Jumat, 02 Februari 2024

Bebaskan Indonesia dari Kusta

 

hari kusta sedunia

Di era modern ini, di mana sains dan teknologi telah meraih kemajuan luar biasa, penyakit kusta masih tetap menyisakan misteri dan stigma yang menggelayuti. Kusta, atau dikenal juga sebagai lepra, bukanlah sesuatu yang hanya ditemukan di buku sejarah, melainkan penyakit yang masih menyentuh nyata kehidupan manusia hingga saat ini. Namun, pengetahuan tentang kusta sering kali terhempas oleh stigma dan mitos, menciptakan dinding ketidakpahaman yang perlu dipecahkan.

Peringatan Hari Kusta Sedunia yang diadakan setiap minggu terakhir bulan Januari bukan semata peringatan tanpa tujuan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi pada masyarakat dunia bahwa penyakit kusta masih ada hingga sekarang.

Indonesia Peringkat ke 3 Penyakit Kusta Terbanyak di Dunia

Fakta yang harus kita ketahui adalah saat ini jumlah penderita kusta Indonesia menduduki peringkat nomer 3 di Indonesia. Untuk itu perlu diadakan edukasi dan sosialisasi yang konsisten di tengah masyarakat agar stigma dan mitos penyakit kusta bisa dihilangkan dan menumbuhkan kesadaran dan gerakan agar Indonesia segera bebas kusta.

Untuk menjadikan Indonesia bebas kusta, diawali dengan program sosialisasi kusta kepada semua generasi melalui Acara Ruang Publik KBR yang dipersembahkan oleh NLR Indonesia pada tanggal 30 Januari 2024. NLR Indonesia adalah sebuah yayasan nirlaba dan non pemerintahan yang memusatkan kinerjanya pada penanggulangan kusta dan konsekuensinya di Indonesia. Acara Ruang KBR ini bisa disimak melalui siaran yang tersebar di 105 radio jaringan KBR di seluruh Indonesia. Bisa disaksikan live streaming melalui website kbr.id,  YouTube Berita KBR dan NLR Indonesia.

Peringaran Hari Kusta Sedunia 2024

Dalam Acara Ruang Publik KBR ini saya jadi tahu bahwa peringatan Hari Kusta Sedunia 2024 mengangkat tema: Unity, Act, and Eliminate. Acara yang keren ini dipandu oleh Rizal Wijaya, menghadirkan narasumber dari NLR Indonesia Bapak Agus Wijayanto MMID selaku Direktur Eksekutif NLR Indonesia dan Ibu Hana Krismawati, M.Sc, seorang Pegiat Kusta dan Analis Kegiatan (Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan-Minister Office).

hari kusta sedunia

“Kasus kusta masih ada di Indonesia dan masih ada di sekitar kita bahkan penderita kusta di Indonesia nomer 3 di dunia, bahkan penggiat Kesehatan juga masih ada yang belum tahu. Tema peringatan Hari Kusta tahun ini adalah  Unity, Act and Eliminate. yang ingin disampaikan karena kita ingin sekali benar-benar mengeleminasi kusta ini dari negara kita. dan juga menjadi semangat global untuk membantu para penyandang kusta untuk sembuh dari sakitnya dan kemudian mengeleminasi kasus kusta secara global,” demikian dituturkan oleh Ibu Hana.

hari kusta sedunia

Sementara itu Bapak Agus Wijayanto mengatakan bahwa “Ketika kita ingin menjadikan Indonesia bebas kusta, kita tidak bisa sendirian. Upaya ini harus dilakukan bersama-sama dan melibatkan semua pihak. Kemenkes berperan, pemda berperan, masyarakat juga berperan. Harapannya jika semua pihak bisa bekerja sama menangani kasus kusta dengan serius di Indonesia, maka minimal 2040 Indonesia bisa bebas kusta!”

hari kusta sedunia

Pak Agus juga menyampaikan bahwa masyarakat bisa berpartispasi dengan menyebarkan fakta-fakta terkait kusta.  Dengan begitu Masyarakat akan teredukasi sehingga bisa menghapus sitgma tentang kusta yang sudah melekat di masyarakat yang sangat merugikan penderita kusta maupun Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

Apa Itu Penyakit Kusta?

Penyakit kusta adalah infeksi bakteri kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat memengaruhi kulit, saraf, dan bagian tubuh lainnya. Meskipun kusta dapat diobati dan disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, stigma sosial yang melekat padanya sering kali lebih sulit diatasi.

Ciri-Ciri Penyakit Kusta

Ciri-ciri penyakit kusta melibatkan perubahan pada kulit dan sistem saraf. Beberapa tanda dan gejala yang umumnya terkait dengan kusta meliputi bercak kulit yang kehilangan sensasi, pembengkakan saraf, serta kerusakan pada mata, hidung, dan laring. Penderita kusta mungkin mengalami kehilangan rasa sakit, panas, dan sentuhan di area tertentu.

Stigma dan Mitos yang Mengelilingi Kusta

Meskipun kusta dapat diobati dan penderita yang menjalani pengobatan yang tepat tidak lagi menularkan penyakit ini, stigma sosial masih sering kali menyertai penderita kusta. Mitos yang mengelilingi kusta menciptakan ketakutan yang tidak rasional di kalangan masyarakat. Salah satu mitos yang masih bertahan adalah bahwa kusta adalah kutukan atau hukuman atas dosa-dosa tertentu.

Stigma ini juga tercermin dalam sejumlah mitos lainnya, seperti keyakinan bahwa kusta hanya menyerang orang-orang yang kurang bersih atau bahwa penyakit ini tidak dapat diobati. Mitos-mitos semacam ini hanya menyulitkan upaya untuk memberikan dukungan dan perawatan kepada penderita kusta, serta menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi mereka yang telah sembuh.

Dalam perjalanan menuju pemahaman yang lebih baik tentang kusta, perlu kita hancurkan tembok stigma dan mitos yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Mengetahui kusta dengan informasi yang akurat dan pandangan yang lebih empatik, kita dapat membantu mengakhiri ketidaksetaraan dan mendukung penderita kusta menuju pemulihan dan reintegrasi sosial yang penuh martabat.

Oke teman-teman demikianlah sharing saya tentang Acara Ruang Publik KBR Peringatan Hari Kusta Sedunia 2024, semoga apa yang saya sampaikan bisa memberikan insight baru sehingga kita semua bisa bergandengan tangan membebaskan Indonesia dari kusta sesegera mungkin, aamiin.


1 komentar: