Jumat, 18 November 2016

5 Alasan Ikut Arisan Keluarga Besar

Foto bareng di Simpang Lima Gumul Kediri

Menjadi bagian dari sebuah keluarga besar itu menyenangkan. Terutama keluarga besar almarhum bapak, yang nota bene banyak saudaranya. Almarhum bapak sendiri merupakan anak lekaki pertama dan satu-satunya dalam keluarga besar Mbah Suparman. Adik-adiknya yang berjumlah enam orang  perempuan semua. Jadi, saya punya banyak bulek dan juga sepupu. Selain itu rata-rata anak bulek saya memiliki minimal dua orang, tinggal dikalikan saja deh. Nah, sekarang anak-anaknya semua pun satu persatu sudah berumah tangga dan mempunyai anak juga istilah Jawa-nya mbrenah.

Kamis, 17 November 2016

Review Kampung Lumbung Boutique Hotel Batu

 Review Kampung Lumbung Boutique Hotel Batu

Mengunjungi Kota Batu, bagi saya tak akan pernah ada bosennya. Bagaimana tidak, di sini banyak tempat wisata yang pastinya ingin dikunjungi. Hanya saja rasanya waktu seharian gak akan cukup untuk menikmati semua tempat wisata tersebut. Untuk alasan itu saya membutuhkan  tempat menginap yang nyaman agar punya banyak waktu selama di Kota Batu. Apalagi kalau berliburnya bareng keluarga atau teman.

Senin, 14 November 2016

Kopdar Komunitas Malang Citizen dan Menikmati Hidangan Warung Khas Batu

Mie Goreng


Sejak memutuskan konsentrasi lagi pada dunia blog, banyak agenda yang berkaitan dengannya. Seperti minggu lalu, secara berurutan acara blogger-nya. Hari Kamis ada acara ngobrol bareng Blogger Malang dengan BCA. Selanjutnya Jum’at, bakal ada kopdar dengan anggota Komunitas Malang Citizen sekaligus membahas lebih detail di Warung Khas Batu.

Tadinya mau mengajak kedua anak saya, tetapi mendekati waktu berangkat sementara di luar hujan cukup deras. Mas Aiman terpaksa gak diajak, dia saya titipkan ke rumah ibu mertua. Di sana ada nenek-nenek-nya (bulek dari suami) yang bisa menjaga. Sedangkan Aira saya bawa karena dia masih minum ASI, mau ditinggalpun gak mungkin karena saya gak punya stok ASIP. Saya berangkat dengan suami dan Anis, dia membawa serta Asma sedangkan adiknya Ilmi di rumah bersama ayahnya.

Sewaktu berangkat, hujan memang tak sederas sewaktu suami pulang kerja. Sedangkan waktu yang disepakati bareng teman-teman sudah lewat sehingga rombongan saya agak terlambat. Tadinya akan janjian di dekat pom bensin Pendem, tetapi pas saya sampai sana tidak ada akhirnya saya meminta suami terus saja. Mungkin yang lainnya sudah langsung menuju lokasi.  Ndilalah mendekati lokasi justru hujan makin deras. Saya dekap erat Aira agar tidak sampai basah, biarlah saya yang basah asal dia tidak, ditambah lagi udara di Batu cukup dingin.

Ngobrol Santai dengan Komunitas Citizen Malang

Benar saja, teman-teman komunitas Malang Citizen sudah sampai terlebih dahulu. Ada Mbak Eren, Mas Richo, Mbak Sri, Mas Misbach, Pak Assaifi, Sandi, Mas Slamet dll. Usai berbasa-basi sebentar, saya langsung mencari tempat yang buat kumpul. Teman lainnya pun satu per satu menyusul  dan lekas memulai acaranya. Ada banyak hal yang akan di bahas.

Acara ngobrol santai dibuka dengan Anis selaku coordinator acara ini. Kemudian perkenalan masing-masing anggota secara mendalam, mulai dari nama, alamat blog hingga statusnya. Memang benar, anggota Komunitas Malang Citizen ini tidak harus lahir di Kota Malang atau Batu. Melainkan pernah atau sedang stay di Malang atau Batu boleh bergabung, gratis tanpa dipungut biaya hehe. Seperti rencana sebelumnya yang pernah digagas di grup whatsapp, sambil ngobrol santai akan ada materi yang disampaikan berkaitan dengan dunia blog. Ada dua materi yang disampaikan dari 3 materi yang direncanakan. Tentang food photography  buat pemula dan SEO.

Menikmati Hidangan Warung Khas Batu

Aneka Menu di Warung Khas Batu

Sambil menunggu hidangan yang dipesan, saya dan teman-teman menyimak materi. Untuk materi food photograhy disampaikan oleh Mas Misbach dan saya sendiri, sedangakan materi SEO oleh Pak Assaifi. Oh iya, untuk menu yang saya pesan adalah sate kelinci. Sebenarnya sudah pernah ke sini, sayangnya belum kesampaian mencicipi menu sate kelincinya. Untuk minuman, karena cuaca cukup dingin, saya butuh yang hangat dong dan pilihan saya pada sekoteng.

Orange Punch & Sekoteng

Mas Misbach yang memberikan materi food photography terlebih dahulu.  Beliau menyampaikan tentang mode garis bantu pada smartphone,  bagi blogger yang memotret makanan menggunakan smartphone. Dengan adanya garis bantu, blogger bisa menentukan fokus mana pada makanan yang akan dibidik atau ditonjolkan. Beruntung tak lama dari memberikan materi, hidangan datang di antar oleh waitress pria yang usianya masih cukup muda. Sehingga teman-teman bisa langsung mempraktekan.

Belajar Food Photography by Smartphone

Selain itu, saya menambahkan materi food photography mengenai pencahayaan. Diusahakan kalau memotret makanan jangan menggunakan mode flash, karena tekstur makanan akan terlihat flat dan tidak menggairahkan. Kecuali kalau cahaya ruangannya redup, bisa saja memakai mode tersebut asal pandai menentukan  posisi memotret. Selanjutnya diteruskan dengan materi SEO oleh Pak Assaifi. Bagi saya tentu saja ini ilmu baru, jadi lebih banyak menyimaknya hehe.

Pak Assaifi sharing tentang SEO

Aneka Menu Di Warung Khas Batu



Sambil teman-teman praktek memotret makanan, saya menikmati menu yang sudah terhidang. Di Warung Khas Batu ada banyak menu yang bisa dipilih sesuai selera. Menurut Kang Asep, selaku manager  menu andalan di Warung Khas Batu ini, Sate Kelinci dan Nasi Goreng. Tetapi jangan khawatir, masih banyak menu lainnya seperti  mie goreng, pecel rawon, aneka rerotian, pizza dll. Begitu juga minumannya, ada aneka minuman hangat atau dingin seperti susu jahe dan punch orange. Beruntung saat itu masih ada satu porsi sate kelincinya. Buat saya yang sudah pernah menikmati sate kelinci, ukuran daging sate kelinci Warung Khas Batu termasuk besar lho. Bumbu saus kacangnya pun terasa dan komposisinya pas di lidah saya.
Sate Kelinci Warung Khas Batu



Selain itu, saya juga sempat mencicipi nasi goreng rempah. Sekali sendok, saya suka dengan nasi gorengnya. Komposisi bumbunya pas ya, antara rempah, manis dan pedasnya seimbang. Terang saja, kelar makan sate kelinci saya masih lanjut nasi goreng rempahnya haha. Maklum selain memang enak, saya seorang busui yang bawaannya laper karena menyusui Aira.

Nasi Goreng Rempah

Harga dan Lokasi Terjangkau

Oh iya, harga makanan di Warung Khas Batu ini terjangkau lho. Jadi kalau pas liburan ke Batu habis dari tempat-tempat wisata bisa makan di sini sehingga gak bikin dompet jebol. Tahu sendiri khan harga tiket masuk wisata di Batu. Selain itu tempatnya pun mudah di jangkau baik dengan mobil maupun motor. Jalanannya pun cukup lebar dan sederetan  dengan tempat wisata macam Museum Angkut, Jatim Park 1, dan lainnya. Area parkir untuk mobil maupun motor luas. Kurang enak apa coba ?

Taman & Kolam Ikan 

Suasana di Warung Khas Batu pun juga asyik, kalau malam bisa memandang kerlip lampu di kejauhan lereng bukit Gunung Arjuna. Serta ada taman dan kolam mini di tengahnya. Bikin suasana hangat dan romantic deh. Ruangannya pun cukup luas, buat makan sendiri atau bareng-bareng seperti saya dan teman-teman.

Ngobrol bareng teman Malang Citizen




Sebenarnya masih ingin ngobrol bareng, sayang malam makin larut. Sebagian teman berpindah ke homestay Mbak Eren. Rencananya saya dan suami mau ikut juga, tapi lihat kondisi Aira, saya khawatir dia makin kedinginan. Akhirnya saya putuskan untuk pulang ke Malang. Semoga next time bisa ke homestay Mbak Eren ya. Pokoknya asyik dan seru ngobrol serta berbagi ilmu bareng blogger Komunitas Malang Citizen di Warung Khas Batu.




Sabtu, 05 November 2016

Perjalanan Pertama Baby Aira Naik Kereta Ke Sidoarjo


Setiap dua bulan sekali, saya ada agenda arisan keluarga. Nah, untuk yang pertama sudah terlaksana di Kediri. Untuk giliran kali ini di Sidoarjo, rumah sepupu saya.
Dikarenakan lokasi di Sidoarjo, maka saya memutuskan untuk naik kereta saja. Bagi saya, selama bisa ditempuh kendaraan umum maka tidak perlu menumpang pada saudara lain.

Satu minggu sebelum acara, saya sudah meminta suami untuk memesan tiket kereta tujuan Kota Sidoarjo. Saya memintanya untuk membeli empat kursi agar Aira bisa leluasa. Perjalanan itu tentu saja jadi yang pertama buat Aira naik kereta.
Berangkat dari rumah pukul enam pagi, sementara keberangkatan kereta pukul tujuh dari Stasiun Kota Baru. Nantinya saya akan turun di Stasiun Waru.


 Di awal perjalanan Aira sangat menikmati. Bergantian dengan suami, saya memangkunya. Sesekali sempat diusili sama Mas Aiman. Baru di pertengahan baby Aira mulai bosan. Sayangnya saya kelupaan membawakan boneka buat dia mainan. Lalu saya menyusuinya lalu ditidurkan di kursi kereta yang sebelumnya sudah di alasi selimut yang lebih empuk. Tidak berapa lama dia tertidur deh. Saya pun sempat mengantuk pula.

Sewaktu hampir mendekati stasiun tujuan baby Aira terbangun. Kondisi kereta penuh dan sebagian ada yang berdiri. Kesimpulan saya, baby Aira sudah bisa diajak kerjasama dengan baik selama perjalanan dengan kereta meskipun hanya dua jam. Semoga next perjalanan pun bisa begitu.


Kamis, 03 November 2016

Tips Menumbuhkan Kecerdasan Finansial pada Anak


Ruang Seminar di Hotel Riche


Sewaktu ada info tentang seminar di salah satu grup facebook parenting, saya masih santai dan belum kepikiran untuk ikut. Biasanya saya sesuaikan dengan jadwal suami atau tema yang akan di sampaikan. Apakah yang sedang saya butuhkan atau tidak. Tetapi yang namanya seminar parenting tema apapun, buat saya perlu karena bisa menambah ilmu. Karena tidak ada yang namanya sekolah menjadi orang tua, sehingga seminar atau talkshow parenting menjadi sarana untuk belajar menjadi orang tua yang lebih baik dan bijak.

Saya, Aira dan Mak Astri

Namun waktu saya sedang staycation di Batu, baca kembali info itu jadi tertarik. Apalagi ada teman satu grup di WA Mak Astri juga ada yang ikutan. Dan kebetulan hari itu terakhir pendaftaran, tanpa pikir panjang lagi saya pun menyampaikan untuk ikut. Apalagi saya juga kenal baik dengan pembicaranya dan bukan pertama ini ikut acara seminar parenting yang beliau adakan.

Tema Parenting


Tempat acara berlangsung cukup dekat dengan rumah, sehingga saya gak terburu-buru berangkatnya. Karena nantinya saya datang dengan baby Aira, persiapannya pun tidak terlalu ribet bawa pritilan yang banyak. Cukup bawa pospak, tisu basah dan satu baju untuk ganti bila dibutuhkan. Sesampai di tempat acara, sudah banyak yang datang namun acara belum dimulai. Saya mendapat tempat duduk paling depan, sementara di depan deretan kursi disediakan tikar untuk para anak-anak yang ikut orang tuanya. Disediakan banyak buku untuk bisa dibaca. Tema parenting yang akan disampaikan adalah Menumbuhkan Kecerdasan Finansial pada Anak yang disampaikan oleh Abyz Wigati. Beliau adalah penulis buku dan praktisi parenting nasional sekaligus founder Pondok Parenting Harum.
Para Peserta


Mbak Elis Selaku MC

Tidak berapa lama setelah saya datang, acarapun dimulai. Acara tersebut dibuka oleh Eliscetta yang merupakan seorang pendongeng nasional dan terkenal dengan boneka Cetta, temannya mendongeng. Selanjutnya diisi dengan penayangan profil Pondok Parenting Harum. Kebetulan hari itu adalah ultah Pondok Parenting Harum yang ke-3  sehingga ada perayaan secara simbolis.


Presentasi Sun Life  Finansial


Usai perayaan ultah pondok parenting secara simbolis, acara selanjutnya diisi oleh Sun Life Finansial. Sun Life Finansial merupakan perusahan jasa keuangan internasional terkemuka  yang menyediakan beragam produk proteksi dan akumulasi kekayaan. Sun Life Finansial berdiri di Kanada sejak tahun 1865. Sementara Sun Life Finansial Indonesia sendiri berdiri sejak tahun 1995. Memiliki 86 kantor pemasaran konvesional dan 35 kantor  pemasaran syariah di 53 kota di seluruh Indonesia.

Dalam penjelasannya, Bapak Afrian Pratista menyampaikan  apa saja yang bisa dilakukan dengan memilih Sun Life Finansial dan mengenai perencanaan keuangan. Diantaranya ;
-          Mempersiapkan  masa pensiun
-          Mengakumulasi kekayaan/asset
-          Mempersiapkan dana pendidikan
-          Mempersiapkan dana untuk kesehatan
-          Mempersiapkan dana perjalanan ibadah.
Dengan adanya presentasi dari Sun Life Finansial ini, sedikit banyak saya tahu apa yang harus dipersiapkan untuk Aiman dan Aira. Salah satunya yang saya pikirkan adalah dana pendidikan. Karena dari tahun ke tahun biaya pendidikan makin bertambah.

Tips Menumbuhkan Kecerdasan Finansial pada Anak


Usai peresntasi dari Sun Life Finansial, sesi selanjutnya sempat diisi dengan penampilan permainan biolanya Adek Bening yang notabene adalah anak bungsu dari Mbak Abyz Wigati. Kemudian masuk pada acara inti seminar, menumbuhkan kecerdasan finansial pada anak yang disampaikan oleh Mbak Abyz Wigati.

Penampilan Bening

Mengapa anak penting memiliki kecerdasan finansial? Pada dasarnya anak bukan sekedar berperilaku hemat atau kemampuan mengelola keuangan, namun proses menumbuhkan kecerdasan finansial pada anak juga merupakan proses pengendalian diri. Hal ini akan berpengaruh pada perilaku mandiri dan pola pikir pada usia dewasa mengenai uang.

Salah satu contoh menumbuhkan  kecerdasan finansial pada anak, mengenai uang jajan. Ubah pola pikir mengenai uang jajan jadi uang saku. Karena dengan begitu anak bisa cerdas mengelola uangnya. Kalau dibilang uang jajan, maka anak akan memahaminya untuk beli jajan sehingga tidak ada yag tersisa untuk lainnya.  Berikut tips menumbuhkan kecerdasan finansial yang disampaikan oleh mbak Abyz Wigati.
1.       Memahamkan anak tentang berbagai kebutuhan dalam kehidupan sesuai fase                      tumbuh kembangnya.
2.       Memahamkan anak tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan. 
3. Melibatkan anak mengelola keuangan keluarga sesuai fase tumbuh kembangnya.
4.       Memberi kepercayaan anak untuk mengelola uang pribadinya (uang saku).
5.  Damping anak secara bertahap, ajarkan, buat kesepakatan, contohkan dan                             konsisten.
6.       Beri kesempatan pada anak untuk ‘salah’.
7.       Evaluasi dan lanjutkan proses belajar.
8.       Anak berhak dan wajib berkontribusi dalam pembiayaan event keluarga.
9.       Apresiasi setiap keberhasilan walaupun kecil.
10.    Hindari kritik, ganti dengan evaluasi bersama.

Selain tips yang sudah di sampaikan, Mbak Abyz juga berbagi pengalaman menumbuhkan kecerdasan finansial pada anaknya, Bening. Di usianya yang masih kelas 4 SD, dia sudah memiliki tabungan di bank sebesar 1,4 juta yang disisihkannya dari uang saku. Menurut beliau, uang saku Bening seminggunya dua belas ribu itupun sebagian untuk ditabung dan merasa cukup. Saya cukup terkejut dan takjub mengenai hal itu. Saya yang sudah emak-emak saja kadang susah punya tabungan sebesar itu hehe

Dengan adanya cerita pengalaman anak Mbak Abyz memacu saya untuk menumbuhkan kecerdasan soal mengelola uang pada Aiman dan Aira. Sejauh ini masih Aiman, kalau saya atau ada yang memebri uang, dia dengan semangat memasukan uang ke dalam celengannya. Karena saya tidak membiasakan dia beli jajan di warung, yang sering mengajak justru neneknya.


Usai Mbak Abyz menyampaikan materi, selanjutnya Mbak Elis selaku MC dan moderator memberikan kesempatan pada peserta yang kebanyakan para ibu. Namun ada juga bapak-bapak yang tunjuk jari untuk bertanya.


Banyak masalah yang disampaikan oleh para ibu mengenai uang saku anaknya. Ada yang uang saku seminggu tiga puluh ribu masih berasa kurang dan menanyakan gimana penanganannya. Saat mbak Abyz menjawab solusinya, diselingi dengan pembagian susu pasteurisasi dari Jabmilk dan pembagian doorprise dari Sun Life Finansial bagi yang berhasil menjawab pertanyaannya. Sebelum acara berakhir. Ada pembagian doorprise juga bagi yang sudah bertanya dan foto bersama.



Orang tua adalah figure keteladanan bagi anak, maka mengharapkan kebaikan pada anak harus pula diikuti oleh contoh nyata perilaku baik dari orang tua secara konsisten. Sehingga anak pun tidak akan bingung maupun ragu mengelola uang dengan cerdas.


Saya dan Mbak Abyz W