Yala Eatery - Menu Cafe Bercitarasa Rempah Timur Tengah

03.30 Ivonie Zahra 26 Comments

Plang Penanda


Banyaknya bermunculan cafe baru tentunya akan menambah khazanah baru di dunia kuliner Kota Malang. Setiap cafe memiliki konsep dan cirri khas tersendiri. Salah satu cafe yang baru buka adalah Yala Eatery yang berada tepat di Jl. MT Haryono ini.


Senin, 10 April 2017 saya berkesempatan untuk mencoba aneka menu yang tersedia di Yala Eatery. Saya datang dengan beberapa teman blogger dari Malang Citizen dan Malang Foodies. Suami tidak ikut karena pas ke sana jam kerja, sebenarnya bisa sih karena datangnya pas jam istirahat hanya saja di tempat kerjanya ada acara penting. Suami hanya menjemput saya dari rumah dan mengantar ke lokasi yang kebetulan dekat dengan tempat kerjanya.

Menu Komplit Yala Eatery

Letaknya yang tepat di tepi jalan utama Malang-Batu, sehingga mudah untuk mencari. Sebuah plang hitam bertuliskan Yala dengan paduan warna kuning dan merah sehingga mencolok dan mudah dibaca siapa saja yang melewatinya. Begitu sampai di depan pintu masuk, banyak pengunjung yang hendak mencoba menu di cafe ini. Saat pertama membaca nama cafe ini saya belum ada ekspektasi seperti apa konsepnya. Begitu masuk, barulah saya bisa menebaknya.

Cafe Berornamen Ala Timur Tengah

Suasana di Lantai Bawah

Cafe yang memiliki bangunan dua lantai ini ternyata memilih konsep ala Timur Tengah. Selain dari namanya, desain interiornya mencerminkan ruangan ala Timur Tengah seperti pemilihan dekorasi gorden berwarna golden yang menempel di dinding sebelah kiri. Dan juga pagar yang ada di depan pintu masuk yang ujungnya berbentuk kubah.



Begitupun dengan pemilihan lampu penerangan berupa lampu gantung berbentuk lentera berkubah berwarna keemasan. Cahaya lampunya memberikan kesan redup dan hangat. Untuk pemilihan kursinya, di lantai satu lebih banyak menggunakan meja dan kursi berbahan kayu. Sementara di lantai dua lebih banyak menggunakan sofa memanjang di bagian dalam, sedangkan di area balkon sama, beberapa pasang meja kursi dari kayu.


Seluruh ruangan dan dekorasi interiornya didominasi warna merah dan kuning. Mulai dari dinding, gorden hingga sofa panjang yang nyaman. Ada sih sedikit sentuhan warna abu-abu sebagai penyeimbang. Buat saya tempat favourite memang ada di lantai dua, selain bersih juga terkesan luas karena penempatan sofa berada di kanan ruangan dan sebagian di kiri.

Mengapa Memilih Konsep Timur Tengah dan  Apa Arti Yala ?

Suasana di Lantai 1

Saat saya sempat berbincang dengan Mas Vian selaku yang mengelola di cafe. Nama Yala itu artinya Lets Go atau dalam Bahasa Indonesia Ayo yang merupakan sebuah kata ajakan. Maka tak salah kalau tagline yang diusung oleh Yala Eatery adalah #Ayomangan.

 Sedangkan mengapa memilih konsep Timur Tengah? Karena Bapak Achmad Waqid selaku owner cafe ini sering melakukan kunjungan ke negara Timur Tengah. Di sana beliau pun sering mencicipi aneka kuliner Timur Tengah, berawal dari pengalaman beliau akhirnya membuka cafe ini dengan konsep dan cita rasa masakannya Timur Tengah. Sebelum berbincang dengan Mas Vian, saya dan teman-teman sudah memesan terlebih dahulu beberapa menu. Sehingga pas satu persatu pesanan datang, makin penasaran untuk mencicipi langsung aneka menu masakan di Yala Eatery yang bercitarasa Timur Tengah ini.

Oh iya, cafe ini baru soft opening-nya pada akhir Bulan Februari, sedangkan grand opening-nya pada Sabtu, tanggal 8 April 2017 dengan fasilitas free wifi. Untuk jam operasionalnya, buka setiap hari dari pukul 09.00-23.00 malam.

Aneka Masakan Citarasa Ala Timur Tengah Di Yala Eatery

Kambing Oven Maroko





Sesuai dengan konsepnya, Yala Eatery menyajikan aneka masakan bercitarasa ala Timur Tengah. Lihat saja dari nama menu yang tertulis di buku menu, ada Kambing Oven Maroko, Nasi Goreng Maroko dll. Begitu juga dengan varian minuman dan dessert-nya, ada Choco Nut Maroko, Kopi Turki dll. Selain menu berbahan kambing, ada banyak varian lain yaitu menu berbahan ayam seperti Ayam Bakar, Bebek Goreng Spesial Jamur Cobek Yala, Chicken Chizz, Rice Bowl dll.

Nasi Goreng Maroko & Chicken Chizz


Rice Bowl


Saya sendiri memesan Kambing Oven Maroko karena tergiur dari penampilan foto di buku menu. Dessert-nya memeilih Choco Nut Maroko dan Bola-Bola Yala.  Begitu pesanan datang, wuih tak sabar rasanya untuk segera menyantapnya. Terutama menu Kambing Oven Maroko yang jadi menu andalan di Yala Eatery. Menu tersebut disajikan dalam wadah cobek kayu yang terdiri dari potongan daging kambing yang lumayan besar dan sudah di oven. Dua macam sambal, bawang dan kecap, irisan sayur mentimun dan tomat.

Menurut saya potongan dagingnya lumayan besar, teksturnya empuk dan cita rasa rempah-rempah Timur Tengah-nya berasa. Apalagi kalau dicocol dengan dua macam sambal dan disantap dengan nasi hangat...wuih lupakan deh yang namanya diet. Saya sempat mencicipi juga menu nasi goreng kambingnya, sama enaknya, potongan daging kambingnya pun melimpah alias gak pelit.

Choco Cheese Cake & Choco Nut Maroko


Strawberry Kenangan


Sementara untuk menu minuman Choco Nut Maroko-nya cukup menyegarkan. Taste cokelatnya terasa soft berpadu dengan butiran kacang hazelnut. Untuk dessert yang lain macam Bingsoo, Ice Box, dan Strawberry Kenangan gak sempat mencicipi karena sudah kenyang rasanya dengan pesanan tiga macam. Oh iya, rasa Bola-Bola Yala juga enak, teksturnya lembut dan berasa bumbunya.

Bagaimana Soal Harga?

Biasanya kalau mau makan di cafe, selain menu dan tempat yang jadi prioritas adalah soal harga bukan? Tenang saja, di Yala Eatery harga menu-menunya termasuk masih ramah di kantong. Ya iyalah, karena segmen pasar yang dibidik merupakan mahasiwa terutama cewek. Kenapa? Karena selain makan, mereka bisa sambil nongki-nongki cantik.

Bingsoo ala Yala Eatery

Untuk harga menu makanan dibandrol mulai RP.6.000 – RP. 35.000 saja. Sementara untuk menu minuman harga mulai Rp. 3.000 – Rp. 19.000. Gimana? Murah kan? Contohnya seperti Kambing Oven Maroko itu dibandrol dengan harga RP. 35.000 dengan potongan daging kambing yang cukup besar.

Ice Box

Jadi, gak bingung lagi kan kalau mau makan enak dengan harga ramah di kantong, yak e Yala Eatery aja. Gak khawatir lagi tho mengajak teman, saudara atau keluarga buat makan di sini. Dijamin gak akan nyesel deh, lha wong sayang saja kepingin balik lagi ngajak suami makan di sini kok #inimahmodus hahaha biar dibayarin gitu.



26 komentar:

  1. Kalau aku ke sana, mungkin bakal lupa kalau sedang diet. :D Lengkap dan enak2 kayanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau makan di luar mah, lupakan urusan diet hahaha

      Hapus
  2. Wah seru banget ya. Aku belum pernah deh kayaknya makan di tempat yang bernuansa dan menyajikan menu ala timur tengah begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makanan Timur Tengah perlu dicoba tuh mbak :D

      Hapus
  3. Lengkap dan menunya bikin ngiler semua. Kalau dekat aku pengen nyoba ini. Ternyata unik juga ya kalau nasi di cetak tapi bentuknya kotak. Biasaya kan bulet..he

    BalasHapus
  4. jadi berasa makan di timur tengah ya mba, duuh makanannya bikin ngilerr semua, minumannya tuh SEGER banget kayaknya, mau dung mba :D :D

    BalasHapus
  5. Bisa kalap ni saya. Di Jogja ada gak ya?

    BalasHapus
  6. Menurutku harga kambing ovennya sangat terjangkau, kalo di Surabaya harga kambing oven sekitar 60k-up diresto2 ala timur tengah. Bisa jadi referensi kulinerku mba, kalo ke Malang :D

    BalasHapus
  7. Tadinya aku kira eatery yang ini nuansanya terlalu "restoran mewah", padahal si dia sukanya yang lebih casual. Bisa nih ajak si dia ke sini, secara penggemar kuliner kambing :D

    BalasHapus
  8. astaggggaaaa...
    Es Krimnya ... meleleh banget...
    Pasti enak bangettttt

    BalasHapus
  9. Sayang penyajiannya kurang timur tengah, biasanya kan pake piring aluminium gitu.

    Ada nasgor kambingnya gak mbak di sana? Ngidam nasgor ala-ala timur tengah, dari kapan itu belum nemu yang pas di lidah :D

    BalasHapus
  10. Suka ama kambing ovennya, next time boleh main lagi nyobain menu yang lain.

    BalasHapus
  11. unik y gerbang masuknya.
    makanannya juga porsi n tampilannya hhhmmm...

    BalasHapus
  12. Pengen nyomot mashmallownya Bingsoo..

    BalasHapus
  13. waduh ... kok jadi laper lagi ... padahal sudah jam 22.33 WIB di kota ku

    hiks hiks ... pengen makan

    BalasHapus
  14. Murah banget! Di jogja ada, namanya kampung Arab, tapi menunya arab gitu, ga ada maroko nya.

    BalasHapus
  15. Jadi yala.itu dari bahasa arab ya?
    Bingsoo nya menggoda banget, hmm..

    BalasHapus
  16. Ya ampuun.. Menggoda selera deh. Jadi bayangin daging kambing empuk. Huuu... Mupeeng

    BalasHapus
  17. wuaaaaa menunya menggoda banget
    Untuk menu begitu dengan harga gak terlalu mahal, pasti rame banget ya restonya
    Aku mupeng ih pengen kambing maroko sama segala es2an itu

    BalasHapus
  18. Lha Ihwan gk Melu makan kambing hehe
    Wuih harganya gak terlalu mahal ya, keliatannya enak2 lagi. Restonya jg gedhe banget.

    BalasHapus
  19. Wah Kambing Oven Marokonya murah, terus ada es krim yang menggoda pulaaa, aduuh gagal diet ini mah
    Jadi pengen kesana ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pas pertama lihat harga mikir seberapa ya porsinya. begitu menu keluar..wah iku muraah banget. Enak pula, kalau ke Malang mampir sini mbak hehehe

      Hapus
  20. Penasaran banget dengan tempat ini.......

    BalasHapus
  21. wahhhh enak banget nih ....
    Ice Box nya enak tuh, boleh boleh

    BalasHapus
  22. Makanannya kelihatan lezat ya mba dan suasana cafe dengan design Merah gitu cozy banget :)

    BalasHapus
  23. salah banget liat2 ini pas puasa mba hehehe, bikin laper :p

    salam kenal, yaa :)

    BalasHapus