Belajar Smartphone Videography Bersama Teguh Sudarisman Di Primebiz Hotel Surabaya

11.53 Ivonie Zahra 11 Comments



Suatu siang tetiba suami memberitahu sekaligus mengajukan sebuah pertanyaan berminat ikut acara workshop smartphone videography. Padahal waktu itu saya dalam kondisi masih sebal dengannya hahaha. Begitu ada info tersebut sebal saya jadi hilang dan lekas mendaftar di komentar pengumuman acara. Iya, sebalnya hilang dong biar saya ditemenin ke acara tersebut di Surabaya hahaha.


Meskipun suami sudah lebih dulu belajar, saya tetap berminat mendaftar dan belajar langsung sama Mas Teguh Sudarisman. Bisa saja saya belajar sama suami, tapi saya lebih suka belajar langsung dengan ahlinya. Minta diajarin suami kalau pas ada bagian materi yang saya lupa. Karena peserta terbatas, saya harap-harap cemas dong menunggu pengumuman peserta yang lolos. Beruntung, nama saya ada diantara peserta yang lolos.

Tadinya mau berangkat barengan dengan Anis yang juga mendaftar dan lolos seleksi. Sayangnya mendekati hari H, anaknya sakit dan gak mungkin dibawa ke Surabaya. Sehingga saya dan suami merubah haluan, berangkat lebih awal di hari Jum’at selepas Magrib menggunakan angkutan bus. Agar Sabtu pagi gak sampai telat ke acara yang bakal dimulai pukul 8.30 pagi yang diadakan di Hotel Primebiz Surabaya.

Belajar Smartphone Videography Bersama Mas Teguh Sudarisman

Sebenarnya saya belum banyak tertarik dengan dunia videography, karena saya sudah terlanjur jatuh hati dengan photography. Biasanya suami yang rajin membuat dan saya sebagai figurannya beserta anak-anak. Sempat sih membuat video, cuman saya gak bisa bagian editingnya.

Beruntung kesempatan datang untuk belajar smartphone videography dengan Mas Teguh Sudarisman yang kemampuannya tak diragukan lagi. Secara teman dan suami saya sudah lebih dahulu belajar sama beliau. Saya pun jadi penasaran dong belajar bikin video dan editingnya, terutama ya bagian mengeditnya ini.

Acara diadakan pada Sabtu, 7 Oktober 2017 di Hotel Primebiz Surabaya mengambil tema “Creating Your Video Stories with Smartphone”.  Pagi itu acara agak mundur dari jadwal yang sudah ditentukan. Saya berusaha konsentrasi menyimak materi ilmu tentang video, sementara anak-anak dihandle oleh suami agar tidak menganggu saya. Terus terang belajar mengenai video harus fokus.
Acara langsung dibuka oleh Mas Teguh dan sedikit sambutan dari pihak Hotel Primebiz Surabaya. Begitu masuk ke acara inti, materi disampaikan menggunakan proyektor dan terpampang jelas di layar lebar pada salah satu conference room.

Mas Teguh membuka materi dengan sebuah pertanyaan,
“Mengapa Video?”
Jawabannya tentu saja karena semua orang suka video. Zaman semakin berkembang, kini orang lebih menyukai tampilan video daripada sekedar membaca. Selanjutnya dijelaskan mengapa membuat video mesti pendek, karena rata-rata rentang perhatian manusia hanya 8,25 detik. Sebagian orang tidak betah emmbaca artikel lama-lama, namun tidak demikian kalau menonton video lebih betah karena pergantian frame yang berlangsung cepat tiap detiknya.

Teori Smartphone Videography

Teori mengenai smartphone videography ini disampaikan dengan santai, bahkan saya bisa sambil ngemil camilan serta teh yang disediakan oleh pihak hotel. sehingga tak terkesan tegang belajarnya. Selain itu teori mengenai smartphone videography disampaikan secara mendetail. Ada hal-hal teori yang harus dipahami sebelum membuat video. Diantaranya;
·         Pengambilan gambar untuk video idelanya sekali shot minimal 5 -10 detik. Sehingga untuk sebuah video diperlukan sebanyak 36 kali.
·         Perhatikan juga isi video seperti apa yang ingin kita sampaian, informasi, pengetahuan atau hiburan. Usahakan ada interaksi dengan orang lain seperti wawancara atau percakapan agar video terasa lebih hidup bukan senyap.
·         Persiapan alat untuk mengambil gambar atau shoot, seperti smartphone, tripod ( bisa monopod, tongsis, atau stedy cam), holder tripod, remote control/tomsis, microphone serta headphone  dan voice recorder (alternatif).
·         Usahakan saat mengambil video, posisi kamera dipegang dengan baik dan benar supaya hasilnya tidak shacking. Bila tidak menggunakan tripod maupun stabilizer, posisi tangan mendekat ke dada.
·         Perhatikan resolusi video sesuai dengan tingkatannya.
·         Pahami kegunaan tripod, diantaranya; menstabilkan shot, zoom-in zoom-out, low angle shot, high angle shot, selfie, 360 rotation, timelapse dll.
·         Rekam video dengan posisi landscape atau mendatar, bukan portrait atau vertical kecuali buat FB live.
·         Mensyut itu seperti memotret, perhatikan komposisi, angle, dan cahaya.
·         Syut sesuai urutan waktu atau cerita.

Selain teori yang disampaikan,juga ditunjukkan beberapa video karya Mas Teguh menggunakan smartphone yang hasilnya benar-benar menakjubkan. Hasilnya gak kalah bagus dibandingkan dengan menggunakan kamera video. Serta contoh-contoh video yang menarik karena terselip tips-tips dalam penggambilan foto yang kece dan tak saya sangka prosesnya.

Praktek Membuat Video dan Editing dengan Power Director

Usai materi disampaikan, saatnya mempraktikkan langsung dengan mengexplore Hotel Primebiz Surabaya yang baru dilaunching pada bulan Agustus lalu. Peserta praktek dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok saya terdiri dari lima orang yang didampingi langsung oleh PR hotel dan menjelaskan tiap bagian dari hotel tersebut.

Pengambilan video diawali dari depan, lalu ke lobby hotel, meeting room dan cafe bar. Setiap peserta berusaha mengambil angle yang berbeda dalam tiap potongan videonya. Meski dalam bayangan saya saat memegang smartphone bisa tenang, nyatanya gak semudah itu. Meskipun sudah menggunakan bantuan tripod, beberapa kali sempat agak goyang alias gak stabil. Saya dituntut untuk lebih fokus, tenang dan tidak terburu-buru prosesnya.

Usai pengambilan video yang berakhir di ruang makan alias restaurannya sekaligus makan siang. Di sini pun para peserta yang terdiri dari blogger Surabaya dan sekitarnya mengambil video sesuai angle dan style masing-masing yang diinginkan. Selesai makan, kami balik lagi ke ruangan di atas untuk belajar mengedit.

Inilah bagian yang ternyata bikin saya mengernyitkan dahi. Secara tahapan untuk editing banyak dan detail, apalagi menggunakan applikasi Power Director. Power Director merupakan applikasi editing video di smartphone terutama pengguna Android. Power Director ini ada yang berbayar dan gratis, sementara untuk belajar awal bisa menggunakan yang gratisan saja. Hanya saja, kalau ingin menekuni dunia videography disarankan menggunakan yang berbayar supaya lebih professional, fitur lebih lengkap dan hasil video bisa menunjang sebuah bisnis.

Dulu kalau lihat suami sedang ngedit video, serius banget sampai mojok gitu hehehe. Saya sendiri menilai, ngedit video itu susah, namun setelah mengikuti workshop ini jadi tahu tahapannya. Kalau dipelajari dengan seksama tidaklah sesulit bayangan saya. Kalau sudah ada applikasi editing, langkah selanjutnya menyiapkan bahan pendukung seperti database, music latar, yotube audio.




Saya menyimak teori mengedit sambil setengah terkantuk-kantuk saking detailnya. Namun tetap berusaha fokus, hanya saja pas praktek mengedit saya sempat keteteran sehingga lebih banyak menyimak teorinya. Mas Teguh menjelaskan usai proses editing, video bisa diupload kea kun Youtube dan siap untuk dishare ke berbagai sosmed agar menarik pengunjung dan video tersebar. Bisa juga video tersebut dikirimkan ke citizen journalis semacam Net TV yang menerima kiriman video, apabila videonya lolos untuk publish, maka bersiaplah meraih pundi-pundi rupiah.


Hari kian sore, sampailah dipenghujung acara yang ditutup dengan foto bersama. Saya pribadi cukup puas dengan workshop smartphone videography ini. Banyak ilmu yang saya dapatkan dan berharap bakal ada workshop lanjutan mengenai smartphone videography oleh Mas Teguh.

Sekilas Mengenai Hotel Primebiz Surabaya


Hotel Primebiz Surabaya ini terbilang baru, merupakan hotel bisnis yang berkonsep maskulin. Hal tersebut terlihat dari interiornya yang banyak didominasi diagonal dan tak banyak hiasan bunga-bunga. Hotel yang memiliki 162 kamar yang terbagi dalam beberapa tipe kamar yaitu Superior, Deluxe, Superior Triple, dan Suite. Selain itu juga tersedia disable room yang berada di lantai dasar dekat lobby. Sementara harga yang dibandrol cukup terjangkau untuk kalangan pebisnis. Selain itu lokasinya yang strategis di pintu masuk kota dan dekat dengan pusat kota yang menjadi sentra bisnis.





Hotel yang berada di Jalan Gayung Kebonsari ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap sebagai hotel bisnis. Selain kamar yang terbagi dalam beberapa tipe, ada juga meeting room, coffe bar 30, message dan spa. Sehingga hotel ini cocok sebagai pilihan menginap bagi pebisnis yang sedang mengadakan agenda bisnis di Surabaya. Untuk informasi lebih detail, bisa menghubungi bagian dibawah ini.

Primebiz Hotel- Surabaya
Jl. Kebonsari no. 30, Surabaya 60235
Telp. +62-31-82518899
Fax +62-31-82517788
IG @primebizhotelsurabaya







11 komentar:

  1. Aku pingin bikin video dari dulu belum kesampaian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo belajar Jeng, asyik loh kalau sudah bisa cara ngeditnya :D

      Hapus
  2. emang menarik sih materi mas teguh, aku pun gak sabar kalo ada kesempatan ikut acara dia. eh nginep di hotelnya gak? :D

    BalasHapus
  3. Aku pengen banget nih mbak dari dulu bisa buat video yang bagus dan bikin sendiri...

    BalasHapus
  4. Wah aku belum pernah coba power director, instal dlu ah. anyway Mas Teguh mau ke Jogja, lalu galau deh jd ikut ato ga

    BalasHapus
  5. Video pertamanya udah langsung keren lho. Sukses nih belajarnya sama mas Teguh

    BalasHapus
  6. Bikin video effortnya lumayan gede, butuh kesabaran dan kreatifitas.

    BalasHapus
  7. kereen. kapan ya ada acara begini di kotaku

    BalasHapus
  8. Waaahh hotelnya deket rumahku. Tapi kyknya bukan Jl. Kebonsari, Gayung Kebonsari kali ya?
    Soalnya jalan utama di Kebonsari kyke Raya Kebonsari dan Kebonsari Tengah.
    Eh apa aku yg lupa yaaaaa.
    Aku arek Kebonsari soale haha :P

    BalasHapus
  9. Kapan ya bisa ketemu sama master Teguh hehe, sering banget liat banyak acara yang diselenggarakan, tapi sampai sekarang belum berkesempatan berpartisipasi. Ihiks.

    omnduut.com

    BalasHapus
  10. Aiiih ada mbak Zulfa juga.

    Sudah lama nggak ikut workshop Mas Teguh nih. Butuh ilmu baru tentang smartphone videography

    BalasHapus