Tips Membuat Nama Bayi Laki-Laki ala SehatQ

18.21 aurabiru 0 Comments

 

tips membuat nama bayi laki-laki ala sehatq

Apakah Anda sedang hamil dan bingung menentukan nama bayi laki-laki? Nama adalah doa sehingga saat membuatnya tidak boleh asal-asalan, karena kelak menempel selama seumur hidup. Oleh karena itu, wajar jika sebagai orang tua kita memilihkan nama terbaik. Nama yang memberi doa dan harapan, semoga kelak ia menjadi orang yang berhasil.

Saat memilih nama bayi maka Anda bisa melakukan review, apakah dari kumpulan nama jika disatukan menjadi ‘nyambung’ atau malah janggal. Setelah mendapatkan beberapa nama maka diskusikan juga dengan pasangan, dan ia juga bisa memilih yang terbaik.

Berikut ini beberapa tips untuk mengarang nama anak lelaki kesayangan Anda:

1. Ingin Nama Bernuansa Apa?

Saat akan membuat nama bayi laki-laki maka ada beberapa nuansa, misalnya nama yang terkesan kearab-araban, nama dengan bahasa sansekerta, sampai nama ala eropa. Misalnya jika Anda ingin memberi nama Ashraf yang bernuansa timur tengah, maka artinya adalah ‘yang terhormat. Ada pula alternatif nama lain yaitu Tamam yang masih berasal dari jazirah Arab, yang berarti dermawan.

Paduan nama bisa juga dipadu-padankan asal terdengar ‘nyambung’, tetapi jangan memaksakan diri dan jadinya terlihat janggal. Misalnya paduan nama Wafi Karel Ifran, jadi seperti tiga orang dalam satu baris, bukannya satu nama. Agar lebih aman, pilih paduan yang masih bernuansa sama, misalnya Muhammad Zaafir (arti Zaafir adalah kemenangan).

2. Jangan Terlalu Panjang Sampai Susah Dihafal

Ada pameo yang berkata bahwa nama anak sekarang terlalu susah dan panjang. Nama yang makin panjang bukannya makin bagus, malah makin menyusahkan. Pertama, jadi susah untuk dihafalkan sendiri oleh sang anak. Kedua, jika ingin mengisi formulir, maka kolomnya tidak cukup. Jadi sebaiknya review dan maksimal empat nama saja yang dipadukan. Misalnya Muhammad Abyan Al Haafiz yang berarti anak yang bersih dan menjaga al-quran.

3. Apakah Perlu Menambahkan Nama Belakang?

Di Indonesia, jarang seseorang memiliki nama belakang alias family name (tidak seperti di luar negeri). Akan tetapi, tidak ada salahnya menambahkan nama belakang (yang biasanya dari nama sang ayah. Dengan catatan, jika dipadukan masih ‘nyambung’. Misalnya, sang anak memiliki nama Ahmad Fatir al Farizi, karena sang ayah bernama Muhammad al Farizi. Akan tetapi jika sang ayah memiliki nama bernuansa jawa (misalnya Selamet), maka sebaiknya tak usah pakai nama belakang.

4. Perhatikan Arti dari Nama Tersebut

Jangan asal pilih dan butuh review karena harus memperhatikan arti dari nama tersebut. Misalnya jika Anda ingin membuat nama ‘Jamal’, memang ‘jamila’ artinya cantik. Akan tetapi Jamal bukannya ganteng, tetapi berarti onta! Ada pula nama Abdul yang berarti ‘hamba’, dan sebaiknya diubah jadi Abdullah yang berarti hamba Tuhan.

Jangan sampai salah pilih nama dan akhirnya membawa pengaruh buruk untuk hidup anak tersebut. Jadi, selalu buka kamus, buku arti nama, dan buka-buka situs untuk mendapatkan referensi nama-nama pria yang bagus serta jarang dipakai (agar tidak pasaran).

5. Jangan Menyematkan Nama yang Berkesan Negatif

Nama untuk anak sebaiknya dibuat sendiri untuk ayah atau ibu, karena jika yang membuatkan orang lain (terutama yang berusia sangat tua), bisa membuatkan nama yang mencerminkan kehidupan saat anak lahir. Akan tetapi, sayangnya malah berkesan negatif.


Sumber : freepik.com


Ingatlah bahwa nama akan disandang anak seumur hidup. Jangan sampai ada interverensi dari kerabat atau pihak lain dan jabang bayi malah diberi tambahan nama ‘tin’ yang berasal dari kata prihatin. Anda tidak mau ia akan sengsara, bukan? Ada lagi ide bagi anak yang sudah tak punya ayah, dan malah dinamakan ‘yatim’. Ia akan malu memakai nama tersebut.

Memberi nama bayi laki-laki memang butuh kesabaran dan kemauan yang tinggi untuk mencari banyak referensi, dari bahasa sansekerta, latin, sampai arab. Pastikan nama untuk anak lelaki tersebut keren tetapi tidak pasaran. Namanya juga jangan terlalu panjang sampai susah sekali dihafal.

0 comments: