Mengenal Makanan Ramah Iklim ala Omar Niode Foundation

 


Pertama kali dengar istilah makanan ramah lingkungan, reaksi saya tentu saja jadi penasaran. Secara selama ini sebagai ibu rumah tangga yang sering masak di rumah jadi bertanya-tanya dong. Apa makanan yang saya olah di rumah selama ini sudah ramah lingkungan belum ya? Makanan yang ramah lingkungan seperti apa sih?

Menjawab rasa penasaran saya akan makanan ramah lingkungan, mendapat kesempatan ikut webinar dengan tajuk “ Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo” yang diadakan oleh Omar Niode Foundatioan yang menghadirkan narasumber yang berkompeten. Acara webinarnya sendiri diadakan pada hari Minggu, 14 Februari 2021 dimulai pukul 14.00-16.00 yang dipandu oleh Mbak Noni Zara, seorang culinary host sekaligus food traveler.

Sebelum mengikuti acara tersebut saya sempat keluar rumah guna mencari perabot rumah tangga sehingga gak berani lama-lama. Takutnya nanti telat waktunya masuk zoom webinar dan pas jam 2 siang begitu masuk acara sudah dimulai, sungguh tepat waktu rupanya. Pengalaman ikut webinar beberapa kali molor dari jam yang sudah di jadwalkan.

Tentang Omar Niode Foundation




Mungkin sebagian ada yang belum mengetahui mengenai Omar Niode Foundation ya, sama dong seperti saya dan melalu acara webinar kali ini jadi lebih mengenalnya. Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk sejak  akhir tahun 2009 yang berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, citra budaya dan kuliner nuasantara khususnya Gorontalo, Indonesia dan mancanegara.

Pada kesempatan webinar kali ini Terzian Ayuba Niode selaku Sekretaris Omar Niode Foundation menyampaikan beberapaa patah kata. Bahwasannya Omar Niode Foundation telah melaksanakan beberapa kegiatan dengan berbagai mitra di dalam maupun luar negeri. Kegiatan yang dilakukan meliputi pertunjukan budaya dan icip-icip kuliner Gorontalo. Bahkan acara tersebut diliput oleh 50 media cetak, elektronik dan blogger.

Selain itu Omar Niode Foundation telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo yang meraih  Gourmand World Cookbook Award, Best of the Best 1995-2020 kategori Food Heritage dan menjadi kontributor Bab Indonesia pada buku At the Table. Food and Family around the World, yang juga memperoleh Gourmand Award.

Pada kesempatan webinar ini juga sekaligus menerbitkan e-book “Memilih Makanan Ramah Iklim + 39 Resep Gorontalo”. Seperti yang disampaikan oleh Terzian Ayuba Niode melalui e-book ini berusaha mengenalkan konsep makanan ramah iklim dan bumi dari berbagai aspek terkait. Guna kedepannya makanan perlu diubah untuk masa depan yang sehat bagi manusia maupun planet Bumi. Salah satu contohnya dengan mengurangi konsumsi daging serta makanan yang lebih banyak diproses untuk kemudian lebih mengarah ke makanan yang berbasis nabati.

 

Seperti Apa Makanan Ramah Iklim?




Di kesempatan kedua, waktunya Bu Amanda Katili Niode selaku Manager Climate Reality Indonesia  menyampaikan bahwasannya pangan dari hulu ke hilir dimulai dengan produksi sampai dengan konsumsinya, limbahnya, menjadi salah satu penyebab krisis iklim yang terjadi sekarang ini. Dampak yang dirasakan mengakibatkan beberapa bencana. Namun pangan juga merupakan solusi dari krisis iklim yang sedang terjadi.

Pada tahun 2020 saja sudah terjadi dampak dari krisis iklim seperti banjir di musim hujan, kekeringan atau badai dan covid 19 yang dialami oleh 51,6 juta orang. Bisa jadi bila krisis iklim ini kurang diperhatikan akan berdampak lebih besar lagi di masa depan. Selama tahun 2020 saja sebanyak 2925 bencana yang sudah terjadi di Indonesia dengan adanya banjir, tanah longsor dan angin puting beliung yang mendominasi.

Hal tersebut terjadi karena kegiatan manusia yang berlebihan. Mulai dari pertanian, pembakaran hutan, transportasi dll seperti yang tertera dalam gambar di bawah ini. Semua itu tadi mengakibatkan mengeluarkan gas-gas yang banyak dan mencemari lingkungan termasuk atmosfer bumi.

Sistem pangan yang ada bisa mengakibatkan krisis iklim, sedangkan sistem pangan yang tidak benar bisa berdampak pada krisis kelaparan dan krisis pandemi. Kalau berbicara soal makanan pastinya kan semua senang. Karena makanan sebagai simbol kehidupan, energi, keluarga, komunitas. Lantas bagaimana menyikapi krisis iklim yang terjadi. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan lho. Jadi bisa dibilang makanan ramah iklim itu makanan yang dari hulu ke hilir dan mampu mengurangi dampak mulai dari proses pemilihan bahan hingga proses produksi sampai dikonsumsi tidak merusak lingkungan.




Pemetaan Kuliner Tradisional Nusantara

Kuliner tradisional nusantara ada beragam jenisnya tapi untuk pemetaannya sendiri menurut Nicky Ria Azizman selaku Ketua Sobat Budaya bisa dilihat dari ketersediaan kuliner  yang ada apa saja. Ada 30 ribu kuliner  yang bahkan satu kuliner butuh waktu lama menghabiskannya.

Pemetaan dimulai dengan basic menggunakan biologi evolusioner. Kuliner tersebut dilihat dari kekerabatan. Terutama bila dilihat dari segi budaya, untuk informasi selangkapnya bisa dilihat di website Sobat Budaya. Ada 70 ribu budaya yang sudah dikumpulkan dan terdata dalam website mereka mulai dari alat musik sampai kuliner.



Pemetaan kuliner tradisional sendiri disampaikan dengan aplikasi yang dinamai Nusa Kuliner. Di situ bisa dilihat keragaman kuliner tradisional misalnya kekerabatan jenis sambal nusantara. Bahkan pedasnya sambal suatu daerah dengan daerah lainnya tidak sama. Namun bisa dilihat dari kekerabatan jenis bumbu-bumbunya. Bila dilihat di aplikasi dari pemetaan, bumbu yang muncul lebih menonjol sering digunakan misalnya bawang merah, cabe dll. Namun di sisi lain ada bahan yang tidak semua daerah memilikinya, misalnya andaliman hanya ada di daerah Batak, Sumatra Utara. Salah satu bahan baku sambal andaliman.

Memilih Makanan Ramah Iklim  Khas Gorontalo

Negara Indonesia ini memiliki ragam kuliner nusantara. Bahkan bisa dibilang setiap daerah memiliki kuliner khasnya. Nah, kali ini Zahra Khan seorang Ahlli Teknologi Pangan, Pelaku UMKM, Penyusun Resep akan memperkenalkan ragam kuliner yang ada di Gorontalo. Di daerah sana kulinernya kebanyakan menggunakan bahan baku ikan. Di Gorontalo, terutama di Teluk Tomini maupun perairan Gorontolo banyak ditemui ikan yang sering diolah dengan cara yang unik seperti yang divisualisasikan dalam bentuk video saat webinar.

Beberapa makanan khas Gorontalo yang namanya gak kalah unik seperti Bilenthango, Gohu Putungo, Ilepa’o dan masih banyak lainnya. Kalau dilihat dari prosesnya makanan Gorontalo tidak diolah dengan digoreng atau menggunakan minyak. Biasanya lebih banyak dibakar atau direbus sebentar.

Di Gorontalo lebih banyak mengonsumsi ikan dan sedikit sayur. Ya ada sih sayur namun jenisnya tidak sebanyak di Jawa. Warga sana memanfaatkan sayur yang ada di sekitarnya seperti jantung pisang dan bunga pepaya gantung yang makannya dicampur dengan ikan. Ada tagline Orang Gorontalo kalau tidak makan ikan, tidak makan. Menu yang ada di Gorontalo kalau didata ada banyak ragamnya dan ada sedikit kemiripan dengan menu makanan di daerah lain namun tetap memiliki ciri khas tersendiri.

Zahra Khan bersama  Bu Amanda Katili yang merespon baik renacana penyusunan e-book ini berharap dengan penyusunan e-book makanan ramah iklim resep kuliner Gorontalo ini bisa bercerita sedikit mengenai kuliner Gorontalo. Dan memperkenalkan makanan yang ramah iklim. Makanan yang sehat tidak harus mahal asal kita rajin berkreasi dan berpikiran menerapkan pola hidup sehat.

Mengenal Ragam Kuliner dari Sang Pakar Wiliam Wongso




Bagian ini ini yang saya nantikan, secara siapa sih yang gak kenal pakar kuliner Wiliam Wongso? Bahkan beliau pernah memperkenalkan kuliner rendang sampai keluar negeri. Hal itu pula membuat Gordon Ramsay tertarik meliput budaya dan proses memasak rendang.

Menurut beliau, kita tidak bisa memperkenalkan makanan hanya dengan sekedar rasa. Karena bila hanya dengan mengandalkan rasa, orang saat disajikan sebuah masakan akan bereaksi biasa saja mungkin hanya mengatakan saya suka ini. Namun selanjutnya akan lupa dengan rasa makanan yang disantapnya. Lain halnya bila masakan diperkenalkan dengan embel-embel budayanya akan menjadi daya tarik dan terbelalak. Sementara rasa itu merupakan hasil dari budaya.

Tanpa adanya budaya, mana mungkin tercipta aneka kuliner dengan nama-nama unik khas daerah asalnya. Beliau juga menceritakan proses pembuatan buku kuliner yang berjudul Flavors of Indonesia.

Saat menu-menu yang disajikan oleh Wiliam Wongso saya terkagum – kagum dengan plating-nya. Namun menurutnya plating menu tersebut beliau bikin untuk disajikan tamu VVIP saja. Kalau makanan rumahan sih gak perlu ya. Setiap bentuk menu yang disajikan tergantung dengan presentasinya.

Dalam kesempatan ini Wiliam Wongso juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pelestarian kuliner nusantara seperti yang telah dilakukan oleh Omar Niode Foundation. Di era sekarang yang sangat erat dangan sosial media, internet ada hal yang tidak dapat dilakukan seperti googling rasa, tapi musti experience langsung. Tapi dengan internet kita bisa menginformasikan budaya kuliner Indonesia yang beragam sehingga orang tertarik untuk mencobanya.

 “Dengan makin majunya peradaban  kita tidak boleh mengabaikan budaya kuliner Bangsa Indonesia. Selain melestarikan, kita wajib utk meningkatkan citra Tradisi Kuliner Indonesia, agar bisa masuk dan dikenal dalam peta kuliner dunia.” Ujar  Wiliam Wongso.

Mengenal Lebih Dekat Masakan Gorontalo bersama Olamita Resto




Pada sesi ini Mas Ihsan Averroes Wumu memperkenalan lebih dalam mengenai ragam kuliner Gorontalo yang dijualnya lewat Olamita Resto. Hal tersebut dilakukan agar orang luar Gorontalo bisa mencoba menu masakan Gorontalo di Jabodetabek. Restoran ini menyajikan masakan Gorontalo mulai bulan Mei 2016 dan tetap bisa survive hingga sekarang.



Menurutnya menu yang disajikan dari Masakan Gorontalo memang lebih banyak terbuat dari ikan. Ikan dari laut timur bisa dibilang sangat sehat. Beda laut rasa ikannya pun beda. Sama halnya seperti yang disampaikan Pak Wiliam, orang Kalimantan lebih suka ikan sungai, mereka gak suka makan ikan laut.

 

Bagaimana Upaya Kita Memilih Makanan Ramah Iklim



Kalau masyarakat Gorontalo sudah berupaya melestarikan kuliner mereka yang ramah iklim, semestinya kita pun bisa melakukannya. Ada banyak upaya dalam memilih makanan ramah iklim termasuk juga dengan pemilihan bahan baku serta prosesnya. Kalau di Jawa biasa menu yang lebih ramah iklim itu menu yang dikukus, misalnya nih menu Botok.

Untuk membuat botok banyak bahan yang bisa dipilih, jantung pisang pun bisa dibikin  botok dan enak sekali lho. Proses memasaknya tidak perlu memakai minyak karena hanya terdiri dari jantung pisang yang direbus sebentar, bumbu dan dibungkus dengan daun pisang.

Ke depannya saya akan berusaha memilih dan mencoba menu makanan yang ada di e-book Memilih Makanan Ramah Iklim + 39 Resep Gorontalo sebagai pilihan menu sehari-sehari yang disesuaikan dengan ketersediaan bahan di lingkungan rumah. e-book tersebut dapat diunduh secara gratis di sini .Atau bisa juga memasak makanan dengan porsi yang cukup sehingga tidak sampai membuang makanan yang tidak habis dimakan. Kalau di Jawa ada juga sih menu yang tidak habis sekali makan masih bisa diolah atau makan lagi keesokan harinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Makna Cinta dalam Sekotak Bolu Cinta Siliwangi

 


bolu cinta siliwangi


Makna Cinta dalam Sekotak Bolu Cinta Siliwangi - Tahun 2021 sudah memasuki bulan kedua yaitu Bulan Februari, biasanya identik dengan bulan kasih sayang. Bulan dimana orang-orang menyatakan cintanya pada tanggal 14 Februari. Ya, mungkin itu cara sekaligus menjadi momen yang pas buat mengungkapkan perasaannya, baik pada pasangan, teman ataupun saudara.

Saya pribadi sih merasa setiap bulan waktu yang tepat menyatakan cinta kepada siapapun. Tapi mungkin ada sebagian orang yang sulit menyatakan perasaannya setiap waktu sehingga menunggu moment tertentu.  Namun ada yang spesial di bulan ini bagi pecinta Siliwangi Bolu Kukus karena bakal ada produk baru yang di launching yaitu Bolu Cinta Siliwangi.

Kenalan Yuk sama Siliwangi Bolu Kukus




Siliwangi Bolu Kukus ini hadir karena terinspirasi dengan sejarah Prabu Siliwangi yang terkenal di tanah Pasundan Jawa Barat. Selain itu di tanah Pasundan ini memilik potensi bahan baku yang bisa digali untuk khasanah kuliner Jawa Barat. Contohnya ada Tape-nya yang terkenal, Strawberry dari Ciwidey, Susu dari Lembang hingga Talas Bogor. Bahan baku tersebut menjadi peluang lahirnya Siliwangi Bolu Kukus dengan beragam varian rasa seperti Susu Lembang, Ubi Cilembu, talas Bogor, Alpukat Mentega, Jeruk garut dan masih banyak lainnya.

Produk Siliwangi Bolu Kukus ini pertama kali di launching pada bulan Oktober tahun 2019, tepatnya di Stasiun Bogor. Siliwangi Bolu Kukus sendiri merupakan produk bolu sebagai buah tangan atau oleh-oleh yang sudah memiliki izin PIRT dan halal yang bisa dikonsumi semua kalangan ya. Produknya sendiri diproses menggunakan mesin dan peralatan yang tepat sehingga saat produk yang prosesnya dikukus ini lebih higienis dengan bahan baku berkualitas.

 

Launching Bolu Cinta Siliwangi



Berawal dari suksesnya produk Siliwangi Bolu Kukus sebelumnya. Kini Siiliwangi Bolu Kukus terus berinovasi guna menciptakan produk baru yang berkualitas, sehat dan higienis untuk masyarakat luas. Maka pada tanggal 7 Februari resmi di launching Bolu Cinta Siliwangi, harapannya makna cinta dalam sekotak Bolu Cinta Siliwangi bisa menumbuhkan rasa cinta bersama keluarga.

Sesuai dengan namanya, produk bolu kukus kali ini memang berbentuk hati dan dikemas lebih elegan dan eksklusif. Selain itu memiliki varian rasa dan isian yang beragam lho. Produk Bolu Cinta Siliwangi yang sudah resmi di launching para bulan penuh cinta ini bisa didapatkan di 6 store resmi Siliwangi Bolu Kukus yang ada di Stasiun Bogor, Pakansari Cibinong, Cikaret Cibinong, Pakupatan Serang, Moh Toha Bandung, dan Stasiun Bandung Pintu Utara. Buat teman-teman yang di luar kota, tenang saja kalian tetap bisa menikmati Bolu Cinta Siliwangi ini dengan menyesuaikan biaya operasionalnya.


Apa Saja Macam Rasa dan Varian Bolu Cinta Siliwangi?




Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, kalau Bolu Cinta Siliwangi ini memiliki macam rasa dan varian yang banyak. Ada 10 macam rasa diantaranya ; Alpukat, Blackcurrant, Brownies, Susu, Red Velvet, Tape, Pink Lava, Durian , Nanas dan Mix. Menariknya dari beragam varian ini isiannya yang melted di mulut  pun beragam mulai original, keju, cokelat hingga kacang.




Selain soal rasa dan varian yang beragam, penikmat bolu ini juga bisa memilih kemasan produk sesuai dengan kebutuhannya karena di kemas dalam tiga ukuran.



-          Size S merupakan ukuran paling kecil yang isinya terdapat 4 pcs bolu cinta.

-          Size M merupakan ukuran sedang, isinya sebanyak 8 psc bolu cinta

-          Size L merupakan ukuran paling besar yang isinya terdapat 12 pcs bolu cinta.


Kalau saya disuruh pilih yang mana? Ya menyesuaikan kebutuhan, kalau mau dimakan rame-rame ya enak yang ukuran paling besar dong. Kalau buah tangan untuk kerabat bisa ukuran S atau M, siapa tahu dari situ cocok dengan rasanya pasti bakal tertarik buat beli sendiri dengan ukuran yang besar.

 

Bolu Cinta Siliwangi Hadi di Kota Malang




Saat pertama produk Siliwangi Bolu Kukus di launching di kota asalnya, saya sempat ngiri lho, kok produknya gak sampai Malang sih? Kan saya sebagai pecinta bolu kukus juga kepengen mencicipin. Setelah sekian lama memendam rasa iri kepengen ngicipin, terkabul juga harapan saya. Produk Siliwangi Bolu Kukus sampai ke kota Malang juga. Gak perlu merasa iri lagi sama teman yang sudah nyicipin duluan hehehe

Selain Siliwangi Bolu Kukus yang sudah ada, produk terbarunya Bolu Cinta Siliwangi pun bisa saya nikmati setelah di launching. Teman-teman di Malang yang penasaran sama bolu kukus ini bisa banget datang ke outlet-nya yang berada di Jalan Basuki Rahmat No. 95 A. Teman-teman gak perlu bingung mencari outlet-nya karena letaknya sangat strategis. Tepat di pinggir jalan utama berdampingan dengan minimarket waralaba itu lho. Kalau belum sempat ke outlet-nya, kalian bisa menguhubungi nomor whatsapp berikut ini untuk pemesanannya  08125263261 atau 085793535400.




Walaupun outlet-nya tidak terlalu luas, tapi teman-teman yang berkunjung tetap bisa leluasa membeli produk Bolu Cinta Siliwangi atau Siliwangi Bolu Kukus dengan nyaman. Jangan khawatir ya karena outlet tetap menerapkan protokol kesehatan kok. Pengalaman beli ke sana menyenangkan bisa memilih varian dan rasa produk Siliwangi Bolu Kukus ini.


Sementara buat teman-teman yang di luar Malang, Siliwangi Bolu Kukus ada layanan pengiriman yang disebut dengan SBK  Free Delivery lho. Untuk layanan ini termasuk gratis ongkir dan tanpa minimal order dengan cakupan pengiriman wilayah Kota dan Kabupaten. Mana saja sih daerah yang bisa melayani pengiriman ini? Cakupan area pengiriman SBK Delivery Gratis Ongkir dan tanpa minimal order, meliputi : Bandung, Bogor, Serang, Depok, Cimahi, Tangerang, Bekasi, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Cirebon, Cilegon, dan Garut. Teman-teman bisa memanfaatkan layanan ini untuk membeli produk Siliwangi Bolu Kukus yang bisa untuk sajian bersama keluarga. Karena Makna Cinta dalam Sekotak Bolu Cinta Siliwangi akan berasa bila dinikmati bersama keluarga tercinta.

 

Pengalaman Menikmati Bolu Cinta Siliwangi




Setiap produk Siliwangi Bolu Kukus pastinya memiliki pengalaman yang berbeda saat menikmatinya. Saat pertama makan Siliwangi Bolu Kukus, saya suka dengan varian rasa dan teksturnya. Apalagi dilengkapi dengan topping yang melimpah dan lezat. Setiap gigitannya langsung lumer di mulut.

Begitu juga dengan pengalaman makan Bolu Cinta Siliwangi ini, dari segi bentuknya saja sudah lebih praktis karena dicetak berbentuk hati. Teksturnya gak kalah lembut dengan isian yang melted di mulut. Tetapi bukan berarti Siliwangi Bolu Kukus terdahulu kurang praktis ya, hanya saja perlu dipotong terlebih dahulu bila ingin menikmati karena bentuknya yang persegi panjang. Semuanya sama-sama nikmat dan wajib dicobain. Kalau disuruh milih diantara keduanya? Tentu saja sayaa mau pilih semuanya karena bolu kukusnya memang enak dan gak bikin seret di tenggorokan. Biasanya ada lho bolu yang bikin seret waktu dimakan, yang seperti itu jadi mengurangi sensasi dan pengalaman makan bolu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kelezatan Royco Baru dengan Tambahan Garam Beriodium

 


Kelezatan Royco Baru dengan Tambahan Garam Beriodium - Setiap ibu pasti ingin anaknya bisa makan dengan lahap apapun yang dimasak. Biasanya saya bertanya pada mereka ingin makan menu apa? Seringnya mereka menjawab menu favorite mereka, hanya saja saya sering kepikiran apakah menu favorite mereka sudah cukup gizinya? Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional ke - 61, pada tangga 25 Januari 2021 Royco meluncurkan inovasi terbarunya, Royco dengan Garam Beriodium. Produk ini menjawab kebutuhan para orang tua untuk menyajikan aneka hidangan lezat bernutrisi guna #BantuTumbuhSesuai perkembangan anak, sekaligus mencegah terjadinya hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.

 Mengetahui Istilah Hidden Hunger



Apakah sih hidden hunger ? tenang nanti bakal saya jelaskan sesuai dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh para narasumber pada acara virtual launcing Royco baru. Sebagai pembuka acara, Dr. Hera Nurulita, SSIT.M.Kes selaku Kepala Seksi Mutu Gizi Kementerian Kesehatan menyampaikan pentingnya kecukupan gizi yang seimbang. Nyatanya permasalahan gizi masih terjadi di Indonesia. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan gizi yang seimbang, penuhi asupan iodium namun tetap memperhatikan kebutuhannya.

Pada saat virtual launching Royco dengan Garam Beriodium hadir pula Hernie Raharja selaku Director of Foods & Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk. Beliau menampaikan, “Sejak 2019, Unilever secara global memiliki komitmen untuk membantu masyarakat melakukan transisi menuju pola makan yang lebih sehat sembari mengurangi dampak lingkungan dari rantai makanan. Sejalan dengan komitmen tersebut, Royco memiliki tujuan mulia atau purpose yaitu Gerakan Pangan untuk Masa Depan guna menginspirasi keluarga Indonesia dalam mengonsumsi hidangan yang baik untuk tubuh maupun untuk bumi; yaitu yang beragam, bergizi seimbang, serta berasal dari sumber yang berkelanjutan. Selain itu, Royco juga ingin membantu mengatasi berbagai masalah nutrisi, baik melalui inovasi produk maupun program edukasi yang dilakukan secara konsisten.”

Untuk itulah Royco mencermati yang menjadi salah satu permasalahan gizi di masyarakat Indonesia yaitu hidden hunger atau kelaparan tersembunyi. Apa sih sebenarnya istilah hidden hunger? Yaitu kondisi yang menggambarkan  kekurangan gizi yang masih sering diabaikan oleh masyarakat Indonesia karena dampaknya baru akan terlihat dalam jangka panjang. Banyak orang tua yang beranggapan anaknya sudah cukup kenyang makannya ya sudah, namun mereka kurang memperhatikan kecukupan gizi terutama gizi mikronutrien. Padahal gizi ini akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

 

Dampak dan Bahayanya Hidden Hunger




Pada kesempatan tersebut hadir pula Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN selaku Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menyampaikan, “Negara kita masih memiliki beban hidden hunger yang besar; kondisi yang timbul akibat kekurangan zat gizi mikro seperti iodium, zat besi, vitamin A dan zink ini telah menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berkepanjangan.”

Menurut beliau, masyarakat Indonesia masih mengabaikan masalah gizi karena walaupun makanan yang sudah dikonsumsi kurang gizi tapi mereka tidak merasa kelaparan karena penderitanya hanya mencukupi kebutuhan gizi makro-nya saja. Padahal kebutuhan gizi mikro pun sangat penting salah satunya Iodium.

Dampak dari kekurangan kebutuhan gizi mikro berupa iodium akan berdampak jangka panjang, yang paling menonjol akan berpengaruh pada sumber daya manusia. Menurut Prof Dodik kecukupan gizi masyarakat Indonesia masih kurang baik ya. Bahkan menurut riset kesehatan dasar tahun 2018 sebesar 48,9 % ibu hamil menderita anemia. Sementara riset tahun 2013 menyatakan 14,9 % anak usia sekolah beresiko kekurangan iodium.



Asupan gizi mikro ini bisa terpenuhi dengan memastikan sajian makanan atau masakan di rumah yang beragam sejak dini. Duh, sya jadi kepikiran apa menu yang pernah sajikan pada anak-anak semenjak mereka MPASI sudah terpenuhi kecukupan gizinya ya? Mengingat sekarang anak sulung saya agak picky eater ini sama menu makanan baik di rumah maupun kalau makan di luar.

Variasi Menu Makanan Bergizi dan Seimbang #BantuTumbuhSesuai




Pada acara ini juga menghadirkan dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik.  Dokter Diana membahas pentingnya variasi makanan yang bergizi dan seimbang. Menu yang disajikan sebaiknya tidak hanya asal kenyang namun musti mengandung nutrisi dan gizi seimbang termasuk garam beriodium.

Selain itu disampaikan kekurangan iodium saat hamil akan berpengaruh pada IQ janin dan pertumbuhan otak terganggu. Secara selama ini masyarakat hanya sedikit mengetahui manfaat iodium sebatas upaya pencegahan penyakit gondok. Kekurangan iodium ini dampaknya luas dan mencakup semua usia. 20 juta orang Indonesia menderita GAKI, yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta point.








Untuk itu Dokter Diana berpesan agar kebutuhan gizi mikro terpenuhi termasuk kebutuhan iodium sebaiknya menyajikan menu masakan yang bergizi dan seimbang. Salah satu contohnya dalam satu piring terdiri dari 1/3 bagian karbohidrat, 1/3 menu sayuran serta 1/3 bagian menu protein hewani dan nabati. Bahan masakan yang dipilih pun tidak perlu yang mahal karena bisa memanfaatkan bahan lokal yang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan.

Untuk kebutuhan karbohidrat, selain nasi bisa diganti dengan lainnya seperti kentang,jagung atau pasta. Biasanya kan ada itu anaknya yang kurang suka nasi bisa banget diganti dengan karbohidrat yang sesui dengan selera anak. Sementara untuk sayurnya bisa bervariasi warnanya dan mengandung iodium.

Selain narasumber yang sudah saya sebutkan di atas, ada ini bintang tamu yang pastinya sudah pada tahu. Seorang penyanyi dari salah satu vokalis band ternama yang kini sudah menjadi seorang ibu dua anak siapa lagi kalau bukan Tantri Syalindri Ichlasari atau biasa disapa Tantri ‘Kotak’.





Beliau berbagi pengalaman dalam memenuhi gizi keluarganya. Biasanya Tantri membuat jadwal menu dalam waktu seminggu lengkap dengan nutrisinya. Sementara itu beliau lebih suka belanja bahan masakan di pasar tradisional, menurutnya lebih ekonomis. Saat menentukan menu masakan, Tantri melibatkan anaknya mengingat anaknya yang cukup pemilih soal makanan. Sehingga biar gak bosan, menu setiap hari dibikin berbeda.

Lanjutan Program Royco NutriMenu




Pada kesempatan kali ini juga Royco menyampaikan mengenai lanjutan program Royco. Rangkaian edukasi yang sudah dikembangkan sejak tahun 2019 yang mengacu pada konsep ‘ Isi Piringku’ yang sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI. Masalah gizi ini menjadi masalah yang besar, diperlukan kerjasama semua pihak dengan berkolaborasi.

Program Royco NutriMenu menyasar masyarakat melalui digitalisasi program serta kerjasama dengan kader PKK, Ikatan Bidan Indonesia, IPB dan berbagai NGO lokal maupun global.  Bentuk kerjasama berupa praktek resep masak sesuai Isi Piringku. , program ini telah disebarluaskan ke 80.000 anggota keluarga, 180.000 remaja pondok pesantren, serta menginspirasi 2 juta keluarga Indonesia secara online. “Semoga inovasi Royco dengan garam beriodium dan rangkaian program ‘Royco NutriMenu’ dapat semakin membuka wawasan orang tua dalam memanfaatkan beragam bahan makanan sehat yang tersedia di sekitar kita, serta menanamkan kebiasaan baik untuk memasak dan mengonsumsi makanan rumah yang variatif dan bernutrisi. Bersama-sama, kita lawan hidden hunger untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Ibu Hernie.

Demo Masak Bersama Chef Norman Ismail




Sebelum acara ditutup pada sesi akhir ada demo masak menu bersama Chef Norman dan Tantri ‘Kotak’. Kali ini Chef Norman mempraktekan menu resep Nasi Ubi Kacang Hijau yang masaknya dicampur semua bahannya. Selain itu ada juga steam Ikan Kembung Daun Kelor.

Kalau dilihat dari bahannya mudah didapatkan dan proses memasaknya pun mudah ya. Kalau tertarik dengan menu masakan yang dipraktekan Chef Norman ditemani Tantri ‘Kotak’ bisa lihat langsung di sini ya. Semua masakan pastinya menggunakan Royco dengan garam Iodium ya.

Kalau saya sendiri sih masak menu yang menjadi favorite di rumah namun berusaha tercukupi kandungan gizinya, salah satunya dengan Royco baru yang sudah ada garam iodiumnya yaitu Sup Brokoli Wortel Daging Sapi. 



Semoga dengan adanya Royco dengan garam beriodium, saya bisa menyajikan masakan yang tidak hanya lezat namun bergizi dan seimbang.

 

 

 

 

 

 

Hidup Lebih Mudah dengan BARDI

 

BARDI SMART HOME

Siapa di sini yang sering lupa matikan lampu saat pagi hari? Atau pergi dari pagi sampai malam sehingga saat pulang rumah dalam keadaan gelap? Dua hal inilah yang sering saya alami. Kalau lupa matikan lampu bisa bikin tagihan listrik membengkak sementara jika terlewat menghidupkan lampu di malam hari bisa mengundang niat jahat orang. Agar lampu di rumah menyala meskipun kami masih di jalan, biasanya saya meminta tolong pada adik sepupu atau Bibi dari suami untuk menghidupkan. Tapi adakalanya hal itu tidak bisa dilakukan karena mereka masih repot atau juga lagi di jalan.

Let’s Read, Menjelajah Dunia dengan Cerita Bergambar

 


Let’s Read, Menjelajah Dunia dengan Cerita Bergambar

Sewaktu kecil saya pernah memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan saat belajar membaca. Bahkan untuk membaca satu kata saja saya butuh seminggu untuk bisa menggucapkannya. Lebih menyedihkan lagi, orang yang ngajari saya membaca bukan orang tua sendiri melaikan saudara. Orang tua saya sibuk bekerja untuk mencukupi keluarga.

Hak anak yang seharusnya bisa mengenal buku sejak dini pun terabaikan. Namun di saat saya sudah bisa membaca kendala datang karena ketidakmampuan orang tua menyediakan bacaan yang layak. Sehingga seringnya saya membaca tulisan apa saja yang ada, bisa dari sobekan koran atau sewaktu sekolah saya lebih rajin pergi ke perpustakaan.

Menumbuhkan Minat Membaca Buku dengan Cerita Bergambar


let's read
Sumber : Let's Read


Pengalaman masa kecil tersebut tidak ingin terulang oleh anak-anak saya. Saya jadi rajin hunting dan membeli buku bacaan anak agar saya bisa memenuhi hak mereka mengenal buku bacaan sejak kecil. Buku yang saya beli kebanyakan cerita bergambar dan sesuai dengan usianya. Mereka memang lebih menyukai buku cerita yang banyak gambarnya sehingga perlahan bisa menumbuhkan minat membacanya.

-          Pergi Ke Toko Buku

Sesekali saya mengajak mereka ke toko buku dan mereka senang sekali. Anak-anak bebas melihat-lihat beragam buku anak-anak. Bahkan agenda membeli buku sebulan sekali saya terapkan. Anak-anak boleh memilih dan membeli buku yang mereka sukai dengan syarat harus rajin membacanya.

-          Membacakan Buku Cerita Bergambar

Satu dari sekian cara menumbuhkan minat membaca selain pergi ke toko buku, ya dengan membacakan buku cerita. Sebelum tidur anak-anak memilih buku yang ingin dibacakannya, bahkan tidak cukup hanya sekali tapi berulang-ulang dengan buku yang sama karena sukanya dengan buku tersebut.

-          Berkunjung ke Perpustakaan

Ini kegiataan yang kami lakukan di waktu libur sebelum pandemi melanda, pergi ke perpustakaan. Anak-anak suka sekali diajak ke perpustakaan selain membaca mereka juga bisa sambil bermain. Di Perpustakaan anak-anak membaca buku yang tidak mereka miliki di rumah.

 

Mengenal Let’s Read, Buku Digital Cerita Bergambar

 




Seiring bertambahnya usia, anak-anak masih membaca buku namun sudah tidak sesering biasanya. Apalagi sejak papa-nya mengenalkan mereka pada gadget, rasanya upaya saya mengenalkan dan menumbuhkan minat membaca berasa sia-sia. Anak-anak lebih suka melihat video di youtube.

Saya tidak menyerah, saya terus berusaha agar anak-anak tetap menyenangkan untuk membaca atau mendengarkan saya membacakan buku cerita bergambar misalkan dongeng atau fabel.

Sampai akhirnya saya mengenal Let’s Read, Perpustakaan Digital Cerita Anak. Sebuah aplikasi/ platform yang menyajikan beragam bahan bacaan anak dengan cerita bergambar dan berkualitas. Selain itu juga tersedia dalam berbagai bahasa  di dunia dan bahasa daerah seperti jawa, Sunda dll.  Ini menjadi kesempatan saya untuk tetap menumbuhkan minat membacanya. Saat mereka memegang gadget bukan lagi sekedar mencari hiburan dengan menonton tayangan video, tapi mereka bisa membaca melalui aplikasi/platform Let’s Read. Platform ini diprakarsai oleh Book for Asia dari The Asia Fondation yakni program literasi yang sudah berlangsung sejak tahun 1954.

 

Pengalaman Aira Membaca Buku Cerita Bergambar di Let’s Read

 


Sewaktu saya mengajak Aira membaca buku cerita bergambar di Let’s Read, dia senang sekali. Dia sendiri yang memilih ceritanya melalui cover yang ada gambarnya. Namanya anak-anak rasa ingin tahunya besar. Dia penasaran dengan cerita mengenai tomat, apalagi di rumah tersedia buah tomat.

Cara membaca di Let’s Read pun mudah, Aira tinggal menggeser layar smartphone untuk membaca cerita selanjutnya. Saya pun tetap sambil mendampingi dan juga membacakan ceritanya. Adanya Let’s Read kegiatan membaca atau membacakan buku cerita bergambar jadi menyenangkan. Aira bisa menjelajah dunia dengan membaca cerita bergambar karena cerita yang disajikan oleh Let’s Read ditulis oleh penulis dari dalam maupun luar negeri.

Oh iya, tampilan cerita bergambar di Let’s Read ini nyaman di mata ya sehingga tidak perlu khawatir kalau anak-anak sedang membaca. Warna-warna cerita bergambarnya menarik dan saya yang orang dewasa menyukainya karena tampilannya soft bukan yang nyentrong di mata. Cerita yang ada di Let’s Read juga bisa diunduh dan dicetak lho, menarik khan? Saya saja jadi ingin mencetaknya untuk beberapa cerita yang jadi favorit anak-anak.


Sumber : Let's Read


 

Teman-teman juga bisa mengunduhnya di Playstore secara gratis. Cara mengunduh dan pengaplikasikannya pun mudah. Anak-anak bisa mendapat bacaan yang berkualitas dan beragam. Serta bisa menjawab rasa ingin tahu mereka akan berbagai hal di dunia ini lewat bacaan. Anak-anak pun bisa membacanya bisa dimana saja karena tidak perlu repot-repot bawa buku deh misal lagi di perjalanan.