Selasa, 28 Februari 2017

Berkata,'Iya Boleh' Biarkan Si Kecil Bereksplorasi Untuk Perkembangan Optimal

Para Pakar Tumbuh Kembang


Saat ini saya menjadi ibu dari dua anak, lelaki dan perempuan. Beda anak, beda pula tumbuh kembangnya. Maka dari itulah, saya mesti rajin update ilmu parenting agar tidak salah menerapkannya lagi seperti anak pertama. Berhubung tak ada yang namanya sekolah menjadi orang tua, dengan mengikuti seminar parenting lah salah satu cara yang saya lakukan untuk mengupgrade ilmu tumbuh kembang anak.
Meja Registrasi & Stand Produk

Sewaktu tumbuh kembang anak pertama Mas Aiman, saya sering kali membuat beberapa larangan untuknya. Setiap kali dia mencoba bereksplorasi saya mencegahnya dengan alasan, saya gak mau capek mengikuti polahnya, takut jatuh ataupun tingkahnya yang lain. Hal itu jadi mengingatkan saya akan pola asuh orang tua terhadap saya. Mereka pun sering melarang saya untuk melakukan hal yang saya inginkan. Dunia masa kecil saya merasa terenggut dan terkekang. Belajar dari situ, saya pun tak ingin hal serupa dialami oleh kedua anak saya.

Saya beruntung karena DancowParenting Center kembali menggelar acara seminar. Kali ini mengusung tema dengan berkata “Iya Boleh untuk Eksplorasi membuka potensi maksimal si kecil”. Acara tersebut diadakan pada tanggal 25 Februari 2017 di salah satu ballroom Hotel Atria Malang. Menghadirkan para pakar tumbuh kembang anak yang berkompeten di bidangnya.

Berfoto Bersama Nara Sumber & Staf Dancow

Sewaktu saya sampai di tempat acara sudah dibuka oleh MC dan selanjutnya di moderatori oleh  Shahnaz Haque dan  diisi oleh nara sumber pertama yaitu Dr. dr. Soedjatmiko, Sp (A)k Msi. Saya langsung mencari tempat duduk yang berada di deretan paling depan. Beliau menyampaikan beberapa hal yang ilmunya sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.

Kurang Gizi Kronik 1000 Hari Pertama (- umur 2 tahun) berdampak sampai remaja dan dewasa. Apa sajakah dampak tersebut ? di antaranya :
1.       Kekebalan rendah, banyak balita sakit dan meninggal.
2.       Infeksi berulang
3.       Rendahnya tingkat kecerdasan, gangguan perilaku
4.       Rendahnya tingkat pendidikan, produktifitas
5.       Tingginya penyakit metabolic dan degeneratif, dewasa ( obesitas, hipertensi, penyakit jantung dan diabetes)

Cara Stimulasi dan Eksplorasi Sesuai Umur Anak

Beliau juga menjelaskan bagaimana cara yang tepat menstimulasi dan eksplorasi sesuai umur anak.
-                      Stimulasi : merangsang semua potensi-potensi anak, supaya berkembang optimal
-                      Eksplorasi : BOLEH menjelajah, mencoba, mendalami, berdasar rasa ingin tahu anak
-                      Sesuai tahapan perkembangan anak : eksplorasi dengan mata, telinga, tangan, mulut, kaki, otak dan badan.

Selanjutnya diisi oleh nara sumber kedua, yaitu Ratih Ibrahim, MM yang merupakan psikolog. Apakah setiap keinginan harus dituruti? Menurut beliau tidak semua keinginan anak harus dituruti. Kita sebagai orang tua mesti memilah, mana saja kegiatan eksplorasi anak yang boleh dilakukannya dan tidak boleh. Apabila kegiatan eksplorasi tersebut berada di lingkungan yang aman, maka kita bisa berkata, Iya Boleh pada anak. Sebagai contoh, kalau umur kurang dari lima tahun mainan benda tajam seperti pisau, tentu saja orang tua mesti melarangnya dan menjelaakan kenapa tidak boleh.
Bunda Ratih Ibrahim 

Selain itu, anak bereksplorasi, anak belajar dan anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh itu prosesnya tidaklah mudah. Kita sebagai orang tua mesti mengenali perkembangan si kecil. Parenting adalah pengasuhan sejalan dengan perkembangan jaman, tidak ada model pengasuhan yang paling sempurna sehingga kita tidak perlu terpaku pada gaya pengasuhan tertentu.

Kunci Utama Pengasuhan

1.       Investasikan waktu untuk si kecil setiap hari
2.       Fokus. Pastikan anda memberikan waktu berkualitas dengan anak
3.       lakukan secara konsisten, dengan kasih sayang yang utuh.

Bunda Rita Ramayulis 

Sesi selanjutnya disampaikan oleh Bunda Rita Ramayulis, DCN, Mkes yang lebih banyak membahas tentang nutrisi bagi si kecil.  Terdapat beberapa fakta pada usia anak 1+ :
-                      Banyak anak usia di atas satu tahun kekurangan zat besi, vitamin C, vitamin A dan asam folat
-                      Pada usia 2 tahun, perkembangan otak anak sudah mencapai 85 % dari masa otak ketika dia dewasa
-                      Anak usia 1-5 tahun di Indonesia pernah mengalami diare dan bermasalah dengan infeksi saluran nafas

Berdasarkan fakta yang ada, anak diperlukan nutrisi yang baik dan seimbang. Agar dapat membantu lindungi saluran pernafasannya. Hadirnya nutrisi yang mengandung bakteri Lactobasillus rhamnosus akan membantu menurunkan resiko infeksi saluran pernafasan dan membantu melindungi saluran cerna. Sedangkan serat pangan inulin dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna.

Usai para nara sumber menyampaikan materi, sesi selanjutkan adalah tanya jawab yang ditujukan pada masing-masing. Terakhir sebelum acara ditutup, Bunda Ratih Ibrahim  menegaskan orang tua bisa berkata ‘Iya Boleh’ apabila yakin anak benar-benar terlindungi. Karena dengan berkata Iya Boleh, anak akan merasa nyaman saat bereksplorasi. Eksplorasi merupakan bagian dari proses belajar yang dibutuhkan oleh anak untuk berkembang optimal.


Peserta Seminar 

Demikian lah ilmu parenting yang saya dapatkan dalam acara yang dihadiri kurang lebih 600 peserta. Mereka tak hanya membawa balita dan anak saja, bahkan ada juga yang datang dengan para suaminya.
Kids Area


Bareng Blogger Malang, Mbak Zie dan Anisa Ae


Bareng Mak Leeya, teman satu grup emak rempong


 Selain itu, saat orang tua sedang menyimak materi ilmu parenting, si kecil bisa bereksplorasi di Kids Area yang telah di sediakan oleh panitia. Ini yang saya suka dari acara seminar parenting.  Sebagai orang tua, kita dituntut untuk terus belajar mengenai tumbuh kembang anak. Dengan adanya acara ini, kita tak akan ragu lagi membebaskan anak berekplorasi untuk perkembangan optimal si kecil. Acara pun ditutup oleh MC dan peserta dipersilakan untuk makan siang dan mengambil goodie bag yang telah disediakan panitia.





16 komentar:

  1. Iya boleeeh harus lebih sering dikatakan. Hihihi

    BalasHapus
  2. Menarik. Dancow sudah menemani dari aku kecil, sampai punya anak juga. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, zaman aku pun juga gt. Biasa dlu beli yg sachet-an xixixi

      Hapus
  3. Sebagai Ibu bekerja, kadang suka ngerasa investasi waktu yang aku kasih buat Raya kuraang banget hiks... Harus meningkatkan lagi waktu buat raya & ngajakin eksplor macem2 pas wiken biar nambah stimulasi motorik raya nih :D TFS mba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun begitu mbak. Pas anak pertama masih berasa kurang kasih kesempatan dia buat eksplor sampai kecolongan motoruk halusnya agak lambat.
      Semoga dianak kedua ini membebaskan di eksplorasi asal gak membahayakan dia.
      Sama-sama mbak

      Hapus
  4. Paling suka kalau acara2 parenting gini rasanya dapat siraman ilmu yang keren2 plus menyadari banyak yang harus diperbaiki dalam pola asuh
    Ya meskipun memang, realnya gak seindah teori hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha betul.
      Setidaknya ada yg kita dapat berupa ilmu dan memang harus konsisten menerapkannya ya

      Hapus
  5. Dancow ini kalo bikin event bagus2 yah. Berguna buat kita-kita :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dan pesertanya mesti membludak dr tahun ke tahun deh

      Hapus
  6. Okey, yuk kita belajar bilang boleh jika Duo Ai ingij bereksplorasi asalkan tidak berbahaya bagi dirinya dan orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip. Bener banget.
      Terpnting anak2 happy dan sehat

      Hapus
  7. iya boleh...mau main apa lagi? hihihihi seru acaranya, banyak ilmu yang didapat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya boleh, Alhamdulillah seru banget mbak.
      Tiap tahun berasa upgrade ilmu parenting deh

      Hapus
  8. Makasih sharingnya mama Ivon. Salam utk duo Ai ya nggemesin ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak Ima, salam ntar disampain ya.
      Semoga bisa berjumpa lagi

      Hapus