[ Review ] Film Sanam Teri Kasam, Demi Sumpah Janjimu, Sayang...

02.11 Ivonie Zahra 40 Comments

sumber : Pinterest

Pemain : Mawra Hocane, Harshvardhan Rane, Vijay Raaz, Manish Chaudhary
Sutradara : Radhika Rao & Vinay Sapru
Genre : Romance
Produser : Deepak Mukut
Rilis : 5 Februari 2016
Rating : 3,5/5 


Kapan terakhir menonton ke bioskop? Kalau saya sewaktu mengajak Mas Aiman menonton film terbaru Cars. Bisa dibilang saya dan suami jarang bisa menonton di bioskop. Pertimbangan pertama bukanlah masalah harga tiket, akan tetapi waktunya yang gak mungkin meninggalkan anak-anak terlalu sering cuma buat nonton ke bioskop. Mengingat di keluarga suami, gak ada tuh agenda nonton bioskop. Sehingga saya berusaha tahu diri lah.

40 comments:

DIY Ambalan : Dari Alas Photo Hingga Home Decor

23.00 Ivonie Zahra 42 Comments


DIY Ambalan untuk dekorasi dapur 

Saat masih remaja dan tinggal dengan orang tua, urusan rumah menjadi tanggung jawab saya dan adik. Secara saya hanya tinggal bertiga, saya , adik dan almarhum bapak, sementara ibu bekerja di luar negeri. Mau gak mau saya sudah terbiasa dengan kegiatan membersihkan dan menata rumah.

Berbicara soal menata membersihkan dan menata rumah, diantara saya dan adik, saya lah yang paling banyak berperan. Dari dulu saya hobi bongkar- tata dekorasi di rumah. Baik ruang tamu, keluarga hingga yang paling sering adalah kamar tidur saya dan adik. Yup, sejak kecil sampai lulus sekolah saya tidurnya sekamar dengan adik, lha wong sama-sama perempuan aja. Sehingga gak perlu kamar terpisah.

Belajar Otodidak Dekorasi Rumah

Soal dekorasi rumah, bukan yang wah atau seperti desain interior rumah gitu ya. Namanya juga waktu itu masih remaja, kalau lihat posisi lemari udah terlalu sering bawaannya kan bosen tuh. Jadilah dipindah-pindah posisinya. Bahkan saking hobinya dekor rumah, saya pernah bikin lemari sendiri dari bamboo. Jangan dibayangin lemarinya bagus seperti buatan tukang yak, meskipun almarhum bapak adalah tukang serba bisa.

Saat itu iseng saja sih, karena gak punya lemari yang memadai, sementara di belakang rumah ada kayu menganggur. Jadilah lemari ala-ala untuk menata buku dan pernak-pernik sekolah. Sementara dinding kamar dihiasin dengan poster band idola kala itu macam Sheila on 7 sampai boy band luar negeri hihihi.

Saya belajar mendekorasi rumah pastinya secara otodidak, sering membaca dan melihat desain rumah di majalah. Saking sukanya, kalau luang saya suka bikin pritilan buat dekorasi rumah, seperti vas bunga dari botol plastik, bunga dari sedotan supaya rumah lebih terlihat menarik dan hidup. Hal tersebut pun terbawa hingga kini saya berumah tangga dan memiliki rumah sendiri.

Membuat Dekorasi Ambalan Sendiri

Urusan mendekorasi rumah, tentunya saya yang paling banyak berperan. Sesekali sih saya diskusi dengan suami juga, misal saya pengen ruang tamu begini, dapur dikasih ini dan dia hanya mengiyakan saja. Seperti waktu saya ajak bikin pagar depan rumah sendiri dari kayu palet. Itu ide dari saya dan dia membantu mewujudkannya.

Baca Juga : DIY Membuat Pagar Kayu 

Nah, beberapa lalu waktu lalu saya menyempatkan untuk merapikan dekorasi teras yang sudah berantakan banget. Dilihat serasa teras penuh dan gak nyaman. Saya mulai memilah mana yang masih bisa dimanfaatkan dan mana yang perlu dibuang. Supaya teras terlihat lebih lapang dan menarik. sampai pada tertuju pada sebuah rak yang menempel pada dinding pagar teras.

Awalnya, kayu tersebut saya dapatkan dari rumah ibu mertua. Saya meminta tolong pada kakak ipar supaya dipotong sekitar 60 cm panjangnya, nantinya saya gunakan untuk alas poto. Kala itu saya baru keranjingan belajar food photography. Biar properti alas foto yang beragam sehingga bikin sendiri ketimbang beli satu paketnya sekitar 85 ribu.

kayu bekas untuk alas photo

Kayu yang sudah dipotong tersebut sebagian sisinya saya cat warna hijau dan sisinya saya biarkan sesuai warna aslinya. Supaya bisa dipakai bolak-balik karena bisa dibongkar pasang. Usai jadi, beberapa kali saya sempat memakainya untuk pemotretan makanan. Namun seiring waktu, saya berubah pikiran dengan fungsi kayu tersebut. karena koleksi alas foto saya sudah bertambah dengan motif lain yang lebih beragam dan bagus. Sehingga timbul ide baru untuk menyulapnya menjadi rak tanaman di teras.

Saat menjadi rak untuk tanaman cukup bertahan lama hingga akhirnya saya beberes lagi dan berpikir ulang lagi untuk ide lainnya. Berhubung bentuknya sudah menjadi rak, amat sayang kalau harus dibongkar lagi. Saya pun gak sengaja melihat model ambalan masa kini untuk dekorasi rumah. Aha, kenapa gak disulap menjadi ambalan saja. Mengingat kalau beli ambalan  di toko dekorasi rumah seperti ACE atau Informa harganya kan  lumayan menguras kantong.

DIY ambalan sebelum di cat

Saya pun memutar otak agar rak tersebut bisa menjadi ambalan yang menarik tanpa mengubah bentuknya. Tercetuslah ambalan model rumah, saya tinggal menambah bagian atapnya sehingga menyerupai bentuk rumah. Nah, kayu yang digunakan untuk atapnya ini juga tadinya alas foto juga, cumin saya kurang sreg dengan teksturnya yang agak kasar. Sudah coba diamplas, hasilnya tetap saja.
proses pengecatan 

Semua saya lakukan sendiri di sela-sela anak tidur atau pas diasuh neneknya, sementara suami bekerja. Yah, begitulah salah satu cara saya mengisi waktu luang atau bahasa kekiniannya ‘Me Time’ gitulah. Saya rapikan rak bekas tanaman tadi dengan menggergaji ujungnya supaya sama panjang, memaku kayu atapnya. Setelah selesai, baru deh saya cat dengan warna favorit, biru.

Hasilnya? Tara jadi lebih menarik bila di temple ke dinding ruangan. Belum puas sampai di situ, bagian bawahnya sengaja saya kasih kastok atau cantolan yang bisa digunakan untuk menggantung sesuatu. Nah, mencari cantolan ini yang agak susah seperti yang saya inginkan. Sempat bertanya lewat kontak facebook teman saya, konon katanya beli via online. Ada juga yang sempat menyarankan untuk mencari di toko bangunan.

dipasng cantolan dan coba ditempelkan dinding dapur 

Saya pun meminta suami mengantar ke toko bangunan yang lumayan gede, siapa tahu lebih lengkap. Namun nyatanya tetap gak ada. Akhirnya saya pun beli wall decor yang ada cantolannya serta beli kastok jadi. Nah, cantolannya ini saya copot dan pasang di ambalan buatan saya. Jadi deh seperti yang ada di benak saya. Senang dan puas rasanya bisa bikin dekorasi rumah sendiri.

Giliran sudah jadi, saya sempat bingung mau diletakkan dimana nih ambalan. Kalau di ruang tamu dan keluarga sudah ada sehingga gak mungkin saya taruh di sana. Kamar tidur? Sementara belum ada gambaran mau dikasih ambalan. Akhirnya pilihan untuk ditaruh di dinding dapur sesuai dengan warnanya pula yang biru.

Terkadang mendekor ruangan pun gampang-gampang susah, apalagi saya yang cuma otodidak. Bagaimana menata pernak-pernik dekorasi supaya letaknya presisi dan nyaman di lihat. Begitupun saat saya hendak meletakkan di dinding sebelah mana ambalan baru buatan saya tersebut. tadinya mau di taruh di dinding yang menghadap ke barat, tapi kurang cocok menurut pandangan saya.
Kemudian saya coba letakkan di dinding tengah menghadap ke utara dan sepertinya ini lokasi yang lebih tepat dan menarik dilihat. Ruang dapur kalau di dekor dengan menarik, bagi saya bisa menambah semangat saat memasak, selain itu juga jadi ruang makan yang asyik buat ngobrol setelah makan selesai.
Hasil akhir dan penambahan pernak-pernik ala dapur

Membuat dekorasi rumah sendiri, selain memanfaatkan barang bekas secara tidak langsung membantu mengurangi limbah sampah. Selain itu juga menghemat pengeluaran, budget yang tadinya buat beli pritilan dekorasi, bisa dialihkan untuk yang lain atau dekorasi yang memang gak bisa dibikin sendiri seperti vas bunga dari keramik atau kaca dll.

Nah, itulah kreasi ambalan buatan sendiri untuk dekorasi rumah keluarga biru, tepatnya dekorasi ruang dapur. Teman-teman juga bisa membuatnya dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, misal kayu palet bekas, atau kardus yang tebal.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Ivonie Zahra



42 comments: