Pengalaman Sholat Dhuhur Di Masjid Al Akbar Surabaya

09.18 Ivonie Zahra 12 Comments



Sejak dua tahun terakhir ini, saya dan keluarga memang sering bolak-balik ke Surabaya. Bahkan nyaris setiap bulan ada agenda ke Surabaya. Selain menghadiri acara undangan event blogger,juga sebagai pilihan untuk berlibur tipis-tipis atau staycation di hotel. Secara kalau mau liburan ke luar kota yang agak jauh juga belum memungkinkan.


Banyak pertimbangan dan perlunya persiapan yang matang. Butuh budget yang gak sedikit karena sekarang anak-anak sudah bayar penuh. Waktu libur suami juga terbatas Sabtu-Minggu dan Mas Aiman sekolah dari hari Senin-Sabtu. Kenapa gak staycation di Malang saja, kan banyak hotel tersebar? Gimana ya, memang sih dari segi jarak lebih dekat ketimbang harus ke Surabaya. Masalahnya harga hotel di Malang kalau waktu libur tarifnya lumayan mahal. Kalau dibandingkan dengan di Surabaya masih lebih terjangkau.

Kalau liburan ke Surabaya tak hanya sekedar staycation, biasanya saya memanfaatkan waktu yang ada untuk mengunjungi tempat wisata yang ada. Memang Kota Surabaya tempat wisatanya tak sebanyak di Malang, paling banyak ya wisata belanja alias ke mall. Namun saat ini di Surabaya banyak taman yang sudah dikembangkan seperti Taman Bungkul, Taman Harmoni dan lainnya.

Berhubung ke tempat-tempat tersebut sudah pernah, saya dan keluarga pun kepengen ke tempat wisata yang beda. Nah, tujuan kali ini mengunjungi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Beberapa kali ke Surabaya belum sekalipun menyempatkan waktu ke sini karena lokasinya yang gak di pusat kota.

Masjid Nasional Al Akbar, Masjid kebanggaan Warga Surabaya


Masjid Nasional Al Akbar
Masjid Al Akbar Surabaya Tampak Depan

Kebetulan bulan lalu saya dan keluarga staycation di Hotel Best Western Papilio Surabaya. Masjid Al Akbar ini lokasinya gak begitu jauh dengan hotel saya menginap. Kalau ke Surabaya naik bus, biasa bisa terlihat dari pinggir tol masjid ini dan membuat saya penasaran kepengen bisa mampir ke sini.

Masjid Al Akbar ini memang terkenal sebagai masjid kebanggan warga Surabaya karena terbilang masjid terbesar nomor dua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Bangunanya sendiri terlihat besar dengan cirri khas kubah menyerupai setengah lingkaran telur dan menara. Masjid Nasional Al Akbar ini juga biasa disebut Masjid Agung Surabaya.

Minggu, 7 Oktober 2018 usai sarapan dan berenang, saya pun memutuskan kembali ke kamar untuk bebenah sekaligus siap-siap packing buat check out. Rencananya barang bawaan saya titipkan terlebih dahulu di hotel kemudian saya dan keluarga hendak sholat Dhuhur di Masjid Nasional Al Akbar.

Transportasi di Surabaya sudah makin dimudahkan dengan adanya trasnportasi online. karena alasan itu pula saya jadi suka ke Surabaya, gak perlu takut kesasar karena gak hafal jalur angkot yang melewati daerah sana.

Bangunan Megah Dan Mihrab Terbesar Di Indonesia


Foto dulu sebelum sholat Dhuhur 

Sesampainya di lokasi saya meminta pada driver Gocar untuk turun di depan saja. Kalau menurut driver sih pintu masuknya ada di sebelah, tapi saya kepengen foto-foto di depan masjid sebelum masuk hehehe.

Cuaca Surabaya siang itu cukup panas, ya iyalah pas waktu sholat Dhuhur kan matahari tepat ada di atas kepala. Namun hal tersebut tak menyurutkan langkah saya untuk menyusuri halaman masjid yang luas banget. saya cukup terkesan dengan masjid ini ya, halaman masjid cukup bersih dan sudah terpaving rapi.

Bangunan masjid cukup megah dan indah dengan empat kubahnya dan satu menara di samping masjid. Kubah Masjid Nasional Al Akbar berwarna biru yang bentuknya berupa limasan. Selain kubah, ciri khas dari masjid ini pintu masuknya besar dan tinggi serta memiliki mihrab yang cukup besar sehingga dibilang terbesar di Indonesia.

Pintu Masjid Al Akbar
Pintu Masjid Besar & Tinggi


Mihrab Masjid Al Akbar Surabaya

Usai berfoto-foto dengan latar Masjid Nasional Al Akbar, saya pun segera menuju tempat wudhu wanita yang berada di samping dan letaknya berada di bawah. Tempat wudhu perempuan dan laki-laki tentu saja terpisah. Tempat wudhunya lumayan banyak sehingga gak perlu lagi mengantri kalau pas ramai. Kebetulan pas saya mau wudhu ada beberapa yang sudah selesai.

Tak jauh dari tempat wudhu terdapat tangga menuju atas yang menghubungkan dengan teras masjid sehingga gak perlu keluar tempat wudhu dan memutar untuk masuk ke dalam masjid. Begitu masuk ke dalam masjid, lagi-lagi saya dibuat takjud dengan desain dan interior masjid ini. Tempatnya pun luaas banget, di bagian dinding terdapat ukiran yang indah, konon ukiran tersebut dibuat oleh pengrajin dari Madura sehingga lebih nampak ornament khas Madura.




Saya sholat Dhuhur empat rakaat bareng Adik Aira, bersyukur dia bisa kooperatif karen ikut menirukan gerakan sholat saya tepat di samping saya. Namun namanya juga anak-anak tentu saja gak benar-benar sampai selesai gerakan sholatnya tetapi dia duduk manis menanti saya selesai.



Saya merasakan pengalaman yang menyenangkan sholat Dhuhur di Masjid Nasional Al Akbar ini, bisa lebih khusyuk dan tenang suasananya. Meski saya dalam rangka perjalanan namun tak ada keinginan untuk cepat-cepat selesai gerakan sholatnya apalagi sampai gak dzikir.

Usai sholat saya pun memilih duduk sejenak, mengamati para jamaah yang juga sedang melakukan sholat Dhuhur maupun yang terlihat sedang istirahat. Uniknya, di masjid ini banyak jamaah yang tidur-tiduran di lantai. Memang suasana di dalam terasa sejuk dan adem meskipun tanpa AC, hanya ada kipas angin yang anginnya tentu tak seberapa mengingat ruangan masjid yang luas.



Biasanya kalau di masjid lain, saya sering melihat tulisan yang menyatakan dilarang tidur di dalam masjid atau mushola. Nah, di Masjid Nasional Al Akbar ini tak ada tulisan tersebut sehingga tiap sudut nyaris ada yang berbaring dan tak ada petugas yang menghampiri dan mengingatkan untuk tidak tiduran di dalam masjid. Bahkan di tiap tiang penyangga masjid terdapat colokan yang kebanyakan digunakan untuk mencharger smartphone para jamaah.

Oh iya, sewaktu saya hendak menuju tempat wudhu sempat terlihat ada rombongan mobil pengantin. Sepertinya usai melakukan acara pernikahan di masjid ini dan terdapat aula yang memang disewakan untuk acara-acara pernikahan kali ya. Pas saya melewati bagian ruangan di masjid ini, nampak beberapa orang merapikan wadah bekas catering dan juga perintilan dekor pelaminan macam hiasan bunga-bunga gitu.


Saya dan keluarga cukup terkesan dengan Masjid Nasional Al Akbar. Berharap suatu hari bisa ke sini lagi atau bisa mengunjungi masjid-masjid lain yang ada di Kota Surabaya seperti Masjid Sunan Ampel. Usai sholat dan istirahat, saya dan suami pun memutuskan untuk mengunjungi Royal Plaza Surabaya sambil menunggu waktu jadwal kereta balik ke Malang.

Itulah kesan dan pengalaman saya sholat Dhuhur di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Teman-teman sudah pernah berkunjung ke masjid ini belum? Bisa sharing di kolom komentar ya atau adakah rekomendasi masjid di Surabaya yang perlu dikunjungi.




12 komentar:

  1. Sangat nyaman banget ya mbak tempat ibadahnya, kapan-kapan kalau ke Surabaya mau mampir juga ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saking nyamannya ogah beranjak dari ini masjid hehehe

      Hapus
  2. Kalau tempatnya seberis dan senyaman itu ibadah jadi makin khusyuk ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah iya, tempatnya pun tenang :)

      Hapus
  3. Megah banget ya mbak mesjidnya, kelihatan adem banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, rata-rata kalau masjid nasional gitu bangunannya megah dan indah

      Hapus
  4. Wah, siapapun boleh beristirahat di masjidnya teryata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kaget juga sih banyak yang tidur2an. lha di masjid kecil2 justru dikasih peringatan larangan tidur :D

      Hapus
  5. Suami saya udah 4 tahun ini bekerja di Surabaya. Tapi saya batal melulu mau ke masjid Al Akbar ini, hehe. Membaca blog mbak ini, jadi ada gambaran tentang masjidnya. Keren. Moga suatu hari saya sekeluarga bisa mampir juga.

    BalasHapus
  6. Alhamdulilah, tetep menjaga shalat meski bepergian. didepan masjid al akbar ada food court, ada es duren yang enaknya kebangetan. hehehe

    BalasHapus