Berkebun Tanaman Herbal Di Lahan Terbatas

09.56 Ivonie Zahra 19 Comments



Ada banyak cara untuk mengisi waktu luang atau mengusir kebosanan. Salah satunya yang saya lakukan ya berkebun. Saya yang besar di desa tentu saja tak asing lagi dengan kegiatan berkebun. Pekarangan di sekitar rumah masih cukup luas atau bisa juga lahan di halaman rumah. Biasanya saya suka menanam bunga kalau di halaman, sedangkan di pekarangan sayuran.


Berbeda halnya setelah saya tinggal di perkotaan yang notabene lahannya lebih terbatas. Apalagi kalau tinggal di lingkungan yang padat penduduk, bisa dipastikan gak punya halaman. Adanya langsung teras rumah atau pinggiran parit. Namun hal tersebut tidak lantas menjadi penghalang bagi saya untuk melakukan aktifitas berkebun.

Saat ini ada banyak cara untuk melakukan aktifitas berkebun meski lahan terbatas. Ada beberapa cara yang saya ketahui, seperti dengan menggunakan pot, polibag, hidroponik yang sempat ngehits hingga vertical garden dengan memanfaatkan botol kemasan minuman air mineral daur ulang.

Kalau biasanya saya suka berkebun dengan menanam aneka bunga, tapi kali ini berbeda. Bermula dari kebiasaan saat memasak menggunakan bumbu tanaman herbal seperti daun jeruk, daun salam dan sebagainya. Saya pun memutuskan untuk menanam sendiri. Bisa sih membeli hanya saja kalau sudah lama disimpan pasti bakalan layu atau  busuk. Sementara kalau mau masak sewaktu-waktu kan repot mesti beli terlebih dulu, belum lagi kalau butuhnya cuma sedikit. Sempat sih minta ke tetangga yang menanam tanaman herbal, kalau terlalu sering kan jadi gak enak hati.

Adapun beberapa tanaman herbal yang pernah saya tanam sendiri di lahan terbatas depan rumah, bahkan ada yang ditanam dalam pot.

Daun Jeruk Purut

Daun Jeruk Purut

Semua pasti sudah mengenal tanaman ini dong ya. Salah satu jenis tanaman herbal yang biasanya buat tambahan bumbu memasak baik yang berkuah seperti soto maupun lainnya. Menanam tanaman herbal ini termasuk yang susah-susah gampang sih. Saya bahkan sempat beberapa kali gagal alias tanamannya mati. Padahal saya menanamnya sudah jadi pohon, bukan yang dari benih.

Meski begitu saya gak patah semangat untuk mencoba menanam lagi dan beruntung kali ini mengalami proses yang lebih baik, tumbuh tunas daun baru yang bikin senyum saya merekah setiap menyiramnya.

Daun Salam

Daun Salam

Tanaman herbal yang memanfaatkan baunya untuk menambah sedap setiap masakan. Biasanya saya membeli di pasar namun seringkali berakhir kering kelamaan disimpan. Kalau menurut saya sih, meski kondisi kering masih bisa dipakai tapi aromanya pun sudah berkurang, lain dengan daun yang masih segar.

Kalau teman-teman hendak menanam daun salam, pastikan benar pohonnya. Karena bibit pohon daun salam ini hampir menyerupai daun jambu air. Untuk memastikan benar daun salam, bisa menyobek sedikit daunnya, bila tercium aroma khas daun salam berarti benar.

Menanam daun salam ini sangatlah mudah, tidak perlu perawatan extra cukup disiram setiap hari supaya daun yang tumbuh jadi segar. Saya menanamnya sudah beli bibit jadi bukan yang dari benih bijinya. Harganya pun cukup terjangkau, sehingga kalau mau memasak dan menggunakan daun salam kapan saja tinggal memetik di halaman rumah.


Daun Mint


Tanaman herbal satu ini banyak disukai orang terutama buat mereka yang menyukai fotografi. Kenapa? Karena bisa mempercantik tampilan hidangan sebagai garnish. Fungsinya tak hanya sebagai tanaman herbal yang bisa dipakai untuk tambahan aroma di minuman. Tahu minuman Mojito? Daun mint ini salah satu bahan bakunya selain soda dan air jeruk nipis.

Menanam daun mint ini termasuk yang gampang-gampang susah. Banyak pengalaman teman-teman yang cerita kalau tanaman mint-nya sering mati. Iya juga sih, pengalaman saya menanam mint juga begitu. Beberapa kali menanam berakhir mati, baik yang saya tanam hasil stik maupun beli pohon bibitnya di pasar bunga.

Tanaman daun mint sifatnya menyukai air dan matahari namun tidak boleh berlebihan. Kalau kekurangan sinar matahari, ukuran daun mint cenderung kecil-kecil. Sedangkan kalau cukup mendapat sinar matahari namun berada di tempat yang teduh, daun mint bentuknya jadi lebar-lebar dan segar. Kalau kurang air pun, tanaman ini jadi mudah layu dan kering yang ujung-ujungnya jadi mati. Saya lumayan sering kelupaan menyiram pas lihat tanaman mulai layu, baru deh buru-buru disiram agar terselamatkan hehehe.

Saya termasuk orang yang gak kapok menanam daun mint, secara kalau urusan motret makanan sangat dibutuhkan. Ketimbang beli yang diikat di supermarket kan sayang padahal makainya gak banyak.

Daun Parsley


Tanaman herbal parsley selain buat masakan fungsinya ssama dengan daun mint, seringnya buat garnish masakan kalau mau dipotret. Ketimbang beli yang ikatan besar, saya pun memutuskan untuk menanam sendiri tanaman ini.

Selain bisa mendapatkan tanaman daun parsley yang masih segar saat digunakan, juga bisa menghemat anggaran belanja. Tanaman daun parsley harganya lumayan tuh satu ikatnya di supermarket. Kalau di pasar jarang ada yang jualan, kebanyakan sih daun seledri. Selain dengan benih, bisa juga langsung membeli tanaman daunparsley yang sudah jadi. Kalau menanam dengan benih kemungkinan berhasilnya sangat kecil kalau tidak tahu betul caranya menyemai.


Daun Seledri


Biasa kalau masak sayur sop, suka ditambahkan dengan daun seledri kan? Rasa sayur sop pun beda dengan yang gak pakai tambahan daun seledri. Meski mudah dibeli dan didapatkan karena banyak dijual di pasar, saya tetap memutuskan menanam sendiri. Agar kalau butuh sewaktu-waktu gak bingung musti beli terlebih dahulu.

Oh iya, pohon seledri ini ada yang hanya dipanen daunnya, ada juga yang dipanen batangnya. Pernah merasakan masakan batang seledri? Rasanya enak lho, teksturnya kres-kres gitu dan kaya manfaat pastinya. Saya tahu batang seledri bisa dimasak ya sewaktu pengalaman bekerja di Hong Kong.

Daun Rosemarry


Siapa yang suka makan ayam panggang? Nah, daun rosemary ini biasa digunakan untuk tambahan taburan memanggang ayam. Aromnya yang khas bikin ayam panggang tambah sedap. Menanamnya pun mudah dan harga pohonnya cukup terjangkau. Sementara kalau beli di supermarket satu ikatnya harganya cukup lumayan kan? Bentuk daunnya kecil-kecil memanjang seperti rumput.

Nah itulah beberapa tanaman herbal yang saya tanam sendiri di halaman rumah yang lahannya terbatas. Selain bermanfaat untuk bumbu dapur, dengan adanya tanaman tersebut menjadikan lingkungan rumah lebih asri dan segar. Menghemat anggaran belanja bumbu dapur dan menghemat waktu karena tinggal memetik di depan rumah, gak melulu pergi ke pasar dulu untuk mendapatkannya.

Setiap pagi melihat tanaman tumbuh subur dan segar, pikiran juga bisa lebih fresh ya. Apalagi saya tinggal di perkotaan, dengan menanam tanaman herbal sendiri di rumah sedikit banyak menyumbang cadangan oksigen dan mengurangi polusi udara. Kita hanya perlu meluangkan waktu sejenak untuk menyiram agar tanaman bertahan hidup dan gak mudah layu.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya teman-teman atau teman-teman ada yang punya pengalaman sama menanam tanaman herbal sendiri di rumah? Mungkin bisa sharing di kolom komentar ya...


19 komentar:

  1. Sangat menginspirasi sekali, sukses selalu ya mbak. :)

    BalasHapus
  2. Waaah bisa diterapkan di rumah nih. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget Mbak, apalagi kalau lahan terbatas mesti pintar-pintar mengaturnya

      Hapus
  3. Oh, ternyata batang daun seledri juga bisa dimasak ya? baru tau saya. :D Terimakasih loh mbak informasinya. :)

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat sekali mbak. :)

    BalasHapus
  5. Biasanya beli daun rosemarry yang udah kering buat penambah aroma masakan. baru tahu sekarang bentuk pohonnya kayak gini.

    BalasHapus
  6. Wah mb Ivon rajin berkebun ya...seneng lihat tanaman herbalnya. Sangat bermanfaat buat keperluan masak sehari-hari. Thx tulisannya bermanfaat, jadi pengen nanam juga, hehe..

    BalasHapus
  7. Ini beli apa nanem dari benih gitu ? bak Aku pengen nanem jeruk purut, sereh, daun salam kayak gitu. Kalau beli itu harus banyak padahal butuhnya dikit. Sisanya jadi kebuang :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli jadi mbak, kalau pakai benih agak tricky. Susah2 gampang. Kadang beli jadi aja kalau kurang perawatannya suka mati.
      Nah itu dia, makanya aku pilih nanam sendiri hehehe

      Hapus
  8. Wihh tanaman2nya buat masakan yg enak2 ituu..

    BalasHapus
  9. Udah punya niat buat berkebun tanaman2 herbal sejak lama.. Baca ini jadi makin mantap deh niatku buat berkebun :)

    BalasHapus
  10. Rajin sekali mbaa berkebunnyaa :D suka liat daun mint nya nih, segeer

    BalasHapus
  11. wah keren ivon tanamannya banyak. aku juga pengen bikin sudut tanaman buat di rumah tapi selama ini belum pernah berkebun jadi nggak kunjung terealisasi

    BalasHapus
  12. Tumbuhan2 herbal yg blm aq tanam..next aq beli aah..liat tanamannya samean jd pengen

    BalasHapus
  13. Daun jeruk purutku selalu mati, mba. Di daerahku tanahnya kurang bagus buat berkebun. Kecuali kalau memang serius ya, menanam dengan cara hidroponik gitu, banyak sih pelatihannya. Tapi semuanya kudu telaten ya.

    BalasHapus
  14. Waah sedap itu semua tumbuhan mahal2 klo di supermarket,kecuali daun salam yes, Klo buat makanan sedep bener itu semua

    BalasHapus
  15. Mbaaak, keren-keren sekali tanamannya. Beberapa kali saya menanam Mint tapi selalu gagal. Terima kasih sudah sharing pengalamannya.

    BalasHapus