Mengisi Waktu Liburan? Pilih Mudik Ke Blitar

05.42 Ivonie Zahra 15 Comments




Mengisi Waktu Liburan? Pilih Mudik Ke Blitar. Lebaran memang sudah berlalu namun tidak dengan liburan sekolah. Tahun ini merupakan liburan sekolah pertama bagi Mas Aiman dan waktunya lumayan lama, hampir sebulanan deh. meskipun liburan sekolahnya lama, saya tak mengagendakan berlibur ke luar kota karena suami sudah masuk kerja.



Agar Mas Aiman gak bosan selama liburan sekolah, biasanya kalau gak main HP ya saya isi dengan kegiatan yang positif, seperti berkebun, mewarnai, bermain dengan koleksi mainannya. Kalau semuanya sudah dan bingung mau ngapain lagi, saya dan suami mengajaknya jalan-jalan ke tempat wisata murah meriah seperti Alun-Alun Malang yang mana terdapat area bermainya seperti perosotan, ayunan dll.


Rupanya aktifitas yang sudah ada belum dirasa cukup mengisi liburan. Akhirnya saya pun memutuskan untuk mengajak anak-anak mudik ke Blitar, ke rumah neneknya di desa saat akhir pekan. Secara suami liburnya hanya hari Sabtu-Minggu, kebetulan juga belum ada jadwal lembur. Biasanya kalau waktu efektif mahasiswa kuliah, Sabtu-Minggu pun tetap masuk kerja dihitung sebagai waktu lembur.


Dua minggu berturut-turut saya mudik ke Blitar, berbeda memang dari biasanya yang sebulan sekali. Lha gimana, mas Aiman juga masih liburan dan saya pun ada urusan. Supaya anak-anak gak bosen, selama mudik saya mengisinya dengan berbagai kegiatan. Mulai dari beberes rumah orang tua, main ke alun-alun hingga wisata kuliner.

Malam Minggu Main Ke Alun-Alun Blitar


Saat mudik di minggu pertama yang mana jatuh akhir bulan, usai beberes rumah orang tua terlebih dahulu juga istirahat sejenak selepas melakukan perjalanan motor selama kurleb 2 jam. Sore menjelang malam saya sempatkan untuk makan, kemudian lanjut main ke Alun-Alun Blitar.


Rupanya Alun-Alun Blitar sekarang jauh lebih ramai ketimbang dulu, sekarang di waktu malam tetap dibuka untuk umum dan banyak keluarga yang mengantar anaknya bermain-main. Bahkan ada yang sengaja menggelar tikar duduk-duduk sambil mengawasi anaknya yang bermain gelembung sabun menggunakan alat khusus, atau bermain kitiran yang di lemparkan ke atas langit. Beraneka warna-warni dan menyala seperti lampu meluncur dari atas ke bawah, menyenangkan melihatnya.


Saya pun juga melakukan hal yang sama ketika Mas Aiman ingin mainan gelembung sabun. Saya belikan satu deh buat bermain giliran dengan adiknya. Begitu saja mereka sudah senang. Berhubung waktu makin larut, saya pun menyudahi permainan anak-anak dan mengajak mereka pulang. Perjalanan dari alun-alun ke rumah orang tua saya memakan waktu kurang lebih 30-45 menit menggunakan motor.


Bermain  Di Teras dan Halaman Rumah Nenek


Selain main ke alun-alun, anak-anak juga sempat membawa mainan dari Malang. Kalau mas Aiman membawa rangkaian kereta Thomas dkk, sementara adik Aira membawa mainan kitchen set. Di rumah neneknya juga ada mainan sih, seperti boneka, kuda karet dan sepeda mini.

Anak-anak merasa lebih leluasa mainan di teras maupun halaman karena luas, berbeda kondisinya dengan rumah di Malang yang terasnya terbatas dan tidak punya halaman karena langsung jalan kampung yang banyak di lalui sepeda motor maupun sesekali mobil.


Adik Aira kalau sudah mainan sepeda, bisa leluasa mengelilingi halaman rumah neneknya. Kalau menjelang sore lumayan teduh karena ada pohon rambutannya. Kalau lagi musim berbuah lumayan lebat dan anak-anak suka sekali memanen dan makannya.


Beberes dan Mengecat Tembok Kamar



Kalau kegiatan beberes dan mengecat tembok, jelas ini bagian saya dan suami selama mudik. Selagi anak-anak bermain, saya dan suami beberes kamar kami untuk dicat sebagian dan dipasang wallpaper stiker yang saya beli di Malang. Agar kondisi tembok kamar lebih bersih, secara kalau lagi lembab suka berjamur sementara di waktu kering malah pada rontok semua hehehe.


Tak hanya tembok kamar saya yang dicat, di kesempatan mudik minggu kedua giliran kamar bagian belakang sendiri yang difungsikan untuk ruang sholat. Dari dulu sampai sekarang tak ada proses perbaikan, bahkan bisa dibilang amat miris. Secara ruangan itu kan buat ssholat yang seharusnya kebersihannya lebih terjaga.


Saya pun mengusulkan pada emak untuk memasang wallpaper stiker supayaterlihat lebih bersih dan rapi. Hanya saya, adik saya memberi saran untuk dibiarkan polosan saja, jangan diberi aksen motif-motif. Baiklah, saya pun inisiatif buat dicat saja dengan warna pilihan adik saya yaitu hijau.

Begitu bangun, suami langsung bekerja tanpa dikasih aba-aba. Berhubung kali ini anak-anak masih tidur, saya pun turut membantunya. Sehingga pekerjaan mengecat tembok kamar dilakukan berdua saja. Saya yang mewarisi darah seni, urusan mengecat jelas pekerjaan yang menyenangkan dong. Almarhum bapak saya adalah tukang, jadi pas beliau kerja dulu saya suka mandori guna mengamati cara kerjanya hehehe. Acara mengecat kamarpun selesai sebelum masuk waktu sholat Dhuhur. Yeay, sungguh kerjasama yang patut diacungi jempol deh buat suami. Anggap saja ini salah satu bentuk bakti anak menantu ke mertuanya ya hehehe.


Wisata Kuliner Ke Depot Anda “Uceng”



Rasanya kalau mudik gak mencoba kuliner yang ada di Blitar itu berasa kurang. Liburan kali ini tak hanya berkutat dengan urusan rumah. Saya pun mengajak suami untuk wisata kuliner yang belum pernah dicoba. salah satunya ialah rumah makan yang berada di jalur jalan raya Malang-Blitar, tepatnya di daerah Bence, Garum. Ialah Depot Anda yang terkenal dengan oalahan masakan khas Blitar dan olahan Ucengnya.

Rempeyek Uceng Seporsi Rp. 15.000

Uceng merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak terdapat di sungai-sungai di Blitar. Sependek pengetahuan saya memang banyak terdapat di Blitar, belum dengar ada ikan uceng di daerah lain. Sekali ke sini di mudik minggu pertama, suami langsung cocok dengan citarasa masakannya. Apalagi olahan rempeyek ucengnya, saya sekali makan rasanya gak mau berhenti. Teksturnya renyah dengan bumbu gurih ala rempeyek yang pas.



Untuk masakannya ada beragam, disajikan dengan cara prasmanan. Pengunjung bisa mengambil sayur dan lauk sesukanya, untuk nasi sudah diambilkan oleh pramusaji. Kalau dari segi harga, menurut saya lumayan terjangkau kalau tidak mau dibilang murah. Untuk seporsi rempeyek uceng dibandrol sebesar 15 ribu, sementara untuk seporsi nasi campur dengan sayur lodeh rebung dan daun singkong sebesar Rp.8500 saja. Bahkan menariknya, makan di sini bisa menggunakan kartu debit BCA maupun BNI. Jadi, kalau ke sini bawa rombongan atau mau borong rempeyek uceng gak pelu bingung bawa uang cash banyak hehehe.


Mampir Ke Wisata Edukasi Milkindo Kepanjen


Sebagai penutup agenda mudik ke Blitar, saya sempatkan mampir terlebih dahulu ke tempat wisata edukasi Milkindo yang ada di Kepanjen. Dulu memang sudah pernah ke sini bareng keluarga sih, kalau kali ini sekalian mampir ke rumah teman baik baru lanjut ke Milkindo bareng-bareng.






Anak-anak pun suka karena mereka main ke tempat wisata ada temannya yang tak lain anak teman saya Anisa Ae. Tiket masuk ke tempat ini sebesar 15 ribu dan mendapat 1 botol susu sapi olahan. Di wisata edukasi Milkindo ini, anak-anak bisa melihat hewan sapi perah dari dekat, bahkan mereka bisa memberi makan. Selai itu juga terdapat banyak wahana mulai trampoline, kereta hingga naik kuda di sekitar taman buatan.


Nah itulah beberapa kegiatan yang saya dan keluarga lakukan untuk mengisi waktu liburan sekolah anak-anak dengan mudik ke Blitar. Sebentar lagi liburan akan usai dan mas Aiman bersiap menyongsong tahun ajaran baru di jenjang selanjutnya yaitu TK B.

Apa saja nih kegiatan teman-teman selama liburan lebaran maupun sekolah yang sudah mempunyai anak? Boleh lho disharing dikolom komentar.




15 komentar:

  1. Aku lebaran kemarin mau ngecat kamar suami di rumah Malang, tapi bumer lagi gak mood. Akhirnya batal, padahal kondisi temboknya udah mengenaskan.

    Kalau uceng, keluargaku biasanya ke Sukaria Babadan Wlingi mbak. Depot Anda belum pernah nyoba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daripada di cat mending tempelin wall stiker aja mbak wkwkwkw.
      Iya, yang di Sukaria itu langganan almarhum bapakku mbak, dulu aku juga tahunya yang di Babadan Wlingi. Kapan2 mau ajak suami ke sana juga rencannya.

      Hapus
  2. Wah ada foto saya juga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieee yang fotonya juga nampang hahaha

      Hapus
  3. Wallpaper di kamarnya bagus mbak

    BalasHapus
  4. Baru tau uceng itu apa hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pernah tahu ya sebelumnya ? :D

      Hapus
  5. Ucengnya keliatan enak, jadi pingin coba hehe

    BalasHapus
  6. Kalau mau nyobain uceng harus ke Blitar dulu nih

    BalasHapus
  7. Ucengnya murah ya mbak...
    Anakku lebih banyak di rumah aja mbak liburan. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kata suamiku agak mahal sih hehehe. Tapi mencari uceng ke sungai pun emang gak mudah, apalagi kalau budidaya sendiri hehehe.
      Liburan gak main ke Malang tha ?

      Hapus
  8. Wah agenda liburan di Blitarnya padat merayap mbak

    BalasHapus
  9. Asyik banget bisa beberes rumah, itu hobi saya juga mba.
    Btw ngiler banget liat rempeyek uceng nya.
    Itu sama dengan wader ga mba?

    BalasHapus