Glamour Camping bersama Indekostour, Liburan Akhir Tahun paling Berkesan di Yogyakarta

08.47 Ivonie Zahra 4 Comments



Biasanya mendekati akhir tahun begini, saya mulai menyusun rencana untuk liburan bersama keluarga. Namun berbeda ceritanya untuk akhir tahun ini, Semenjak kabar baik itu sampai ke telinga, saya begitu antusias menyambutnya. Sejak jauh hari sudah mempesiapkan untuk perjalanan impian hati kecil saya sedari dulu. Sebuah harapan atau impian yang saya pendam dalam hati, yaitu me time dengan melakukan perjalanan sendiri.


Perjalanan sendiri yang saya maksud ialah perjalanan tanpa suami maupun anak-anak. setidaknya saya ingin punya waktu sejenak dari hiruk pikuk aktifitas sebagai ibu rumah tangga. Dan ini merupakan perjalanan pertama saya tanpa keluarga. Namun perjalanan sendiri yang saya maksud tidak benar-benar sendirian gitu, tapi bakal jalan bareng dengan temen-temen travel blogger lainnya yaitu Mbak Rien ( www.travelerien.com ) Mbak Dian ( www.adventurose.com ) Mbak Nurul (www.bukanbocahbiasa.com ) dan April ( www.keluargahamsa.com ).

Segala persiapan sudah saya lakukan dengan matang, mulai dari tas bawaan apa yang saya pakai, perlengkapan baju selama menjalani glamping dan tour nantinya hingga pritilan macam obat-obatan mengingat dua hari sebelumnya saya sempat drop. Begitu merasa badan gak enak, saya langsung periksa ke poliklinik, kan gak serum au jalan-jalan malah sakit duluan hehe.

Saat hari H tepatnya tanggal 29 November 2019, saya diantar oleh suami ke stasiun. Perjalanan ke stasiun sih terbilang lancar walau pas mau berangkat sempat ada insiden salah kostum alias legging yang saya pakai kekecilan dan bikin sukses diprotes suami hahaha. berhubung jarum jam terus berputar menuju angka jam keberangkatan kereta, gak bisa ganti  dan pasrah aja daripada ketinggalan kereta.

Saya sengaja berangkat lebih awal dan memilih perjalanan malam agar sampai di Yogyakarta gak terlalu siang. Kalau sesuai dengan jadwal sih sekitar jam 3.40 WIB mendekati waktu sholat Shubuh. Benar saja sampai sana jam segitu, perasaan saya bahagia campur terharu bisa menjejakkan kaki di kota yang penuh kenangan ini.   Ada benarnya sih ungkapan teman sekaligus mak comblang saya, Priyo kalau Yogya itu terbuat dari kenangan dan mantan. Secara saya pernah punya gebetan yang kuliah di Yogya sih hahaha.

Sambil menunggu pagi dan dijemput oleh tim Indekostour serta berkumpul dengan teman lainnya, saya pun memutuskan untuk tidur lagi di kursi tunggu stasiun selepas menjalankan sholat Shubuh. Meskipun selama di kereta saya habiskan buat tidur tapi rasanya masih pengen memejamkan mata. Ngomong-ngomong soal glamping dan indekostour ada yang belum tahu? Ntar bakal saya kasih tahu nih informasi lengkapnya, pokoknya baca tulisan ini sampai kelar #eaaa

Makan Siang Nikmat di Warung Kopi Klotok


Sekitar pukul 11.20 WIB akhirnya ketemu sama Mbak Nurul di luar stasiun, karena saya dan Mas Sunny dari Indekostour menunggu di minimarket yang berada tak jauh dari tempat parkir. Saya pun menyambut Mbak Nurul dengan menanyakan kabarnya kemudian kami pun berangkat ke bandara guna menjemput Mbak Rien dan April serta mbak Dian.

Beruntung cuaca Yogya siang itu cukup cerah ya, secara info yang saya dapat dari sahabat di Yogya beberapa hari sebelumnya tiap hari Yogya diguyur hujan lebat. Perjalanan menuju bandara lumayan lancar dan kami pun menunggu mereka di parkiran mobil gak ikut turun.

Begitu ketemu Mbak Rien, April dan Mbak Dian baru deh keluar mobil buat bersay hello dan salaman menanyakan kabar. Saya cukup excited bisa ketemu Mbak Rien dan April secara sudah cukup lama tak berjumpa.

Perjalanan pun dilanjut menuju tempat kami akan glamping yang berada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di daerah Kaliurang. Tapi sebelum ke lokasi, kami sempatkan mampir makan siang dulu ke Warung Kopi Klotok. Sewaktu membaca nama warung ini masuk dalam daftar itineari, saya senang banget. Secara saya baru tahu mengenai warung ini dari postingan youtube mbak Dian Farida.

Sebuah warung yang berkonsep nuansa pedesaan, bukan bangunan mewah apalagi yang instagramable. Justru bangunan rumah khas Yogya yaitu rumah joglo. Namun siapa sangka justru konsepnya yang sederhana tersebut menjadi daya tarik pengunjung, ditunjang dengan menu yang disajikan termasuk masakan khas desa. Mungkin bagi sebagian orang desa mah udah biasa kali makan sayur lodeh lauk ikan asin atau tempe goreng. Akan tetapi tidak halnya dengan orang perkotaan. Rasanya pasti beda makan menu khas desa sambil lesehan di pinggiran sawah yang pemandangannya hijau tanaman padi atau pepohonan. Suasa tersebut kan jarang ditemui di kota ya.

Benar saja, begitu sampai di lokasi yang menurut saya agak ke dalam tapi ramainya bukan main. Di area parkir sudah berjejer mobil dengan plat daerah setempat maupun yang dari luar kota. Saat masuk ke dalam, nyaris semua meja penuh terisi kami beruntung masih dapat meja untuk berenam.

Mas Sunny langsung cepat tanggap mengambil tugas memesan telur dadar gimbal yang merupakan salah satu menu andalan di Warung Kopi Klotok selain Kopi Klotok itu sendiri. Sementara untuk menu makannya pengunjung bisa mengambil sendiri karena sistemnya prasmanan. Melihat antrian menu makanannya luar biasa menular, sehingga kami kudu sabar hingga sampai giliran memegang piring dan memilih aneka menu sayur dan lau khas masakan desa. Begitupun dengan pilihan nasinya, saya tertarik mencoba nasi megono yang sudah familiar namanya. Penasaran dong dengan rasanya, dipadukan dengan sayur lodeh kates atau papaya, gudeg ceker tapi udah gak kebagian cekernya hiks dan tumisan  kobis ceciwis atau siwil.

Seperti biasa, sebelum makan edisi jepret-jepret menu tak terlewatkan, rasanya kurang afdol kalau tak didokumentasikan terlebih dahulu dan moment ini paling seru. Demi hasil yang kece paripurna dibela-belain naik kursi untuk sebuah foto angle flatlay.

Bagaimana rasanya? Sungguh nikmat, meski sederhana tapi rasa komposisi bumbunya pas. Pas asin, manis dan gurihnya buat yang suka pedas bisa ditambah sambal serta jangan lupa lauknya telur dadar gimbal yang unik. Kenapa unik? Karena bentuknya telur dadar bulat namun teksturnya agak crispy bagian pinggir-pinggirnya menyerupai gimbal, makanya dinamakan telur dadar gimbal. Apalagi sudah ada bumbu dan potongan cabe sebagai pelengkap si telur dadar ini.

Sementara untuk minumannya saya pilih wedang jahe yang utuh dan digeprek plus sebatang serai. Hati senang perutpun kenyang. Satu hal yang menarik lagi dengan warung ini, kami gak bisa membungkus makanan yang tersisa. Entah alasannya kenapa kurang tahu pasti, kemungkinan karena memang tidak menyediakan pembungkusnya kali ya.

Mengenal Lebih Dekat Indekostour


Biasanya kalau liburan atau travelling sukanya kan menginap di hotel ya, tetapi trip kali ini berbeda. Menginapnya dengan glamping alias glamour camping yang mana kami bakal tidur di tenda dan semuanya sudah dihandle oleh Indekostour sehingga gak perlu takut rempong harus mendirikan tenda sendiri.

 Pertama mendengar nama ini kalian bakal berpikiran soal kost? Ada benarnya sih, jadi Indekost ini merupakan sebuah aplikasi yang tercipta guna memudahkan anak kost, mulai dari mencari tempat kost hingga sistem pembayaran. Sehingga gak ada lagi ceritanya tuh ditagih-tagih bayaran kostan sama ibu kost. Semuanya sudah bisa menggunakan aplikasi Indekost karena semuanya akan terperinci.

Kemudian dalam pengembangannya, Indekost membuka anak cabang yang tidak hanya sekedar berurusan soal kost dan tagihan, namun juga menyediakan jasa paket glamping dan tour sesuai budget loh. Nah, nama anak cabangnya Indekostour. Kalau kalian mau ngetrip bisa hubungin Indekostour yang akan menghandle dan membuatkan itineari sesuai keinginan dan budget kalian. Udah kenal dengan Indekostur kan? Yuk, mari kita simak mengenai glampingnya.

Glamour Camping di Lereng Merapi



Usai makan, kami langsung diajak menuju tempat glamping yang berada di jalan Kaliurang  KM 23. Lumayan jauh memang dari pusat kota, lha namanya mau glamping yang suasananya lebih di alam terbuka ya. Ada yang baru pertama dengar kata glamping? Glamping itu kepanjangan dari glamour camping, yang mana konsepnya seperti camping hanya saja prasarananya lebih wah gitu.

Biasanya nih ya kalau camping kan kita musti mendirikan tenda sendiri, nah kalau glamping tenda sudah disiapkan berserta perlengkapannya seperti kasur, bantal dan selimut yang nyaman. Saat malam ada BBQ party serta sarapan nikmat di pagi harinya. Jadi nuansa camping tetap dapat namun gak pakai rempong lagi.

Begitu sampai di tempat glamping, deretan tenda berwarna biru menyambut kami. Saya yang sudah lama gak camping sangat excited dong. Terakhir camping itu waktu sma, itupun bukan yang di alam terbuka melainkan di halaman sekolah.

Lokasi camping ground berada di belakang Melcosh Cafe, terdapat lahan yang luas serta ada area panggung terbuka maupun yang ada tendanya. Tenang saja, menuju lokasinya bisa jalan kaki maupun yang bawa kendaraan bisa sampai bawah.


 Glamping yang dihandle oleh Indekostour ini ada beragam paket, mau yang standard per tenda isi minimal 2-3 orang ada atau paket family dengan ukuran tenda lebih besar bisa muat 5-6 orang. Semua tenda dilengkapi dengan kasur yang tebal dan bantal yang empuk, selimut hangat serta ada meja dan kursi mini tapi kuat. Harga paket glampingnya mulai Rp.95.000/ malam sedangkan untuk paket family mulai Rp.400.000/malam.


Kami pun menyimpan barang-barang bawaan ke dalam tas, saya kebagian satu tenda dengan April. Selanjutnya kami ngobrol cantik di depan tenda sambil membuka oleh-oleh, kebetulan saya bawa oleh-oleh khas Malang yang barusan dilaunching. Biasalah cewek-cewek kalau ngumpul banyak yang mau diobrolin dari urusan blog sampai keluarga sehingga kami makin akrab satu sama lain. Biasanya kan cuma haha hihi di chat grup.


Berhubung waktu belum terlalu sore, kami pun diajak menunjungi salah satu tempat wisata yang tak jauh dari lokasi glamping. Dimana itu? Ke Stonehenge teman-teman! Oh my God saya hepi bangetlah, secara tahu tempat ini dari internet lebih tepatnya postingan foto salah satu teman di dunia maya.

Gak nyangka bakal  secepat ini ke sini. Jalanan menuju ke sana awalnya agak macadam namun berikutnya mulus-mulus saja dan lumayan agak ke dalam, jauh dari pemukiman penduduk dan dekat dengan tempat wisata yang macam castle itu.





Sore yang sendu kami habiskan di sini buat pepotoan, meski cuaca agak mendung namun kesannya justru lebih dapat berasa kayak lagi musim dingin di luar negeri. Konon Stonehenge di Kaliurang ini tiruannya yang di luar negeri sono. Pertama lihat kagum juga, kok bisa berdiri tumpukan batu yang besar dan berjajar tak beraturan namun terlihat menarik.

Usai puas pepotoan dan cuaca mulai gerimis rintik-rintik, kami pun balik ke camping ground. Istrirahat dan sholat sejenak sebelum menyambut agenda berikutnya, yaitu blogger gathering dengan para blogger Yogya yang sudah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Kami bakalan BBQ Party sambil sharing gitu deh.

Blogger Gathtering Bareng  Indekostour



Saat kami sampai di lokasi glamping, sudah ada beberapa blogger Yogya yang sudah tiba di Melcosh Cafe. Kemudian mereka diarahkan untuk turun ke bawah mendekati area glamping. Karena nantinya bakal ada BBQ Party.


Sayangnya sewaktu persiapan bikin api unggun, sempat turun hujan sebagian dari kami pun berteduh di sebuah aula terbuka yang sudah tersedia beserta karpet. Sementara tim dari Indekostour tetap berusaha menyalakan api unggunya. Sedangkan di tempat lain ada tim cewek yang persiapan bakar-bakar jagung dan sosis.

Api unggun pun akhirnya nyala, kami bisa makan-makan jagung bakar sambil mengelilingi api unggun deh. tapi sayangnya tak berlangsung lama karena hujan turun. Kami pun kembali ke aula, di acara gathering blogger sambil BBQ Party ini saya bisa ketemu dengan blogger Yogya yang tadinya cuma say hello dan komen-komenan sosial media. Beberapa blogger baru kali ini ketemu seperti Mbak Prima, Mbak Yoana, Mbak Ardiba hingga Om Yahya dll.

Malam kian larut dan acara blogger sharing pun dibuka oleh Mbak Diaz selaku Owner dari Indekostour. Beliau menyampaikan beberapa patah kata mengenai apa sih Indekostour itu kepada para blogger yang hadir. Selanjutnya sesi sharing yang disampaikan oleh beberapa blogger seperti Mbak Nurul, Priyo, Om Yahya, April, Mbak Rien dan termasuk saya sendiri.


Saking asyiknya sharing ternyata waktu makin cepat berjalan dan tak terasa sudah hampir pukul 10 malam sewaktu acara blogger gathering ini diakhiri. Sebelum benar-benar ditutup, sempat foto bersama dengan semua blogger dan tim Indekostour, ada Mas Imung yang gokil, Mbak Diaz dan Mbak Ve. Usai teman-teman blogger Yogya berpamitan, kami bukannya tidur malah asyik lanjut ngobrolnya, terutama saya, Mbak Dian dan Priyo yang masih tinggal di tempat. Sementara di sisi lain ada April, Mbak Rien juga tak kalah asyik ngerumpi hihi.  Sedangkan Mbak Nurul dan Mbak Nuty salah satu peserta yang ikut glamping semalam bareng kami sudah masuk tenda terlebih dahulu.


Makin malam rupanya hujan mulai turun lagi dan makin deras, saya pun mulai merasakan kantuk, kami yang tersisa memutuskan membubarkan diri,  saya dan April memutuskan balik ke tenda, Mbak Rien dan Mbak Dian juga sedangkan Priyo balik ke rumahnya.

Usai membersihkan wajah dan memakai skincare, saya dan April pun memutuskan untuk lekas tidur, karena esok pagi akan melanjutkan trip ke tempat wisata lainnya yang sudah direncanakan. Pertama kalinya bermalam di dalam tenda, ditemani suara gerimis hujan yang menimpa tenda, rasanya makin syahdu dan tenaang gitu sebelum akhirnya saya pun terpejam. Sungguh sebuah pengalaman dan liburan akhir tahun paling berkesan.

Sampai ketemu di tulisan destinasi selanjutnya yaa....









4 komentar:

  1. Asyiiknya bisa camping dengan fasilitas yang lengkap, kalau aku terakhir kali kamping pas ke Sempu itupun pakai jas hujan yang dipaksa jadi tenda karena tendanya nggak cukup. Semoga dengan me time ini, Mama Ivon bisa refreshing sejenak dari kesibukan dan kepenatan mengurus suami dan anak-anak.

    BalasHapus
  2. Malam itu hangat meski hujan dan udara dingin. Hangat karena kedatangan teman-teman blogger di Jogja. Api unggunnya pun tetap menyala meski hujan, sampai kita selesai baru padam apinya. Sosis bakarnya enak euy...

    Aku suka glamping seperti ini. Bener-bener tenda tapi tetap tidur manja hihi

    BalasHapus
  3. Aku pengen nyoba indekost tour yang di Malang di rumah Bata Merah. Promo tahun barunya murah banget tapi males ke Malang kalau tahun baru. Moga aja tahun depan bisa nyobain glampingnya indekost tour

    BalasHapus
  4. Asyique buangeeett
    kapan2 pengin ngulang Glamping ama kiddos :D

    BalasHapus