dan modalnya cukup besar juga, itulah sebabnya kenapa buku-buku foodblogger lumayan mihil he
    Semoga sukses ya Ma dengan jalan yang pean pilih, maaf kalau selama masih suka ngernyit dahi kalo pean beli buku-buku fotografi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan memotret itu gak mudah bukan?
      Yah, karena harga cetak untuk buku2 dengan banyak foto kan mahal pa, tahulah soal ini :D.
      Semoga ada rezeki buat upgrade kamera aamiin ^_^

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  2. wah wah, menarik sekali ini bukunya :D kebetulan lagi belajar food photography juga nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat menarik mas, ada lagi buku yang khusus membahas food photography utk pemula lho :)
      btw, terima kasih sudah berkunjung dan salam kenal :)

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. paling nggak bisa food fotografi, selalu apa adanya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya aku juga gitu mbak, makin ke sini jadi tertarik dan emang susah2 gampang hihihi

      Hapus
  4. Waaa makin ciamik nanti jepretan mama aim,,, saya icip ya kl abis difoto, hihihihi

    BalasHapus
  5. Waaa makin ciamik nanti jepretan mama aim,,, saya icip ya kl abis difoto, hihihihi

    BalasHapus