Rabu, 24 Mei 2017

Mencicipi Lontong Balap Di Pantai Kenjeran Lama

Landmark Jembatan Surabaya

Liburan akhir bulan lalu yang saya rencanakan berjalan lancar dan membahagiakan. Selama tiga hari dua malam, saya dan keluarga habiskan dengan staycation di Surabaya. Sedangkan pilihan menginapnya di Educity Apartement milik travel blogger Mbak Ade, yang sebelumnya sudah dipesan suami lewat AirBnB.


Walaupun pilihan staycation saya di apartemen, tetapi suasana tetap menyenangkan dan membahagiakan buat keluarga. Di lingkungan apartemen ada banyak fasilitas yang tersedia. Ada kolam renang yang menakjubkan dilihat dari balkon kamar. Anak-anak berenang pun makin senang. Namun rencana yang tadinya hanya staycation, jadi berubah haluan deh. Ternyata lokasi saya dan keluarga menginap dekat dengan salah satu tempat wisata yang ada di Surabaya, salah satunya Pantai Kenjeran.


Di hari pertama usai sarapan, kami pun memutuskan untuk ke Pantai Kenjeran Lama usai melalui diskusi yang alot. Saya sering dengar soal Pantai Kenjeran namun belum pernah ke sana, sehingga jadi bikin penasaran. Apalagi sebelum ke Surabaya, saya sempat baca buku travelling mengenai Surabaya dan yang dibahas termasuk Pantai Kenjeran.

Suami memesan transportasi taksi online yang lebih mudah menuju lokasi. Tak sampai lima belas menit, kami sampai di tempat wisata Pantai Kenjeran. Satu-satunya pantai di wilayah Surabaya, tempatnya di pinggiran sebelah timur dari pusat kota. Untuk masuk ke kawasan, membayar  tiket sebesar Rp. 10.000 sementara anak-anak yang tingginya masih di bawah 85 cm gratis.

Melihat Landmark Jembatan Surabaya


Begitu masuk, suasana sangat ramai dengan anak-anak dan keluarga yang sedang menghabiskan waktu liburan di Pantai Kenjeran Lama. Menurut cerita teman warga Surabaya dan buku yang saya baca, tempat wisata Pantai Kenjeran Lama masih menjadi tempat favorit liburan warga yang tergolong murah meriah. Di bagian permainan anak cukup ramai dan nyaris semua permainan digunakan. Ada juga keluarga yang duduk-duduk menggelar tikar sambil menyantap bekal makan siang.

Perahu yang siap di sewa

Saya memutuskan untuk langsung ke jembatan yang menjorok ke pantai, dari sana saya bisa melihat landmark baru Jembatan Surabaya yang tampak megah. Sementara pemandangan lain, tampak anak-anak asyik bermain dan berenang di tepian pantai. Saya sempat shock sesaat, bagaimana tidak air pantai dimana mereka asyik berenang nampak keruh kecoklatan. Namun hal itu tak mengurangi rasa kebahagian mereka, sementara orang tua mengawasi dari gazebo yang ada di pinggiran pantai.
Anak-Anak Asyik Berenang Di Tepian Pantai 

Di sisi lain banyak perahu bertutup terpal  dan bendera warna-warni berjejer yang siap disewa untuk berlayar ke tengah pantai. Saya tak sempat menanyakan berapa tarif sekali berlayar, karena memang tak ada niat untuk mencobanya. Hari beranjak siang, saya mengajak suami untuk menuju deretan warung yang ada di sisi kanan pantai. Dari sekian banyak warung, saya memilih yang bisa sambil menikmati menu di pinggir pantainya.

Menikmati Lontong Balap Di Tepian Pantai Kenjeran Lama

Warung Pilihan Lontong Balap

Selain posisi warung, saya punya pertimbangan lain saat memilihnya. Salah satunya warungnya bersih dan ramai pengunjungnya. Saya agak kapok memilih warung yang sepi karena kebanyakan rasa makanannya zonk. Beruntung, saya dapat meja tepat di tepian pantai sehingga bisa merasakan semilir angin dan kondisi pantai yang tak seramai di sebelah.

Beberapa kali ke Surabaya, saya tak sempat mencoba menu makanan khas kota pahlawan dan jadi favorit. Kata teman saya, lontong balap yang enak dan terkenal di kawasan Jalan Rajawali Surabaya. Sayangnya lokasi agak jauh dari tempat saya menginap, sehingga saya cukup berpuas diri saja bisa menikmati lontong balap di Pantai Kenjeran Lama.

Menu Komplit

Saya memesan seporsi lontong balap, seporsi sate kerang dan segelas es degan. Lha kok cuma seporsi? Iya, suami tidak terlalu minat sama lontong balap hehehe. Meskipun begitu dia sempat mencicipi juga. Sementara saya menikmati lontong balap, Mas Aiman asyik mainan pasir yang berwarna kehitaman dan sibuk mencari kerang.

Lontong Balap Surabaya

Sate Kerang pendamping lontong balap


Usai Mas Aiman puas bermain pasir dan kudapan lontong balap serta sate kerang saya habis, saya mengajak suami untuk menuju deretan kios yang sejalan dengan arah pintu keluar. Di sana terdapat kios yang menjajakan kerajinan dari kulit kerang sebagai souvenir dan oleh-oleh dari Surabaya. Aneka bentuk kerajinan kulit kerang dipajang, mulai dari bros, gantungan kunci hingga hiasan gantung. Usai mengelilingi semuanya, Saya sempatkan untuk membeli bros, membeli gelang ala India untuk Aira  dan gantungan kunci untuk Aiman karena bentuknya lumba-lumba sebagai kenang-kenangan.
Kios Souvenir 

Aneka Ikan Asin 



Sementara di sisi lain terdapat pula lapak di tempat terbuka yang menjajakan aneka hasil laut. Seperti aneka ikan asin, olahan kerupuk berbahan ikan, terasi dll. 

Aneka Olahan Krupuk Ikan 

Namun saya kurang berminat untuk membelinya. Setelah puas berbelanja souvenir kami memutuskan untuk keluar area Pantai Kenjeran Lama. Tadinya ingin lanjut ke Kenjeran Park, namun waktu beranjak sore dan saya memutuskan untuk kembali ke apartemen saja. 

18 komentar:

  1. Ga main ke klenteng juga mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klenteng yg di KenPark iya, main ke sana juga

      Hapus
  2. Tempat rekreasinya lengkap ya Von. Jembatannya cakep di foto. Lontong balapnya bikin ngiler. Apalagi ada toge2nya gitu. Seger...

    BalasHapus
  3. Hmm..mupeng pgn maem lontong balap sama sate kerangnya. Nyam2..

    BalasHapus
  4. Aku dah lama banget nggak ke Kenjeran. Makin ramai ya. Btw naksir lontong balap...

    BalasHapus
  5. Menggoda lontong balapnya. :D

    BalasHapus
  6. Olahan krupuk ikan? Wah, favoritku tuh. :)

    BalasHapus
  7. mbk asal mula diberi lontong balap apa ya? hehe di daerahku juga ada penjual makanan lontong, tapi namanya lontong campur hehe, gak ada satenya tapi.

    BalasHapus
  8. Wah.
    Saya jadi ikut lapar ni mbak.

    Artikel yang bagus ni kk.
    Pengen cepat cepat ke sana lagi.

    BalasHapus
  9. Huiiiik, lontong balap. Duh, sudah lama sekali aku ndak makan lontong balap

    BalasHapus
  10. pantainya sdh jd komoditi ya, jd arena wisata komplit dgn aneka kuliner dan oleh2 ikan asin :-)

    BalasHapus
  11. Pantainya termasuk lengkap fasilitasnya, hanya sayaang warnanya yang coklat dan agak kotor itu bikin minus he3.
    Jadi pengin makan kupang lagi neh.

    BalasHapus
  12. Dua kali kesini tapi pas waktu malem, bujug ramenya naudubilah....

    BalasHapus
  13. waaahhh mantab juga nih lontong balapnya ... wkwkwk

    BalasHapus
  14. Lonotongnya kayaknya enak? apa Rame banget ya mbak?

    BalasHapus
  15. aku lama banget nggak maen ke Kenjeran mba heheh...terakhir pas SMA. Kelihatan dari fotonya semakin bersih, bener nggak mba?

    BalasHapus
  16. lontong balapnya menarik hati. Kenjeran sekarang tambah bersih ya

    BalasHapus
  17. Rekomendasi wisata kuliner yang unik di kota Batu Malang :
    • Steak & Sate Kelinci
    • Jagung & Pisang Bakar
    • Aneka sambal & masakan tradisional khas Jawa lainnya.
    Rasanya extra kuat, tapi harganya relatif murah.
    Suasananya santai & romantis, cocok untuk nongkrong atau sekedar refreshing bersama keluarga. Berlokasi tepat diantara Jatim Park & Museum Angkut.

    Warung Khas Batu
    Jalan Sultan Agung 29, Batu, Jawa Timur 65314 (Jatim Park 1 - Museum Angkut)
    Tel / Fax : +62 341 592955
    HP/SMS/Whatsapp: +6285707585899 / 081221833729
    BB PIN : 7D8DEB8C
    www.TheBatuVillas.com/WarungKhasBatu
    www.Facebook.com/Warung.KhasBatu

    NB : blogger / pengulas / reviewer / tour guide kami undang test food GRATIS !

    BalasHapus