Pengalaman Proses Menyusui Baby Aiman Agar ASI Melimpah

21.09 Ivonie Zahra 17 Comments



Saat hamil anak pertama, saya sudah mempersiapkan dengan baik versi saya. Mulai dari rajin periksa kandungan hingga membaca buku yang membahas tentang kehamilan. Salah satu bahasannya tentang menyusui. Saat hamil pun perlu teori ilmu soal menyusui. kalau melihat seorang ibu yang sedang menyusui bayi sepertinya mudah. Sayapun berpikirnya santai, ah sudah tahu teorinya harus begini dan begitu. Bahkan, saat pemeriksaan kandungan saya menanyakan apakah di rumah sakit bersalin yang nantinya saya tunjuk bisa melakukan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini ). Sebuah proses menyusui secara alami setelah proses persalinan.


Namun ada satu hal yang masih menjadi pikiran buat saya. Bentuk puting payudara saya yang kecil. Konon katanya kalau hamil, puting akan membesar perlahan seiring dengan usia kandungan mendekati jadwal kelahiran. Sayapun bertanya-tanya pada diri sendiri, akankah saya bisa menyusui seperti kebanyakan ibu yang sudah melahirkan dan menyusui bayinya? Apakah ASI saya bakalan cukup dengan kondisi puting yang kecil? Namun suami berusaha meyakinkan saya pasti bisa menyusui bayi kami nantinya.

Sejak awal saya memang ingin melahirkan secara normal. Namun kenyataannya apa daya, saya harus berjuang melahirkan di meja operasi. Kontraksi yang sudah berlangsung lama namun tak membuahkan hasil pembukaan sedikit pun. Bahkan saya sudah merasa diambang batas kesakitan, tubuh makin melemah dan lemas. Wajah saya pun makin pucat pasi, saat terakhir di cek, kata susternya masih bukaan satu. Duh Gusti...hati saya masih ingin terus berjuang agar bisa normal, namun ingat kejadian di usia kandungan 8 bulan, saya nyaris kehilangan dia. Saya sempat meminta pada dokter kandungan yang menangani untuk dilakukan induksi, tapi tidak dizinkan. Kalau saya tak sanggup menahan kesakitan yg konon katanya lebih ssakit dari kontraksi alami malah membuat bayi di kandungan mengalami

Saya pun akhirnya pasrah dengan kondisi, suamipun gak tega melihat kondisi saya. Baby Aiman pun lahir dengan selamat berkat operasi sesar. Harapan saya untuk bisa IMD pun sirna karena dokter kandungan tidak mengizinkan untuk langsung melakukan IMD. Usai proses panjang operasi, saya dipindahkan ke kamar perawatan. Melahirkan jam 4 sore, baru bisa bertemu dan bisa menyusui pertama kali Baby Aiman selepas Magrib.

Proses Menyusui Dengan Segala Tantangannya


Ketika saya dihadapkan pada bayi mungil dan siap menyusu, saya justru merasa blank dengan semua ilmu yang pernah dibaca. Perawat sempat membantu mengajari proses menyusui Baby Aiman. Setelah sekian lama berusaha menyusu, namun Baby Aiman nampak masih susah menyusu. Padahal menurut perawat, tanda bayi cukup menyusu ASI sudah bisa BAK. Namun sampai pukul sebelas malam, tanda-tanda Baby Aiman BAK tidak ada. Diapers yang dipakainya tetap kering dan suster waktu itu pun membujuk saya untuk memberikan tambahan sufor. Kalau tidak bayi akan mengalami dehidrasi. Saya dan suamipun merasa khawatir sehingga mengiyakan saja saran perawat tersebut. Proses itu pun berlanjut sampai saya pulang ke rumah. Bahkan saya juga membeli alat pompa ASI guna memiliki stok ASIP apabila Baby Aiman terpaksa saya tinggal di rumah dengan neneknya.


Proses menyusui langsung payudara tetap terus berlangsung namun sambil sesekali ditambah dengan sufor. Akan tetapi memasuki usia tiga bulan Baby Aiman, saya mengusulkan pada suami supaya sufornya dihentikan saja. Saya bertekad untuk mencoba memberinya ASI saja, padahal saat itu jelas-jelas saya hanya bermodalkan menyusui dengan satu payudara saja. Bismillah, kalau berat badan Baby Aiman meningkat dibulan berikutnya, saya tak akan lagi menambah dengan susu tambahan lain.

ASI Booster Aman Untuk Ibu Dan Bayi

Saat itu tak banyak yang saya tahu mood booster ASI. Saya hanya sering rajin memakan sayuran, terutama daun katuk. Bahkan suami saya mintai tolong meminta ke rumah saudara saya, yang di depan rumahnya tanaman tersebut tumbuh subur dan dijadikan pagar alami. Selain itu, saya rajin konsumsi buah dan makanan bergizi lainnya. Tak ayal saya sering mengajak suami makan di luar agar menunya lebih bervariasi dan mempunyai nilai gizi yang lebih baik. Bersyukur setelah melewati satu bulan proses menyusui Baby Aiman dengan satu payudara, berat badannya tetap meningkat. Dia tumbuh jadi bayi yang gemuk ginuk-ginuk, bahkan diluar ekspektasi saya saat awal mencoba menyusui ASI saja. Saat itulah saya makin bertekad untuk memberinya ASI saja hingga 2 thn atau sampai dia tidak mau dengan sendirinya.




Saat ini, banyak dijual booster ASI agar hasilnya bisa melimpah. Sehingga membantu para ibu atau bunda bisa menyusui dengan tenang. Salah satunya adalah ASI Booster Tea yang sudah di konsumsi para bunda untuk meningkatkan hasil ASI. ASI Booster Tea merupakan minuman teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia. Keunggulannya bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900 % dalam kurun waktu 24 jam. Keunggulan lain dari ASI Booster Tea diantaranya :
-          100 % herbal yang aman dikonsumsi bagi ibu dan bayi.
-          Lebih ekonomis, tanpa perlu konsumsi susu formula menyusui.
-          Sudah dikonsumsi oleh jutaan ibu menyusui.

Mengapa ASI Booster Tea lebih unggul dari produk lain ?

ASI Booster Tea diracik secara tidak main-main dan sembarangan. Komposisi takaran bahannya benar-benar tepat dan presisi sehingga begitu ampuh melimpahkan ASI sekaligus aman bagi ibu dan bayi.
Komposisi ASI Booster Tea

ASI Booster Tea memiliki komposisi yang lengkap. Meskipun namanya tea, tetapi tanpa kandungan daun teh. Booster Tea ini adalah suplemen penambah ASI yang terdiri dari bahan herbal alami.
Testimoni Para Bunda

Berikut adalah testimony para bunda yang sudah mengkonsumsi ASI Booster Tea ini.
Bayi saya, saya tinggal ke Inggris 3 minggu, di sana dan di pesawat sudah memeras tapi ternyata tetap jadi sedikit ASInya. Sampai Indonesia anak juga tidak mau minum lagi. Perasan ASI hanya tinggal sangat sedikit, 1 sendok hasilnya. Tapi saya usaha terus dan minum teh ASI, alhamdulillah sekarang sudah mengalir lancar lagi…..
Maftuhah Nurbeti, MPH – Dokter dan dosen FK UII Yogyakarta

Ditinggal mudik pengasuh saat lebaran emang membuatku cukup repot, dari beres2 rumah sampai ngasuh 2 orang anak (kakak 3th dan adik 4 bln) dikerjain sendiri. Suami ngebantu si cuma gak banyak!! Tetep aja repot dan melelahkan, sampai akhirnya ASIku berkurang. Waaduuhh, mungkin karena kecapean ya. Udah usaha makan vitamin dari dokter, makan sayur katuk (sampe eneg) dan sering dipompa tapi tetep aja hasilnya dikit (biasanya aku bisa sekali mompa dapat 100 ml, sekarang ga nyampe 80 ml bahkan seringan 40 ml). Suatu hari aku share di twitter cara memperbanyak ASI, ada yang nyaranin booster ASI teh herbal, aku coba beli dan hasilnya alhamdulillah beberapa hari kemudian hasil pompaku banyak lagi malah lebih dari yang biasanya (sekali mompa bisa dapat 140 ml). Cukup 1 sdt terus diseduh dengan air panas trus diminum 3x sehari. Mantabbb dehh. Makasih yaa booster tea. Bener2 memperlancar ASI nii =)
Ini hasil pompa siang tadi di kantor mungkin buat yg lain biasa aja, tapi buatku ini anugerah bisa menghasilkan ASI sbanyak ini lagi. Makasih booster tea ASI =)
Oktariani – Palembang

Cara Membuat ASI Booster Tea
ASI Booster Tea  bisa dapat langsung diminum biasa, namun juga  bisa ditambah gula, madu, krimer. Atau bisa juga dibuat campuran minuman kesayangan dengan dicampur jus, susu, dibuat milkshake. Untuk lebih jelasnya, bisa menonton pada tayangan video yang saya sertakan link-nya di bawah ini.
Begitulah sekelumit kisah pengalaman proses saya menyusui baby Aiman sekaligus ASI Booster yang bisa jadi pilihan agar ASI melimpah. Proses menyusui para bunda makin lancar dan tenang.






17 komentar:

  1. Manfaatnya banyak banget ya ternyata, Mba Ivon. Dan ada testimoni dari dokter slash dosen, rasanya jadi makin kredibel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sangat terbantu nih dengan konsumsi asi booster tea ini

      Hapus
  2. Pengalaman berharga yang mungkin akan saya copy paste kelak.
    terima kasih atas sharingannya mbak . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama.
      Iya benar, mulai sekarang bisa menambah ilmu soal ini biar gak gagap nanti kalau sudah menikah

      Hapus
  3. Btw, dulu kamu sering ngambili daun katu nang depan rumahku. Wkwkwkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, zaman belum kenal asi booster macam ini hahaha

      Hapus
  4. Wah enak banget nih ada ASI Booster ya
    Kandungan dan manfaatnya top deh
    Tentunya sekarang menyusui jadi lebih mudah dan lancar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaak, coba dari awal pas Aiman lahir ketemu ASI Booster begini gak bingung ya biar lancar menyusui

      Hapus
  5. ASi booster, bisa direkomdasikan tuh buat emak2 Yang membutuhkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, akupun masih menyusui. Makanya cocok dengan rekomendasi produk ini

      Hapus
  6. Aku termasuk yang gagal menyusui... Anakku jadi kecampur sufor semua, andai sudah kenal Asi Booster Tea dari dulu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, anak pertama pun begitu mbak. Untung bisa relaksasi, coba tahu ASI booster tea dari dulu ya

      Hapus
  7. Mbak Ivon seruuu ya meski proses penuh dg tantangan tapi utk si buah hati.
    Alhamdulillah skg ada Asi booster jadi makin mudah ya dan ternyata manfaatnya banyak bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, seruu mbak Mei. Apalagi kalau pas dia habis main dan mau menyusus seneng banget hehehe.

      Hapus
  8. aku dulu juga SC dan enggak merasakan IMD juga, Mbak... ASIku keluar setelah 2 hari ngelahirin Juna...

    dulu aku juga minim banget pengetahuan soal ASI, berasa sok dan yakin kalau pasti ASI gampang keluar... eh hasilnya... anakku minum ASI plus sufor dech akhirnya

    dulu juga belum tahu soal ASI Booster... thanks yah infonya, bermanfaat buat ntar kalau punya anak lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, secara teori kelihatannya gampang ya, begtu dihadapkan langsung ternyata ngeblank juga soal menyusui.
      Sama-sama, akupun juga gitu, kalau tahu dari dulu ada asi booster gak khawatir asi gak lancar ya

      Hapus
  9. Solusi banget nih untuk ibu yang bermasalah dengan ASI, bisa membantu..kadang bosan juga kan ya makan sayuran terus, tapi kuantitas ASI nggak nambah..

    BalasHapus