Tumpukan Cucian di Rumah Bikin Stres? Begini Cara Mengatasinya!

09.21 aurabiru 1 Comments

 

Tips Mengatasi Cucian Menumpuk

Tumpukan Cucian di Rumah Bikin Stres? Begini Cara Mengatasinya! - Pernah merasa di situasi cucian kemarin belum sempat di setrika tapi tumpukan baju kotor sudah di depan mata? Saya sering mengalami kondisi seperti itu sejak anggota keluarga bertambah. Kalau awal menikah sih cuma dua orang, biasa mencuci seminggu sekali pun gak terasa banyak ya. lain halnya saat sudah memiliki anak, seminggu sekali mencuci bakalan bikin stres.

Sejak kecil saya sudah terbiasa mencuci baju sendiri, apalagi cerita dari emak saya dulunya tukang cuci baju tetangga saat saya masih kecil dan tinggal di Jakarta. Makanya gak heran mungkin memori masa kecil saya merekam itu dan saat menginjak usia SD dididik mandiri mencuci baju sendiri. Apalagi sejak usia kelas 4 SD saya ditinggal mak saya bekerja ke luar negeri sehingga mau gak mau jadi dituntut untuk mandiri.

Urusan mencuci dan setrika ini memiliki kenangan tersendiri. Saya masih ingat dulu suka mencuci bareng-bareng tetangga ke pancuran yang lokasinya berada di antara sawah, hutan dan pinggir sungai yang masih alami. Memilih mencuci di sini kalau lagi malas menimba air di rumah. Sewaktu belum memiliki setrika listrik, untuk menyetrika seragam sekolah saya menggunakan setrika arang. Anak zaman sekarang mungkin gak akan memiliki pengalaman tersebut ya.

Balik lagi mengenai cucian ini, semenjak memiliki anak pertama sampai kedua saya mengerjakan tumpukan cucian sendiri di rumah. Namun ada momen dimana saya pernah merasa tak sanggup mengatasi cucian dan setrikaan sewaktu hamil saja. begitu sudah melahirkan, baru seminggu pasca lahiran pun cucian bisa saya kerjakan sendiri baik yang mencuci pakai tangan maupun mesin cuci. Nah, saya mau berbagi sedikit tips versi saya dalam mengatasi tumpukan cucian yang sering bikin stres ya.

Cara Mengatasi Tumpukan Cucian di Rumah

-          Proses Pencucian Dipisah Per Bagian

Memisahkan baju perbagian dalam proses mencuci menurut saya jadi lebih memudahkan. Biasanya baju anak-anak dan saya maupun suami dicuci secara terpisah. Kebiasaan sudah saya lakukan sejak mereka masih bayi ya. begitupun dengan kondisi baju, antara yang berwarna dengan putih bila jumlahnya banyak pun saya cuci terpisah. Kemudian bagian underware saya cuci terpisah pula, kalau ini milik anak-anak dan ortu saya jadikan satu. Intinya baju dan underware dicuci terpisah.

 

-          Waktu Ideal Mencuci

Jumlah anggota keluarga saya ada 4 orang dengan rincian saya, suami dan dua anak usia 8 dan 5 tahun. Biasanya saya menjadwalkan mencuci itu seminggu dua kali apabila aktivitas di luar rumah agak sering. Namun bila jarang keluar rumah biasanya cukup seminggu sekali. itu di luar jadwal mencuci seprai dan gorden ya.

 

-          Melipat Cucian Setelah Kering

Banyak teman yang bercerita kalau baju mereka setelah kering dicuci cukup dilipat saja tanpa disetrika. Tapi ini tidak berlaku buat saya, usai baju kering dicuci biasanya baju saya lipat biasa dan tata di keranjang khusus setelah kering dicuci. Hal tersebut saya lakukan untuk prepare sebelum disetrika supaya baju bersih dan kering tidak berantakan.

 

-          Satu Periode Mencuci Langsung Setrika

Sebaiknya satu periode mencuci kalau sudah kering bisa langsung disetrika biar gak menumpuk banyak. Misal belum sempat hari itu juga minimal jedanya 1-2 hari usah baju kering dicuci agar tidak mengalami kondisi setrikaan masih menumpuk tapi cucian menumpuk sudah musti dicuci deh.

 

-          Menyetrika Per Bagian Baju




Ini ini urusan yang seringkali bikin emak-emak malas deh, hayo ada yang begini gak? Saya sering dengan celetukan, “Nyuci mah gampang tinggal masuk mesin cuci, nyetrikanya itu lho yang bikin malas !” hahaha

Kalau dipikir iya juga sih, saya pernah disituasi seperti itu juga kok. Kalau gak ada ART dan gak ada budget buat di laundry, mau gak mau kan tetap kita yang kerjakan ya kecuali yang menganut paham cukup dilipat saja deh baju biasa sedangkan untuk baju seragam sekolah, baju kantor suami atau buat keluar rumah yang disetrika.

Tetapi sejak mengelompokkan baju per bagian saat setrika jadi lebih mudah mengerjakannya, eh tahu-tahu sudah mau selesai saja setrikaan segunung pun. Apalagi kalau sambil mendengarkan musik favorit biar makin semangat setrikanya. Atau ada juga yang sambil nonton drakor, soal caranya jangan tanya saya deh soalnya jarang nonton drakor hehehe.  Alasan sederhana semua baju saya pilih setrika karena jemur di luar pagar karena tidak memiliki tempat jemuran khusus, setidaknya fungsi menyetrika untuk membunuh kuman yang terbawa angin dan menempel di baju. Karena saya pernah mengalami ini, baju sudah dicuci bersih tapi gak sempat disetrika pas dipakai kok rasanya gatal huhuhu.

Nah, begitulah kira-kira cara saya mengatasi tumpukan cucian biar gak stres di rumah. Sejauh ini cukup efisien ya karena kerjaan rumah tangga kan gak cuma ngurusi cucian dan setrika. Belum urusan masak, menyapu, ngepel atau seperti kondisi sekarang yang musti mendampingi anak-anak belajar di rumah karena masih pandemi. Semoga tips sederhana dari saya bisa membantu kaum hawa yang memutuskan mengerjakan rumah tangga sendiri terutama urusan cucian dan setrika.

 

 

 

 

 

1 comments:

Lembaga Apa Saja Yang Menerbitkan Sertifikat TOEFL Yang Diakui Dikti ?

03.42 aurabiru 4 Comments

 

                                        Sumber gambar : http://www.scholarsofficial.com

Assalamu’alaikum...

Apakabar sahabat Aura Biru? Semoga selalu sehat dimanapun kalian berada ya. Pandemi saat ini memang belum berahir dan entah sampai kapan, tetapi semangat untuk terus mendampingi anak-anak belajar dari rumah tetap tersemat. Ngomongin soal belajar, ada gak sih yang kepikiran untuk sekolah ke luar negeri? Kalau saya pribadi agak pesimis tapi saya berusaha menyemangati siapa tahu suami suatu saat tergerak hatinya.

Seiring makin maraknya program beasiswa hingga magang ke luar negeri. Tentunya menjadikan kemampuan berbahasa Inggris menjadi hal yang diwajibkan. Untuk melengkapi persyaratan tersebut, dikenal dengan adanya tes TOEFL. Meskipun kini telah banyak lembaga yang menyelenggarakan tes TOEFL ini. Namun Anda harus jeli untuk memilih beberapa lembaga yang menerbitkan sertifikat TOEFL yang diakui Dikti. Mengapa demikian ? Selengkapnya bisa Anda simak dalam penjelasan di bawah ini.

Beberapa Alasan Mengapa Harus Memiliki Sertifikat TOEFL Yang Diakui Dikti ?

Dikti merupakan singkatan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Yaitu sebuah lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk menaungi semua perguruan tinggi di Indonesia. Namun kini, fungsinya menjadi lebih luas, dengan memberikan perlindungan bagi para mahasiswa dan pelajar Indonesia yang ingin dan berniat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat tinggi.

Meskipun demikian, untuk menjamin kemudahan dalam memilih perguruan tinggi yang diinginkan. Terutama bagi perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Terdapat beberapa sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya dengan sertifikat TOEFL yang diakui Dikti.

Mengapa demikian ? karena lembaga yang telah tersertifikasi dan telah memenuhi standar dikti akan menjamin bahwa hasil tes yang diberikan, sesuai dengan kemampuan individu. Bukan itu saja, dengan nilai tes yang diperoleh tersebut. Tentunya menjadi bukti, bahwa orang tersebut telah memiliki bekal untuk belajar di luar negeri maupun di perguruan dalam negeri lainnya, berdasarkan kemampuan bahasa inggris yang dimiliki.

Selain itu, dengan memperoleh sertifikat TOEFL yang diakui Dikti, tentunya memungkinkan Dikti untuk memberikan sejumlah jaminan dan perlindungan terhadap mahasiswa dan pelajar. Selama  belajar di perguruan tinggi yang diinginkan.

Bahkan dengan sertifikat TOEFL tersebut, bisa menjadi salah satu jalan untuk memilih perguruan tinggi yang telah direkomendasikan Dikti. Dan sebagian diantaranya adalah perguruan-perguruan tinggi yang terkenal dan ternama.


Baca Juga : Lembaga Terpercaya Pembuat Sertifikat TOEFL

Sertifikat TOEFL Yang Diakui Dikti Dan Lembaga Yang Menyelenggarakannya


TOEFL sendiri terbagi ke dalam 2 jenis. Yaitu tes TOEFL dengan paper based test ( PBT ) yang memiliki skor tes standar antara 310 hingga 677. Sementara tes TOEFL lainnya yaitu berupa internet based test ( IBT ), dengan skor standar dimulai dari nilai 0 hingga 120.

Nah, bagi Anda yang ingin memiliki sertifikat TOEFL yang diakui Dikti. Mungkin Anda bisa mengikuti beberapa tes TOEFL yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga berikut ini. Diantaranya :

1.Lembaga Bahasa Universitas Indonesia           

Lembaga pertama yang selalu mengadakan tes TOEFL dengan sertifikat yang diakui Dikti yaitu lembaga bahasa Universitas Indonesia. Merupakan salah satu lembaga bahasa yang menjadi bagian dari universitas terbesar di Indonesia.

Sertifikat TOEFL dari lembaga bahasa UI ini bisa digunakan sebagai persyaratan untuk memilih perguruan tinggi yang diinginkan. Terutama perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia. Sementara untuk perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Anda bisa melihat beberapa rekomendasinya pada bagian informasi. Tepat disaat penyelenggaraan tes TOEFL berlangsung.

2. Sun Education Group

Sun Education Group adalah salah satu lembaga yang rutin mengadakan tes TOEFL dalam setiap tahunnya. Meskipun memang,lembaga ini lebih dikenal sebagai penyelenggara berbagai beasiswa ke luar negeri.

Mungkin dengan penyelenggaraan tes TOEFL ini lebih dimaksudkan untuk memudahkan para pendaftar beasiswa untuk ikut juga dalam mengikuti tes TOEFL. Sertifikat tes TOEFL dari Sun Education Group ini merupakan salah satu sertifikat TOEFL yang telah terdaftar dan juga diakui oleh Dikti.

3. Vista Education

Lembaga lainnya yang sering mengadakan tes TOEFL yaitu Vista Education. Merupakan lembaga pembelajaran bahasa Inggris yang menyediakan beragam program pembelajaran bahasa Inggris. Dari mulai program Online English Learning, Conversation Class, General English, dan yang lainnya.

Untuk memudahkan pembelajaran, di akhir sesi, para peserta akan diminta untuk mengikuti tes TOEFL. Tentunya dengan sertifikat TOEFL yang diakui Dikti. Sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi yang diinginkan.




Demikian beberapa lembaga yang menyelenggarakan tes TOEFL dengan sertifikat TOEFL yang diakui Dikti. Jika Anda ingin memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan keinginan Anda. Terutama jika perguruan tinggi tersebut berada di luar negeri. Maka salah satu persyaratan yang harus Anda penuhi, tentunya memiliki sertifikat TOEFL yang diterbitkan dari lembaga-lembaga yang diakui Dikti. Seperti lembaga-lembaga yang telah disebutkan di atas.

 

4 comments: