Resolusi 2018 : Dari Ibadah Hingga Menjaga Kesehatan



Waktu rasanya cepat sekali berlalu, saat ini sudah berada di penghujung tahun. Tidak seperti tahun lalu, saya menuliskan beberapa resolusi di awal tahun. Akan tetapi kali ini justru menuliskannya di akhir tahun. Bukan tanpa sebab, saya jadi bisa lebih leluasa memikirkan pencapaian apa saja yang ingin dicapai tahun 2018. Sekaligus mengevaluasi resolusi yang saya tulis di awal tahun, apa saja yang sudah tercapai dan belum.

Langkah - Langkah Dalam Menjalin Kedekatan Dengan Anak

Membacakan Buku Cerita Dinosaurus


Sejak kecil saya sudah terbiasa tinggal terpisah dengan orang tua, terutama ibu. Bagaimana tidak, saya yang numpang lahir di Jakarta, sejak umur 5 tahun tinggal bersama nenek di lereng Gunung Lawu, tepatnya di kota kecil Matesih. Kemudian orang tua sempat memutuskan untuk tinggal di kampung halaman almarhum bapak di Blitar. Akan tetapi kebersamaan kami tak berlangsung lama. Saya kembali dititipkan dan diasuh oleh bulek yang notabene adik dari almarhum bapak. Sementara orang tua kembali merantau ke Jakarta.

Ada Apa Sih Di Kopdar Akbar LangsungEnak Di Grage City Mall Cirebon ?



Sejak kecil saya memang suka memasak dan membuat kue. Diperkuat dengan kepergian emak ke luar negeri, sehingga sejak kelas 4 SD, saya sudah diajari memasak oleh almarhum bapak. Meskipun yah, masakan ala anak sd gitu lho rasanya pun kadang ke utara, kadang ke selatan. Lol

Hal tersebut berlanjut hingga saya dewasa dan berumah tangga. Kalau dulu, saya seringnya belajar masak lewat resep di majalah atau menyimak acara di TV. Saat acaranya tentang memasak yang sering dipandu oleh Rudy Choirudin, saya sudah duduk manis sambil memegang bukun dan pensil, menulis resepnya dengan jurus kilat karena keburu slide tayangannya berpindah.

Lain halnya dengan zaman sekarang, mau belajar memasak atau membuat kue makin mudah. Selain buku resep masakan yang sudah dilengkapi dengan foto-foto hasil masakannya yang menarik. Banyak pula resep bertebaran di internet atau grup memasak di facebook.


Berkenalan Dengan LangsungEnak

Berbicara mengenai grup memasak atau membuat kue di facebook, salah satunya yang saya ikuti adalah LangsungEnak. Awal mula saya berkenalan dengan grup memasak dan membuat kue ini justru dari teman yang bikin status dan saya langsung kepo dong. Ah, masa iya grupnya seperti yang disampaikan teman saya dalam status. Sewaktu sudah join dan diterima, ternyata biasa saja sih asal sudah mengikuti sesuai peraturan ya gak bakal aneh-aneh deh.

Seiring waktu, wawasan saya akan resep masakan atau kue pun bertambah. Banyak sekali resep-resep baru bermunculan, baik yang biasa hingga unik sesuai kreatifitas member-nya. Selain itu, jadi menambah teman pula. Usai gabung di grup facebook, saya pun ikut gabung ke grup WAG sesuai dengan domisili. Berhubung saya tinggal di Malang, sehingga gabungnya dengan WAG LE Aremanita, sebutan untuk WAG Langsung Enak area Malang dan sekitarnya. Tiap daerah memiliki Carik dan Wacarik sebagai istilah koordinator wilayah.

Saya sendiri bergabung dengan Langsung Enak sejak tahun 2014, sudah lumayan lama ya. Dulu, saat masih anak satu saya rajin menyambangi grup facebook dengan resep yang saya coba, posting di blog khusus masakan dan share di grup. Namun seiring waktu, saya jadi jarang dan lebih sering menyimak postingan member dari berbagai daerah.

Agenda apa saja sih kalau kita ikut grup LangsungEnak? Biasanya ada dua yang lebih dominan, yaitu kopdar dan latbar. Kalau kopdar alias kopi darat sebagai ajang berkumpul dengan member, silahturahmi, sharing santai atau game. Biasanya disertai dengan membawa potluck atau snack dank ado untuk saling ditukar dengan member lain sebagai kenang-kenangan.

Sementara untuk latbar alias latihan bareng, biasa tema latbar sudah ditentukan. Pelaksanaannya minimal sebulan sekali. Sehingga member LangsungEnak yang tadinya gak bisa masak atau bikin kue, dengan adanya agenda latbar jadi bisa deh.

Perjalanan Menuju Kota Cirebon


Saya mendapat kabar mengenai kopdar abkar LangsungEnak ini justru di grup WA LE Aremanita yang diadakan pada tanggal 3-5 November 2017. Secara di sana saya lebih aktif, sesekali saja menyimak postingan member daerah lain di grup Facebook-nya. Kopdar Akbar LangsungEnak ini dilaksanakan setiap tahun di tempat yang berbeda-beda. Dulu, waktu awal gabung sempat diadakan di Batu, Malang. Sayangnya waktu itu meski dekat saya gak bisa ikutan.

Berhubung dari Malang ada teman yang mau ikutan, saya pun jadi berniat ikut datang juga cari teman gitu. Saya pun sudah izin ke suami dan oke-oke aja, lagipula saya jarang-jarang ikutan event ke luar kota tidak halnya dengan dia yang lebih sering. Rencanapun disusun, saya membayar biaya acara sekaligus memesan kaosnya. Tadinya saya mau berangkat dengan Aira saja, tapi kalau dipikir-pikir nanti pulangnya saya sendirian dong lha teman seperjalanan saya mau lanjut ke Jakarta.

Saya pun mengusulkan pada suami untuk ikut serta, sekalian lah sambil travelling. Kapan lagi bisa ke Cirebon kalau gak pas ada acara begini hehe. Berkat bujuk rayuan maut, dia pun bersedia namun saya berangkat lebih dulu. Sementara dia menyusul, sayang gitu kalau harus izin sehari. saya dan teman memilih naik kereta untuk perjalanan ke Cirebon. Tiket berangkat sudah dipesankan teman, sementara untuk pulangnya suami yang beli sekalian tiket dia buat berangkat dengan Mas Aiman.  Masalah penginapan, hari pertama di Cirebon, saya menumpang tidur di kontrakannya teman seperjalanan. Sedangkan untuk hari kedua, saya memutuskan untuk menginap bareng keluarga.

Pas hari H, Alhamdulillah perjalanan ke stasiun lancar sehingga gak sampai ketinggalan kereta. Saya naik kereta ekonomi Matarmaja dari stasiun Kota Baru dan berangkat pukul 17.30 WIB. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 12 jam. Bersyukur sekali selama perjalanan Adek Aira gak rewel, dia cukup menikmati perjalanan terjauh pertamannya. Iya, secara pas umur 4 bulan dulu ke Yogya Cuma butuh 5 jam. Sampai di Stasiun Prujakan Cirebon sekitar pukul 6 pagi.

Menghadiri Kopdar Akbar LangsungEnak Di Grage City Mall


Hari pertama saya hanya tiduran di kontrakan temannya Mbak Ika. Padahal rencana awal pengen jalan-jalan dulu sekitar Cirebon Kota tapi gak terwujud, karena temannya masih masuk kerja, sementara kalau mau jalan sendiri kok males dan masih kerasa capeknya hehe. Tapi malam sempat keluar beli kaset CD film India hahaha.

Keesokan paginya, saya lekas berbenah buat menjemput suami dan Mas Aiman ke staisun sekaligus menuju hotel yang sudah saya pesan jauh hari sebelumnya. Rencananya nanti mau mandi  dan persiapan ke acara di hotel saja.

Sewaktu sampai staisun, Mas Aiman senang banget ketemu saya dan adiknya. Meskipun d rumah sama bapaknya, tetap saja menanyakan saya kemana kok gak ada di rumah. Selanjutnya saya langsung menuju ke hotel Size Inn menggunakan taksi online biar gampang mencarinya. Begitu sampai hotel, ternyata gak bisa langsung check in. Lha dalah, padahal saya butuh persiapan buat ke acara kisaran jam 9 atau 10.

Akhirnya diputuskan buat menitipan barang bawaan saja dan saya dan Aira menumpang mandi di toilet hahaha. Untungnya di toilet ada kran pancurannya, jadi gak terlalu repotlah. Acara numpang mandi pun lancar. Suami lekas memesan taksi online untuk menuju venue acara di Grage City Mall.



Sementara saya mengikuti acara, anak-anak dengan suami main di mall-nya. Begitu sudah di tempat acara, saya langsung menuju meja registrasi guna mengambil kartu kepesertaan yang sudah disediakan panitia. Suasana venue mulai ramai. Oh iya, tempat acara di outdoor hanya saja bagian panggung utama berada di amphteater hall outdoor gitu jadi tetap ada atapnya. Sementara di sisi lainnya terpasang deretan tenda sebagai stand bazaar yang dikuti oleh perwakilan member berbagai daerah.



Acara kopdar akabar LangsungEnak ini apa saja sih isinya? Berikut saya rangkum secara singkatnya ya. Kalau ditulis secara detail bakalan panjang kali lebar, sementara kalau dibikin berseri sayanya keburu malas, eh hahaha.

1.       Acara dibuka dengan sebuah tarian khas kota Cirebon, saya kurang tahu tari apa. Soalnya pas sudah mulai saya masih ngumpul dengan teman-teman di stand bazaar. Begitu tahu sudah dimulai saya bergegas menuju panggung utama yang berbentuk lingkaran lebar dan tersedia bangku beton permanen memanjang.
2.       Sambutan oleh tuan rumah yang ketempatan acara yaitu LE Cirebon yang disampaikan oleh cariknya istilah untuk ketua Koordinator member per wilayah.
3.       Sambutan founder LangsungEnak yaitu Bu Nina, selain sambutan beliau juga menyampaikan beberapa program dan project LangsungEnak kedepannya. Sependek yang saya dengar nantinya LangsungEnak bakal jadi sebuah badan usaha yang berbasis komunitas gitu. Bakal memiliki sebuah usaha skala nasional di daerah Gunung Kidul karena lahan sudah tersedia.
4.       Diadakannya lomba roll batik yang diikuti oleh member LangsungEnak yang datang ke acara kopdar akbar ini. Sebelumnya sudah diadakn pula via online yaitu di grup facebook.


5.       Peserta mendapat fasilitas makan siang dan snack yang dipersembahkan oleh Resto Omah Mangan yang ada di Grage City Mall berupa masakan khas Cirebon yaitu Empal Gentong dan snack roti boy.
6.       Pengumuman pemenang lomba logo LangsungEnak terbaru.
7.       Sharing session dari perwakilan LangsungEnak Batam yang lebih sering dikenal dengan LE Barelang, mengenai sepak terjangnya yang memberdayakan keahlian member dengan membuka sebuah kedai di Bandara di Batam. Sehingga dengan terobosan itu LE Barelang Batam mendapatkan penghargaan sebagai perwakilan member terbaik.


8.       Demo baking yang dipersembahkan oleh perusahaan keju yaitu Kraft serta bertabur doorprice menarik.
9.       Penyerahan puluhan roll batik cake hasil lomba kepada sebuah panti yang  membawahi anak-anak jalanan yang dibina. Sehingga olahan roll batik cake bisa dinikmati anak-anak asuhan. Saya lupa nama penanggung jawab dan pantinya hihi


10.   Pembagian doorprice, lumayan saya kecipratan juga doorpricenya. Mulai dari bingkisan yang isinya berupa tepung terigu dan keju sampai handphone. Sementara teman saya dapat Loyang dan serving plate.




11.   Acara ditutup dengan voting kota selanjutnya yang akan dijadikan tuan rumah kopdar akbar tahun 2018. Dari sekian kota yang diajukan, terpilihlah kota Bali sebagai tempat kopdar akbar LangsungEnak 2018.

Acaranya lumayan padat dan seru kan ya? Yang jelas seharian deh, hanya saja pas waktu istirahat selepas makan siang saya dan keluarga memutuskan untuk balik ke hotel dulu buat check up sekalian anak-anak dan suami biar di hotel saja istirahat.


Oh iya, sebenarnya acara berlangsung dua hari hanya saja hari kedua saya gak hadir, selain memang bukan acara inti saya memutuskan untuk jalan bareng keluarga ke tempat wisata yang ada di Kota Cirebon sekaligus belanja oleh-oleh. Untuk acara hari kedua diisi dengan lomba dekor kue dan kabar baiknya LE Aremanita meraih juara 1 yang diikuti oleh dua peserta yaitu mbak Ika dan mbak Yulinar.



Besar harapan saya, kopdar akbar tahun depan bisa ikutan lagi serta acaranya makin beragam, bermanfaat dan seru. Karena dengan adanya kopdar akbar jadi bisa lebih kenal banyak teman dari berbagai daerah seperti saya yang akhirnya bisa kenal mbak Marissa yang mana adalah member LE Lombok yang juga teman sepupu saya.
Sampai ketemu di cerita kopdar akbar LangsungEnak tahun depan ya.

Ivonie Zahra







[ Review ] Film Sanam Teri Kasam, Demi Sumpah Janjimu, Sayang...

sumber : Pinterest

Pemain : Mawra Hocane, Harshvardhan Rane, Vijay Raaz, Manish Chaudhary
Sutradara : Radhika Rao & Vinay Sapru
Genre : Romance
Produser : Deepak Mukut
Rilis : 5 Februari 2016
Rating : 3,5/5 


Kapan terakhir menonton ke bioskop? Kalau saya sewaktu mengajak Mas Aiman menonton film terbaru Cars. Bisa dibilang saya dan suami jarang bisa menonton di bioskop. Pertimbangan pertama bukanlah masalah harga tiket, akan tetapi waktunya yang gak mungkin meninggalkan anak-anak terlalu sering cuma buat nonton ke bioskop. Mengingat di keluarga suami, gak ada tuh agenda nonton bioskop. Sehingga saya berusaha tahu diri lah.

DIY Ambalan : Dari Alas Photo Hingga Home Decor


DIY Ambalan untuk dekorasi dapur 

Saat masih remaja dan tinggal dengan orang tua, urusan rumah menjadi tanggung jawab saya dan adik. Secara saya hanya tinggal bertiga, saya , adik dan almarhum bapak, sementara ibu bekerja di luar negeri. Mau gak mau saya sudah terbiasa dengan kegiatan membersihkan dan menata rumah.

Berbicara soal menata membersihkan dan menata rumah, diantara saya dan adik, saya lah yang paling banyak berperan. Dari dulu saya hobi bongkar- tata dekorasi di rumah. Baik ruang tamu, keluarga hingga yang paling sering adalah kamar tidur saya dan adik. Yup, sejak kecil sampai lulus sekolah saya tidurnya sekamar dengan adik, lha wong sama-sama perempuan aja. Sehingga gak perlu kamar terpisah.

Belajar Otodidak Dekorasi Rumah

Soal dekorasi rumah, bukan yang wah atau seperti desain interior rumah gitu ya. Namanya juga waktu itu masih remaja, kalau lihat posisi lemari udah terlalu sering bawaannya kan bosen tuh. Jadilah dipindah-pindah posisinya. Bahkan saking hobinya dekor rumah, saya pernah bikin lemari sendiri dari bamboo. Jangan dibayangin lemarinya bagus seperti buatan tukang yak, meskipun almarhum bapak adalah tukang serba bisa.

Saat itu iseng saja sih, karena gak punya lemari yang memadai, sementara di belakang rumah ada kayu menganggur. Jadilah lemari ala-ala untuk menata buku dan pernak-pernik sekolah. Sementara dinding kamar dihiasin dengan poster band idola kala itu macam Sheila on 7 sampai boy band luar negeri hihihi.

Saya belajar mendekorasi rumah pastinya secara otodidak, sering membaca dan melihat desain rumah di majalah. Saking sukanya, kalau luang saya suka bikin pritilan buat dekorasi rumah, seperti vas bunga dari botol plastik, bunga dari sedotan supaya rumah lebih terlihat menarik dan hidup. Hal tersebut pun terbawa hingga kini saya berumah tangga dan memiliki rumah sendiri.

Membuat Dekorasi Ambalan Sendiri

Urusan mendekorasi rumah, tentunya saya yang paling banyak berperan. Sesekali sih saya diskusi dengan suami juga, misal saya pengen ruang tamu begini, dapur dikasih ini dan dia hanya mengiyakan saja. Seperti waktu saya ajak bikin pagar depan rumah sendiri dari kayu palet. Itu ide dari saya dan dia membantu mewujudkannya.

Baca Juga : DIY Membuat Pagar Kayu 

Nah, beberapa lalu waktu lalu saya menyempatkan untuk merapikan dekorasi teras yang sudah berantakan banget. Dilihat serasa teras penuh dan gak nyaman. Saya mulai memilah mana yang masih bisa dimanfaatkan dan mana yang perlu dibuang. Supaya teras terlihat lebih lapang dan menarik. sampai pada tertuju pada sebuah rak yang menempel pada dinding pagar teras.

Awalnya, kayu tersebut saya dapatkan dari rumah ibu mertua. Saya meminta tolong pada kakak ipar supaya dipotong sekitar 60 cm panjangnya, nantinya saya gunakan untuk alas poto. Kala itu saya baru keranjingan belajar food photography. Biar properti alas foto yang beragam sehingga bikin sendiri ketimbang beli satu paketnya sekitar 85 ribu.

kayu bekas untuk alas photo

Kayu yang sudah dipotong tersebut sebagian sisinya saya cat warna hijau dan sisinya saya biarkan sesuai warna aslinya. Supaya bisa dipakai bolak-balik karena bisa dibongkar pasang. Usai jadi, beberapa kali saya sempat memakainya untuk pemotretan makanan. Namun seiring waktu, saya berubah pikiran dengan fungsi kayu tersebut. karena koleksi alas foto saya sudah bertambah dengan motif lain yang lebih beragam dan bagus. Sehingga timbul ide baru untuk menyulapnya menjadi rak tanaman di teras.

Saat menjadi rak untuk tanaman cukup bertahan lama hingga akhirnya saya beberes lagi dan berpikir ulang lagi untuk ide lainnya. Berhubung bentuknya sudah menjadi rak, amat sayang kalau harus dibongkar lagi. Saya pun gak sengaja melihat model ambalan masa kini untuk dekorasi rumah. Aha, kenapa gak disulap menjadi ambalan saja. Mengingat kalau beli ambalan  di toko dekorasi rumah seperti ACE atau Informa harganya kan  lumayan menguras kantong.

DIY ambalan sebelum di cat

Saya pun memutar otak agar rak tersebut bisa menjadi ambalan yang menarik tanpa mengubah bentuknya. Tercetuslah ambalan model rumah, saya tinggal menambah bagian atapnya sehingga menyerupai bentuk rumah. Nah, kayu yang digunakan untuk atapnya ini juga tadinya alas foto juga, cumin saya kurang sreg dengan teksturnya yang agak kasar. Sudah coba diamplas, hasilnya tetap saja.
proses pengecatan 

Semua saya lakukan sendiri di sela-sela anak tidur atau pas diasuh neneknya, sementara suami bekerja. Yah, begitulah salah satu cara saya mengisi waktu luang atau bahasa kekiniannya ‘Me Time’ gitulah. Saya rapikan rak bekas tanaman tadi dengan menggergaji ujungnya supaya sama panjang, memaku kayu atapnya. Setelah selesai, baru deh saya cat dengan warna favorit, biru.

Hasilnya? Tara jadi lebih menarik bila di temple ke dinding ruangan. Belum puas sampai di situ, bagian bawahnya sengaja saya kasih kastok atau cantolan yang bisa digunakan untuk menggantung sesuatu. Nah, mencari cantolan ini yang agak susah seperti yang saya inginkan. Sempat bertanya lewat kontak facebook teman saya, konon katanya beli via online. Ada juga yang sempat menyarankan untuk mencari di toko bangunan.

dipasng cantolan dan coba ditempelkan dinding dapur 

Saya pun meminta suami mengantar ke toko bangunan yang lumayan gede, siapa tahu lebih lengkap. Namun nyatanya tetap gak ada. Akhirnya saya pun beli wall decor yang ada cantolannya serta beli kastok jadi. Nah, cantolannya ini saya copot dan pasang di ambalan buatan saya. Jadi deh seperti yang ada di benak saya. Senang dan puas rasanya bisa bikin dekorasi rumah sendiri.

Giliran sudah jadi, saya sempat bingung mau diletakkan dimana nih ambalan. Kalau di ruang tamu dan keluarga sudah ada sehingga gak mungkin saya taruh di sana. Kamar tidur? Sementara belum ada gambaran mau dikasih ambalan. Akhirnya pilihan untuk ditaruh di dinding dapur sesuai dengan warnanya pula yang biru.

Terkadang mendekor ruangan pun gampang-gampang susah, apalagi saya yang cuma otodidak. Bagaimana menata pernak-pernik dekorasi supaya letaknya presisi dan nyaman di lihat. Begitupun saat saya hendak meletakkan di dinding sebelah mana ambalan baru buatan saya tersebut. tadinya mau di taruh di dinding yang menghadap ke barat, tapi kurang cocok menurut pandangan saya.
Kemudian saya coba letakkan di dinding tengah menghadap ke utara dan sepertinya ini lokasi yang lebih tepat dan menarik dilihat. Ruang dapur kalau di dekor dengan menarik, bagi saya bisa menambah semangat saat memasak, selain itu juga jadi ruang makan yang asyik buat ngobrol setelah makan selesai.
Hasil akhir dan penambahan pernak-pernik ala dapur

Membuat dekorasi rumah sendiri, selain memanfaatkan barang bekas secara tidak langsung membantu mengurangi limbah sampah. Selain itu juga menghemat pengeluaran, budget yang tadinya buat beli pritilan dekorasi, bisa dialihkan untuk yang lain atau dekorasi yang memang gak bisa dibikin sendiri seperti vas bunga dari keramik atau kaca dll.

Nah, itulah kreasi ambalan buatan sendiri untuk dekorasi rumah keluarga biru, tepatnya dekorasi ruang dapur. Teman-teman juga bisa membuatnya dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, misal kayu palet bekas, atau kardus yang tebal.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Ivonie Zahra