Kebun Teh Wonosari Lawang, Wisata Agro Perkebunan Teh Pertama Di Malang

06.38 Ivonie Zahra 20 Comments



Beberapa waktu lalu saya berkesempatan liburan ke kebun teh. Ya, ini masih berhubungan dengan cerita liburan akhir tahun. Sebenarnya sudah lama mengetahui tentang KebunTeh Wonosari. Baik dari blog teman, juga obrolan di grup WA para emak-emak hobi baking. Secara ada yang rumahnya dekat daerah sana, saya saat itu sekedar menyimak saja.


Awal minggu di akhir tahun, saya sempat diskusi dengan suami bahwa weekend ada rencana mau liburan tipis-tipis kemana gitu. Kalau saya mengusulkan main ke Kebun Teh Wonosari daerah Lawang. Seperti biasa, kalau suami yang ditanyakan seberapa jauh lokasinya. Bisa dimaklumi sih, karena selama ini kami bepergian masih mengandalkan sepeda motor. Sehingga jarak lokasi bener-bener diperhitungkan. Saya menyemangatinya dengan bilang deket. Secara ke pantai di daerah Blitar Selatan saja bisa kami jelajahi, masa ini yang menurut saya dekat gak bisa. Akhirnya dia pun mau, lagipula ini kan liburan tipis-tipis ya dibuat santai saja.


Tadinya ingin berangkat lebih pagi biar tidak terlalu panas di jalan dan waktu di sana lebih panjang. Akan tetapi kenyataannya malah molor karena rempong dengan urusan anak. Menjelang jam 10, saya baru berangkat dari rumah. Agar tidak terjebak macet, suami memilih jalur alternatif yang biasa dilalui. Selain macet, cuaca panas pun mulai menyengat. Begitu masuk pertigaan Karang Lo, kendaraan mulai padat merayap sampai Pasa Singosari, selebihnya jalanan menjadi lancar. Saya mengusulkan pada suami lewat daerah Singosari saja supaya lebih dekat.


Pesona Pemandangan Gunung Arjuna


Jalur menuju Kebun Teh Wonosari terdapat dua, bisa lewat Singosari atau lewat Lawang. Dan saya memilih lewat Singosari, sebelum berbelok arah, saya dan suami sempat bertanya pada tukang ojek yang lagi berkumpul di pangkalan. Oleh mereka saya diberitahu jalaur ke Kebun Teh Wonosari berbelok di gang jalan sebelahnya. Bener saja, setelah berjalan beberapa meter terdapat plang penunjuk arah ke Kebun Teh Wonosari. Sayangnya saya tak sempat mendokumentasikannya karena keburu berbelok begitu menemukannya.

Bila memilih jalur ini, awalnya saya melewati daerah perkampungan. Jalannya pun sempit dan tidak terlalu mulus, hanya saja sesudahnya kita disuguhi pemandangan yang menyegarkan mata. Usai perkampungannya saya melewati persawahan dengan latar gagahnya Gunung Arjuna. Ada banyak bebukitan batu yang sepertinya sedang ditambang, entah ada perusahaan yang menaunginya atau malah termasuk dalam penambangan liar. Saya hanya mengamati sambil motor terus dipacu oleh suami sehingga tak sempat mendokumentasikannya.


Selain penambangan, sejauh mata saya memandang sepanjang perjalanan menuju kebun teh, terdapat pula peternakan tawon yang tersimpan dalam kotak kayu berderet di sebuah pekarangan. Baru setelahnya saya sempat berhenti, selain istirahat sejenak, Mas Aiman haus minta minum. Kalau Baby Aira bisa dipastikan sepanjang perjalanan dia tertidur di gendongan. Semakin ke atas, udaranya semakin terasa semilir dinginnya. Pertanda daerah kebun tehnya semakin mendekati. Kebun tersebut berada pada ketinggian 950 – 1250 dari permukaan laut. Kebun teh ini terletak di antara perbatasan Malang – Surabaya. Tepatnya 6 kilometer dari Kota Lawang dan 30 kilometer dari Kota Malang bagian utara.

 Landscape Kebun Teh Wonosari



Perjalanan panjang itu pun sampai di titik akhir, Kebun Teh Wonosari. Sempat kaget sejenak karena jalanan pas ke pintu masuknya rusak dan belum ada tanda-tanda diperbaiki. Untungnya mata saya langsung dimanjakan oleh hamparan kebun teh yang menghijau. Tapi perlu bersabar, karena bukan di depan lokasinya melainkan masih masuk ke dalam. Kebun teh ini satu-satunya di Malang dan dijadikan wisata agro dengan luas 1444 H.

Saya dan suami sampai juga di pintu masuk yang menurut saya sederhana. Biaya masuknya cukup terjangkau. Untuk hari Senin-Sabtu tarifnya 10.000, sementara hari libur atau Minggu, tarifnya 15 ribu akan lebih murah lagi apabila datang rombongan dengan mobil. Saat itu saya bayar 22.00 dua orang dewasa, satu anak-anak dan bayi.



Suami memarkirkan motornya tepat di samping pabrik teh. Sebelum menikmati keindahan kebun teh, saya dan suami memutuskan untuk sholat Dhuhur terlebih dahulu. Kebetulan sampai di kebun teh memasuki waktu sholat. Selesai sholat saya mulai mengeksplor area menuju kebun teh.salah satunya mencari tempat makan, karena saya sudah cukup kelaparan mengingat pagi tidak sempat sarapan. Tujuan tempat makan kami di Tea House, di sana sudah cukup ramai pengunjungnya yang sedang makan dan minum teh. Ternyata tidak hanya itu saja, sebagian ada yang sedang menunggu giliran kereta kelinci.

Begitu memasuki cafe, saya langsung menuju kasir karena pemesanan langsung di sana. Menurut saya menunya terbatas, ada bakso, aneka lalapan seperti ayam dan ikan, soto dan rawon. Saya menjadi kurang berselera atau ekpektasi yang ketinggian ya hehhe. Pilihan saya pun jatuh pada bakso dan minumannya teh lemon tanpa es, iya karena es-nya gak ada.  


Wahana Wisata Di Sekitar Kebun Teh Wonosari

Saya tidak hanya dimanjakan oleh kebun teh yang hijau di sini, banyak wahana wisata yang tersedia. Saat saya datang pabrik teh tidak buka, sehingga tidak bisa melihat langsung proses pembuatan teh. Wahana yang ada di Kebun Teh Wonosari diantaranya ;

1.       Pabrik Teh



Kalau hari biasa, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan teh langsung di pabriknya.
2.       Kereta Wisata


Bagi pengunjung yang ingin menggelilingi kebun teh tanpa capek, bisa memanfaatkan wahana kereta kelinci ini.
3.       Paint Ball
4.       Flying Fox
5.       Sepeda Air
6.       ATV


7.       Berkuda


Saya sempat memanfaatkan fasilitas ini bersama Mas Aiman, selepas berjalan kaki menggelilingi kebun teh. Awalnya Mas Aiman yang tertarik, sementara kalau sendirian saya khawatir jatuh. Akhirnya sekalian saya temani, suami tidak tertarik dan lebih memilih menggantikan saya menggendong baby Aira. Awal naik saya sempat tegang lho, maklum ini pertama kalinya saya naik kuda. Meskipun sudah ada pawing yang menuntun tetap saja takut jatuh. Beruntungnya hal tersebut tidak berlangsung lama, saya mulai bisa menguasai keadaan dan ritme jalannya sehingga bisa lebih rileks. Mas Aiman yang suka dengan binatang termasuk kuda, dia excited bisa menaikinya dan tidak takut sama sekali.
8.       Kolam Renang
9.       Wall climbing
10.   Arena untuk olah raga dan bermain


Saya tidak sempat menikmati semua wahana yang ada, sebagian saja. Waktunya yang tidak memungkinkan, bahkan ada yang memang sengaja tak sempat ke sana seperti kolam renang.

Fasilitas yang Tersedia Di Kebun Teh Wonosari

Selain wahana yang sudah saya sebutkan di atas, di kebun teh ini juga terdapat beberapa fasilitas yang bisa dinikmati.
1.       Hotel


Berhubung saya tidak ada niat menginap, tentunya tidak bisa menikmati fasilitas hotel yang ada di sini. Kalau rombongan memang akan lebih menyenangkan kalau menginap, ada hotel maupun cottage di sekitar kebun. Sangat menyenangkan bisa istirahat dengan suasana yang nyaman dan tenang karena areanya di perkebunan teh.
2.       Tempat Makan


Saat saya datang hanya satu tempat makan yang terlihat. Ternyata saya salah, di dekat area olah raga terdapat tempat makan lesehan yang cukup luas. Berhubung saya tidak berniat makan di sini, saya pun tak mencobanya.
3.       Toilet Umum
Salah satu fasilitas vital yang semestinya memang tersedia. Terdapat beberapa toilet umum di kawasan kebun teh ini.
4.       Tempat Parkir
Tempat parkir untuk mobil, areanya cukup luas, bersebelahan dengan lahan untuk camping. Sementara untuk sepeda motornya menurut saya terlalu sempit, kontur tanahnya pun tidak rata dan berkerikil sehingga kurang nyaman saat memarkir motor. Oh iya, sempat kejadian kunci motor suami ternyata terjatuh dan ditemukan oleh tukang parkirnya. Kami memberi uang sekedarnya sebagai ucapan terima kasih.
5.       Toko Oleh-Oleh


Saya mengalami kekecewaan di tempat ini. Bukan karena pelayanannya, melainkan saat selesai menikmati kawasan wisata dan hendak pulang niatnya mau mampir tokonya ternyata sudah tutup. Salah saya juga sih, tidak tanya di awal jam operasionalnya. Sebelumnya sudah sempat masuk untuk menanyakan soal tempat makan. Saya tidak sekalian beli produk olahan teh dari kebun ini. Sebagai penyuka minuman teh, tentu saja amat disayangkan karena saya juga belum tahu pasti kapan bisa ke sini lagi.
6.       Mushola
Terdapat mushola yang bersebelahan dengan deretan cottage dan sebuah sekolah taman kanak-kanak.



Waktu sudah menunjukkan sore dan cuaca mulai mendung. Saya dan suami bergegas meninggalkan kawasan wisata kebun teh. Jalan menuju pintu keluarnya berbeda dengan saat masuk dan suami memutuskan pulangnya lewat Kota Lawang. Kali ini pun perjalanan pulangnya lebih santai. Itulah sedikit cerita perjalanan liburan saya di Kebun Teh Wonosari Lawang bersama keluarga.



20 komentar:

  1. Lain kali ke sini lagi liat hotel, kolam renang dan wahana lainnya yang kemarin terlewat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke sini lagi, sekalian nginep yak :D

      Hapus
  2. Pernah kesini sewaktu ada acara rekreasi anakku yang TK. Sudah lama sih, sudah banyak perubahan ya.

    Aku suka tehnya, Rolas.




    Es

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, biasa buat acara outing anak TK.
      Sepertinya begitu dibanding saya pernah baca postingan teman

      Hapus
  3. kayaknya adem ya mbak... beberapa waktu yg lalau saya masih gagal ke sini karena waktu yg gak terkejar.... mantap yah Landscape gunung arjuna mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, adem tempatnya.
      Cocok buat refresing kalau sumpek sama aktifitas harian yang padat, apalagi buat yang kerja hehehe

      Hapus
  4. Waaah cantiik, sayang waktu ke Malang ngga sempet kesini.. padahal enak ya banyak fasilitas buat anak2 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Kalau main ke Malang lagi bisa main ke sini. Seru bareng keluarga apalagi nginep hehehe

      Hapus
  5. Ini tempat favoritku ama suami klo pas mudik trus pengen piknik tipis2 Von... Lebih enak sih nginep. Trus malemnya ikut tur liat proses pembuatan teh. Trus paginya trekking ke kebun teh. Nyenengin banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuiiih, jadi favorit ya mbak. Sepertinya kalau nginep emang asyik ya.
      Pengen deh jadinya nginep ke sini lain waktu hehehe

      Hapus
  6. Aku pikir kebun teh Wonosari ini di Jogja lho... πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gegara Wonosari-nya ya mas. Berarti Wonosari Jogja familiar banget ya

      Hapus
  7. Aku baru tau peternakan tawon itu dikotak2in begitu. Tadi liat sekilas, kirain batu nisan. Pas liat lagi dan baca narasinya baru ngeh itu kotak tawon

    Aku suka banget lihat2 kebun teh. Hijau segar dan bikin adem. Pohon2nya berjajar rapi membentuk barisan. Asik juga ngeliat Mas Aim naik kuda, pasti dia excited banget ya

    Baca postingan ini, aku jadi keingetan belum nulis soal kebun teh Tambi di Dieng tempo hari, padahal sempet nginep dan wisata kebun teh juga

    BalasHapus
  8. Mbak ivone keren bergamis tapi bisa naek kuda #gagal fokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, soalnya gamis lumayan lebar jadi tetap nyaman dipakai naik kuda hehehe

      Hapus
  9. Kebun tehnya luas sekali ya bun~ :D
    Asik banget kalau ke sana bareng keluarga~

    BalasHapus
  10. Naik kudaa, aiih pengen banget nih mulai dari kecil, sayang di kalimantan kudanya jarang dan kecil-kecil.
    Eh iya, Idem ama mba Vety diatas, hebat naik kudanya bisa pake gamis :D
    Salam kenal.

    BalasHapus
  11. waaah... pas sy ke sini 7 tahun yg lalu kok belum sebagus itu ya mbak?

    BalasHapus
  12. saya pernah kesini dulu pas masih kuliah mbak
    aih lucu banget bajunya biru sekeluarga :)

    BalasHapus
  13. Jadi pengen ke sini. Kapan ya saya bisa jalan2 ke Malang?

    BalasHapus