Menghadiri Talkshow Buku Cerita Seru dari Raja Ampat Di Gramedia Basuki Rahmat Malang

11.03 Ivonie Zahra 35 Comments

Kak Widya Ross Menceritakan proses bukunya


Akhir Pekan Menghadiri Talkshow Buku Cerita Seru dari Raja Ampat. Biasanya akhir pekan saya manfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga. Atau merencanakan berlibur ke suatu tempat misalkan ke tempat wisata yang sedang hits di Malang atau daerah sekitarnya. Namun akhir pekan lalu, saya sengaja tidak kemana-mana. Padahal bisa dibilang akhir pekan yang panjang karena tanggal merah jatuh pada hari Jum’at.


Selain itu, sejak hari Kamis Mas Aiman gak masuk sekolah karena mendadak badannya agak demam. Hal itu semakin menguatkan waktu akhir pekan ini gak berencana bepergian. Hanya saja hari Minggu, saya meminta suami untuk mengecat ulang lemari gantung dapur dan saya beberes rumah. Anak-anak saya biarkan bermain di sekitar rumah dan main ke rumah neneknya yang tak jauh dari rumah saya.

Menuju Toko Buku Gramedia Malang

Walaupun tidak ada sepenuhnya rencana bepergian, Minggu sore saya bakal menghadiri acara talkshow buku terbaru teman. Jauh hari saat acara diumumkan via facebook, saya sengaja mendaftar untuk menghadirinya. Lho kok pakai daftar segala? Iya, karena keterbatasan tempt sehingga yang sudah mendaftar terlebih dahulu diprioritaskan.

Para Peserta, ada yang datang dari Sidoarjo

Namun pagi harinya suami sempat memberitahukan kalau bulek saya menawari ajakan ikut ke pantai. Aduh duh..duh..jelas saja itu tawaran yang mengiurkan. Padahal beberapa waktu lalu lewat obrolan santai saya menyampaikan pada suami kepengen main ke pantai di Malang Selatan. Eh, ini mendadak ada tawaran  kan bikin saya jadi galau. Tapi...karena saya sudah mendaftar acara talkshow buku, tentu saja melambaikan tangan pada ajakan bulek saya ke pantai, hiks.

Tidak akan ada kesempatan dua kali untuk menghadiri talkshow buku untuk anak-anak ini. Secara saya sudah ketinggalan pas bukunya yang lain pernah diadakan acara yang serupa. Jadi hati saya mantab memilih tetap ke acara talkshow. Kok ya pas kebetulan, Minggu sore ada acara karnaval sebagai rangkaian memeriahkan HUT RI ke-72 di dekat rumah saya.

Suami yang lebih tertarik untuk menonton acara tersebut, kalau saya sih sudah bosen alias gak begitu antusias karena acaranya ya bakal gitu-gitu aja hehe. Waktu sudah mendekati pukul tiga sore, saya bergegas mempersiapkan diri untuk ke tempat acara yang tak jauh dari rumah. Namun sepertinya saya bakal terlambat karena mendekati jam setengah empat baru berangkat ke toko buku Gramedia dekat alun-alun kota.

Saya meminta suami untuk agak cepat mengendarai motornya. Sudah dipastikan acara telah dimulai. Beruntung jalanan menuju toko buku lancar jaya sehingga sepuluh menit kemudian sampai di depan toko. Saya cuma diantar saja sampai depan, sementara suami pulang dulu karena anak saya yang pertama dititipkan sama budenya pas nonton karnaval. Saya pun buru-buru masuk dan sempat bertanya dimana ruangan talkshow berlangsung.

Talkshow Buku Cerita Seru dari Raja Ampat Oleh Widya Ross

Benar saja, acara sudah dimulai ketika saya sampai di lantai 3 toko buku gramedia. Saat itu Kak Widya Ross sedang menyampaikan cerita tentang buku barunya yang mengisahkan cerita untuk anak mengenai salah satu pulau di ujung timur Indonesia, Raja Ampat, Papua Barat.

Bersama Mbak RF. Donna

Saya lekas mencari tempat duduk yang masih kosong, beruntung ada kursi kosong dekat dengan mbak RF. Donna yang juga teman saya dan seorang penulis buku anak. Saya sempat berbasa-basi sebentar kemudian tak lupa mengabadikan berlangsungnya acara dengan kamera smartphone. Meskipun terlambat, saya masih beruntung karena acara belum sampai selesai.

Sambil menyimak Kak Widya Ross menceritakan proses penulisan bukunya, saya tak lupa membagikan foto acara di sosmed seperti instagram. Karena bakalan ada kuis bagi yang memposting foto selama acara dengan hastag tertentu dan akan hadiah menarik berupa buku Cerita Seru dari Raja Ampat.

Menurut Kak Widya, proses penulisan buku tersebut agak panjang karena butuh persiapan yang matang. Bahkan saat naskah sudah selesai dan ditawarkan ke beberapa penerbit sempat mmengalami penolakan. Namun pada akhirnya naskah cerita anak tersebut menemukan jodohnya yaitu di penerbit buku BIP ( Bhuana Ilmu Populer) yang termasuk dalam kelompok Gramedia. Emang iya sih, secara koleksi buku anak yang saya belikan juga kebanyakan dari penerbit tersebut termasuk buku yang sampulnya hardcover gitu.

Selain itu, menurut penulis, kita bisa menuliskan cerita dengan setting suatu daerah tanpa harus pernah datang ke daerah tersebut. Bagaimana caranya? Ada banyak misalnya dengan melalui riset, browsing di internet, membaca banyak literatur yang membahas tentang suatu daerah dan lainnya. Memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar agar cerita yang dituliskan benar-benar menemukan feel-nya.

Kak Widya juga menyampaikan, bahwasannya minat baca orang Indonesia masih tergolong rendah. Hal itu berani dia sampaikan karena dari pengalaman yang dia dapatkan saat mengunjungi sebuah toko buku. Ada seorang ibu pengunjung toko buku yang melarang anaknya membeli buku yang disukai anaknya lantaran dibilang mahal. Padahal, barang yang dia bawa beragam dan tak kalah mahal ketimbang si buku tadi. Miris bukan?

Pada kesempatan tersebut Kak Widya juga menyampaikan beberapa hal kenapa kalian wajib mempunyai dan membaca buku Cerita Seru dari Raja Ampat. Beberapa poin yang disampaikan sudah saya tulis dalam caption postingan diinstagram. Kepoin yak, sekalian difollow juga boleh #teteppromo #fakirfollower
A post shared by Ivonie (@galeriivonie) on



Tips Mengali Ide Menulis Cerita

Bagi kak Widya Ross, alasan dia menulis bukanlah untuk mencari ketenaran atau terkenal melainkan menulis untuk menghibur anak-anak dengan cerita yang seru.  Hal tersebut belajar dari pengalaman masa kecilnya yang suka membaca dan dibacakan cerita. Nah, sekarang saatnya dia yang menuliskan cerita anak-anak.

Pada sesi terakhir juga diadakan tanya jawab, saya yang tak punya persiapan tentu saja jadi bingung mau mengajukan pertanyaan. Selain itu saya sudah lama tak berkecimpung di dunia menulis cerita atau buku. Yup, jauh sebelum saya ngeblog pernah merasakan yang namanya dunia menulis cerita atau buku. Cuman bukan cerita anak, tetapi cerpen, puisi maupun novel. Sempat menerbitkan novel bareng dua teman penulis sewaktu kerja di Hong Kong dulu. Sayangnya, sudah lama vakum sejak memutuskan menikah, hamil dan merawat anak-anak.

Peserta dari Sidoarjo mengajukan pertanyaan

Jadi, saya lebih banyak menyimak pertanyaan para peserta yang datang. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan dan sebagai ungkapan terima kasih mendapat souvenir dari toko buku Gramedia pada peserta yang bertanya. Salah satu pertanyaanya mengenai tips menggali ide menulis. Karena menurut peserta, Kak Widya Ross termasuk penulis yang produktif dengan seringnya naskah ceritanya diterbitkan penerbit Mayor. Berikut jawaban yang sempat saya catat.

-          Terbiasa produktif sejak menulis di media. Karena hal tersebut bisa jadi pemacu semangat untuk menulis banyak cerita. Bahkan menargetkan kalau bisa sehari satu cerita.
-          Paling suka menulis cerita anak. Karena lebih excited dan kaya imajinatif.
-          Memiliki amunisi yang banyak dengan cara membaca.
-          Mengurangi sosmed. Karen ini godaan paling berat dan menyita waktu.
-          Menulis tidak tergantung pada mood. Mungkin diawal saja, selanjutkan tidak karena konsisten dalam menulis.
-          Setiap hari dilatih dengan menulis mulai dengan 100 kata dan bertahap untuk berikutnya.
-          Menentukan zona nyaman dalam menulis. Misalnya, pagi sebelum subuh atau setelah sholat Subuh.
-          Passion dan niat yang kuat.

Nah, itulah beberapa tips yang disampaikan. Kalau kalian berniat ingin serius menulis cerita dan dibukukan tak ada salahnya dicoba. sebelum acara benar-benar ditutup, diumumkan pula pemenang kuis di facebook dan instagram. Saat salah satu peserta disebutkan sebagai pemenang versi facebook, saya turut senang dan yah biasa aja sih. Namun pas pemenang instagram disebutkan dan itu nama saya, excited dong. Gak nyangka aja, soalnya niat posting buat nambah-nambah konten gitu biar instagram gak berdebu ahahhaha.

Dapat hadiah buku dan foto bersama penulisnya


Foto bersama peserta


Pokoknya senang banget memiliki buku ini, secara anak saya yang pertama suka cerita yang berbau ada hewannya gitu. Tak terasa waktu makin sore bahkan menjelang Magrib, acarapun ditutup dengan foto bersama antara penulis, pembaca acara dan peserta talkshow. Oh iya, tentang isi cerita bukunya, nanti saya bikin postingan tersendiri ya. Saya mau baca dulu dan dibacakan pada anak-anak, ditunggu ya.

Semoga Bermanfaat dan Menginspirasi

Ivonie Zahra



35 komentar:

  1. Okee ditunggu mbaa cerita dari bukunyaa hhe

    BalasHapus
  2. Penasaran ma cerita di bukunya. :D

    BalasHapus
  3. Acara yang sangat seru. :D Andai ada juga di sini

    BalasHapus
  4. jadi pengen lihat bukunya, ilustrasinya keren ya

    BalasHapus
  5. Makasih ya, Mbak Ivonie 😊. Asline aku pas talkshow malu liat Mbak Ivonie senyam senyum sama Mbak Dhonna 😂.

    BalasHapus
  6. Wah enaknya dapat bukunyaa..mba ivon ayo semangat nulis novel lagiii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu menteri juga ayo semangat hehehe

      Hapus
    2. Bu menteri juga ayo semangat hehehe

      Hapus
  7. Ditunggu ulasan bukunya, Mba.
    Raja Ampat itu mimpi yang belum terwujud.

    BalasHapus
  8. iya ya minat baca memang masih rendah ya di negeri ini. Tapi dengan hadirnya penulis seperti kak widya dengan pengalamannya bercerita tuk anak- anak semoga semoga ortu2 mau meluangkan waktu membacakan cerita tuk anak2 yang nantinya akan menularkan juga minat baca pada anak

    BalasHapus
  9. Wahh Selamat ya Widyaa, kereen...Makasih sharingnya ivon, Selamat ya menang bukunya. Mengurangi sosmed nii betul banget biar produktif hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau memang kerjanya di medsos, gak papa mbak hehe.

      Hapus
    2. Kalau memang kerjanya di medsos, gak papa mbak hehe.

      Hapus
  10. sama...nunggu review bukunya aja deh
    kayaknya kok seru hehehe

    BalasHapus
  11. Wahhh keren ih, si penulis bisa membuat buku tanpa harus datang ketempatnya. daya imajinasinya pasti top banget nih.

    BalasHapus
  12. Aduh pengen deh kesana, raja empat impian banget

    http://www.kompasiana.com/rakyatjelata

    BalasHapus
  13. Jadi penasaran ma isi buku buku Mb Widya nih..

    BalasHapus
  14. aaakh kok jd pengen ke raja ampat :)

    BalasHapus
  15. Bisa yaa nulis tentang suatu lokasi tanpa pernah dtg kesana. Biasanya kn akan lbh mengalir klo kita udh pernah menginjungi tempat itu ya. Hebat ya imajinasinya. Kayanya perlu dicoba nih.

    BalasHapus
  16. Raja ampaaat! Pengen kesanaaaa, minimal baca buku itu sudah sedikit mengobati rasa penasaran, hehe

    BalasHapus
  17. Waaaa thanks udh berbagi tips buat bikin buku. Aku kapan ya bisa punyà buku? Hihihiii..

    Btw aku boleh Saran? Untuk di awal tulisan, drama perjalanan bs diminimalisir. Fokus ke acara yang may diulas aja. Maksudnya manfaatin moment orang baca bait awal supaya mau membaca terus.

    Just Saran, kak :D

    BalasHapus
  18. Wuiihhh, Raja Ampat, blm pernah ke sana, siapa tau secepatnya bs ke sana ahh :)

    BalasHapus
  19. Ini buku harus punya neh, kebetulan anak lagi suka baca buku bercerita gitu.

    BalasHapus
  20. Wah Raja Ampat itu sesuatu banget. Idenya bagus menuangkannya lewat fiksi anak. Salam arema mba Ivon, salam satu jiwa:)

    BalasHapus
  21. Aku suka dengan desain covernyaaaa... Jadi penasaran di dalamnya ada gambar - gambarnya atau hanya tulisan aja?

    BalasHapus
  22. wow,makasih banget tips menulis buku cerita Anak, dengan contoh buku Cerita Seru dari Raja Ampat keluaran penerbit mayor BIP.

    BalasHapus
  23. dari cerita seru, timbul keinginan untuk kesana. Mantab.. mudah2an bisa ke Raja Ampat.. nanti Sept ini ada kegiatan di Manokwari, minta pindahin ah ke Sorong wkwkwk

    BalasHapus
  24. Wo'oo..ternyata iluatrasinya bergambar anak. Pasti isi bukunya unik dan menarik
    Ekspektasi Saya sebelumnya akan bercover icon Raja Ampat.

    BalasHapus
  25. Ditunggu untuk review bukunya mbaa :))

    BalasHapus
  26. Wah kmrn ke Gramedia aku lupa cari bukunya.
    Kudu dibaca yaaa. Skrng penulis, blogger, traveler eksplor Raja Ampat, moga selanjutnya pemerinta yg mikirin gmn caranya warga lokal bisa dengan mudah ke Raja Ampat, masa kalah ma turis hiks

    BalasHapus
  27. Tips menulis dari Widya Ross sangat bermanfaat sekali. Karena untuk fokus menulis sehari 100 kata dan sosmed itu sering membuat pikiran terbagi

    BalasHapus
  28. Jadi pengen mbeliin kakak refa bukunya mbakkkk...keren ni...makasih infonya mbak ivone

    BalasHapus
  29. Wah tips nya oke... dari dulu aku pengen ke raja ampat tapi blom kesampaian.. biaya nya mahal soalnya

    BalasHapus
  30. Mba Widya Ross memang senang nulis buku anak2 ya. Rasanya saya tau nama Mba Widya dari twitter penerbit. Penulis di 3 Serangkai juga nggak ya. Keren, bahasannya tentang raja ampat, memang riset mesti lengkap ya, apalagi kalau belum berkunjung ke sana.

    BalasHapus