Kamis, 26 Januari 2017

Dancok Cafe Malang, Cafe Hitz Bernuansa Alam Hutan Pinus


Suasana Alam Hutan Pinus yang Sejuk


Minggu lalu saya dan teman-teman blogger Malang Citizen berkesempatan ngetrip bareng lagi. Tujuan yang sudah kami sepakati adalah mengexplore wilayah Batu, salah satunya ke Dancok Cafe. Pertama mendengarnya, mungkin akan terdengar aneh dan menggelitik di telinga. Tetapi jangan salah sangka dulu, nama cafe tersebut hanya sebuah singkatan dari Daun Cokelat.



Sebenarnya saya sudah lama tahu tentang cafe ini, hanya saja belum ada kesempatan dan waktu yang pas ke sana. Apalagi tempatnya masih naik ke atas dari Alun-Alun Kota Batu. Dancok cafe lokasi tepatnya masih  satu area Wisata Coban Rondo di Pujon  Kabupaten Malang. Ada beberapa teman yang sudah pernah ke sana dan menuliskannya di blog maupun posting foto hasil selfi di instagram. Hal itu membuat saya makin penasaran dong.

Awal Mula Berdirinya Dancok Cafe

Dancok Cafe sendiri baru di buka pada 17 September 2016. Mas Iwan, selaku pengelola cafe bersama enam orang yang memodalinya termasuk pejabat perhutani mengagas berdirinya cafe ini. Saat ini, pengunjung cafe sudah jauh lebih banyak dari awal berdiri, sekitar 100-150 orang per harinya.

Untuk penamaan cafenya sendiri, menurut beliau berasal dari salah satu bahan menu yang disajikan, yaitu cokelat. Agar bisa terdengar agak nggateli dan terdengar lebih greget di telinga, ditambah dengan daun dan disingkat Dancok. Jelas beda dengan sebuah umpatan dalam bahasa Jawa, Jancuk. Selain dari segi tulisan, dalam instonasinya pun beda bila diucapkan.

Menu yang Di Sajikan Di Dancok Cafe

Varian Menu Di Dancok Cafe



Bagaimana dengan menunya? Ada banyak pilihan, mau menu yang ringan maupun berat ada. Salah satu menu andalan di Dancok Cafe adalah Tahu Dancok. Olahan tahu yang berisi sayuran dengan irisan cabe rawit hijau di dalamnya dan dibalut tepung panir yang digoreng garing. Konon rasanya pedas dan begitu anda memakannya otomatis saat kepedasan bakalan misuh hahaha. Tapi tenang saja, menurut saya rasa pedasnya masih sopan kok, kecuali anda menambahkan dengan saus sambal yang sudah disediakan.







Selain tahu dancok, ada juga makanan ringan lainnya seperti pisang pasir topping coklat keju, kentang goreng maupun roti bakar. Untuk menu makanan berat ada mie Dancok dan nasi goreng yang bisa dicoba. Sedangkan untuk menu minumannya, ada beragam jenis kopi dan minuman cokelat yang jadi andalan di sini. Terutama cokelat panas dan teh ecaliptus yang menghangatkan badan, sesuai dengan lokasinya yang dingin.




 Dari segi harga? Jangan khawatir, sangat terjangkau semua kalangan. Harga mulai Rp. 5000- Rp. 18.000. Cafe dibuka mulai puku 9.00 – 17.00 WIB jika hari biasa, sementara untuk weekend dari jam 9.00 – 18.00 WIB.




Suasana Alam Hutan Pinus yang Instagramable

Menikmati Pemandangan Hutan Pinus 



Spot Selfi Berbentuk Daun yang Instragamable



Cafe yang masih berada di kawasan Wisata Coban Rondo ini berkonsep alam. Tepatnya berada di antara tebing hutan pinus. Suasananya sangat menyenangkan. Banyak deretan kursi terbuat dari kayu, gazebo untuk berteduh dengan nama Pondok Gombal Mukiyo apabila saat ke sini turun hujan, terdapat area khusus yang terbuat dari susunan kayu yang menyatu dengan pohon pinus dan sangat menarik. Selain tempat selfi yang instagramable, kita juga dapat menikmati pemandangan hutan pinus dan atap-atap rumah penduduk di kejauhan. Terutama para muda-mudi yang suka berfoto selfi.






Formasi Lengkap  Keluarga Biru Mencoba Hammock


Akan tetapi cafe ini pun cocok untuk segala umur, hanya saja yang bawa anak perlu diperhatikan bila hendak berfoto di beberapa spot salah satunya di spot hammock. Tempatnya terbuka dan samping kanan-kiri nya tidak ada pagar pelindungnya. Saya pribadi belum puas rasanya mengexplore cafe ini.






15 komentar:

  1. Nama unik, view menarik tak heran jika langsung ngehits di kalangan anak muda. Kapan-kapan pengin ke sini lagi sekalian main ke labirinnya Ma.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, siaap. Kalau sudah gak musim hujan ya, biar puas nongki2 dan nyobain wahana lain di sekitarnya hehe

      Hapus
  2. Harga2 makanan dan minumannya murah bangeeet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, main ke sini dijamin gak bikin dompet mlompong deh hihih

      Hapus
  3. Yang aku sebelin dari wisata batu saat ini adalah, dikit dikit bayar.. :D

    belum minat ke sini, soale kudu bayar masuk area coban padahal aku ke cobannya udah berkali-kali *pelit*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha
      kalau gak bayar, tawarin kerjasama buat review mbak. kenapa ke Dancok masih ada tiket ? karena kebanyakan cuma numpang foto doang tanpa pesen makanan atau minuman. so, murah aja lah bayar 2500 bisa nikmatin suasana sepuasnya

      Hapus
  4. Wah udah jadi ya? Aku kesana tanggal 11 September 2016.. Kurang beberapa hari lagi ya 😁😁 Waktu itu baru platform buat foto2 aja yang ada. Tambah keren ya Coban Rondo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, sekarang malah lgi di bangun lembah indehoy, semacam cottage rumah ala orang Papua gt

      Hapus
    2. Mudahan waktu aku mudik nanti udah jadi...

      Hapus
  5. tempatnyya bikin betah bgt :))

    BalasHapus
  6. Yaa Allah... pengen kesanaaaa :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo jeng, kalau ke Malang kabarin, ntar jelajah bareng2 yak

      Hapus
  7. Tempatnya enak banget...adem ya mbak?

    BalasHapus
  8. Sejuk sekali bikin selera makan tinggi kalau makan di cafe seperti ini dengan susana hutan

    BalasHapus