Langkah - Langkah Dalam Menjalin Kedekatan Dengan Anak

07.25 Ivonie Zahra 27 Comments

Membacakan Buku Cerita Dinosaurus


Sejak kecil saya sudah terbiasa tinggal terpisah dengan orang tua, terutama ibu. Bagaimana tidak, saya yang numpang lahir di Jakarta, sejak umur 5 tahun tinggal bersama nenek di lereng Gunung Lawu, tepatnya di kota kecil Matesih. Kemudian orang tua sempat memutuskan untuk tinggal di kampung halaman almarhum bapak di Blitar. Akan tetapi kebersamaan kami tak berlangsung lama. Saya kembali dititipkan dan diasuh oleh bulek yang notabene adik dari almarhum bapak. Sementara orang tua kembali merantau ke Jakarta.


Saat semuanya kembali ke kampung, seiring bertumbuhnya saya dan adik. Kamipun bisa tinggal bersama di sebuah rumah kecil milik saudara jauh. Karena kondisi itulah, Ibu meminta izin pada bapak untuk diperbolehkan bekerja keluar negeri. Harapannya supaya kami bisa memiliki rumah sendiri. Sehingga kebersamaan saya dengan Ibu pun terputus lagi, saya hanya tinggal dengan adik dan bapak selama bertahun-tahun. Sehingga kedekatan saya dengan Ibu kurang terjalin dengan baik, meskipun selama Ibu bekerja di luar negeri tetap berkomunikasi dengan saya dan adik hanya saja rasanya tetaplah berbeda. Namun saya menyadari semua itu dilakukan demi kebahagian kami sekeluarga.

Belajar dari pengalaman masa kecil saya yang sering tinggal terpisah dengan orang tua. Membulatkan tekad, kalau sudah berkeluarga dan memiliki anak inginnya selalu bersama dengan mereka terutama waktu bersama anak-anak. Keputusan tersebut pun didukung sepenuhnya oleh suami. Sehingga selepas menikah, saya masih sempat bekerja namun akhirnya resign untuk fokus menjalani kehamilan.

Begitu anak pertama yang saya dan suami idam-idamkan lahir, kegiatan saya seluruhnya terpusat pada si kecil Aiman. Saya melewati banyak waktu bersamanya mulai dari masa menyusui, memberinya makanan pendamping ASI ( MPASI ) hingga waktunya dia memiliki adik. Sebenarnya saya hanya ingin memiliki anak satu saja, saking sudah sayang dan dekatnya dengan Aiman. Akan tetapi suami yang kukuh ingin memiliki anak lebih dari satu. Akhirnya saya pun luluh, berharap kalau hamil lagi mendapatkan anak perempuan biar lengkap gitu.

Alhamdulillah, harapan saya terkabul dengan lahirnya anak kedua berjenis kelamin perempuan. Saya makin disibukkan dengan merawat keduanya, yang pertama sedang masa aktifnya bermain sedangkan yang kedua memasuki tahapan yang sama seperti kakaknya dulu. Saya tak menyesal mengambil keputusan untuk selalu membersamai tumbuh kembang anak-anak, karena memang sejak awal itu yang saya inginkan.

Saya ingin lebih banyak bersama dan menghabiskan waktu bersama mereka. Sejak kecil kemana-mana selalu saya bawa, baik acara yang berkaitan dengan kegiatan saya maupun keluarga. Perhatiannya saya benar-benar dicurahkan ke mereka, apalagi sejak hamil anak kedua saya memutuskan untuk berhenti menerima pesanan kue dkk. Karena saya tidak ingin waktu terbagi antara mengerjakan pesanan orang dengan merawat anak-anak. untuk itulah saya mengupayakan berbagai langkah agar anak-anak selalu dekat dengan saya.  Adapun beberapa langkah yang saya lakukan sebagai berikut: 

1.     Mengajak Bermain Bersama
Saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk bermain bersama anak-anak, di antara mengerjakan urusan rumah tangga seperti mencuci baju, mengepel maupun memasak karena saya tidak memakai asisten rumah tangga. Mengingat saat ini sedang masanya  mereka senang bermain apa saja, baik indoor maupun outdoor. Dengan mendampingi mereka bermain, kegiatan ini secara tidak langsung makin mendekatkan saya sebagai ibunya dengan anak. Anak-anak akan beranggapan Ibunya selalu memberinya perhatian dengan bermain bersama.

2.     Membacakan Buku Cerita


Saya termasuk yang suka membaca buku, berharap kebiasaan itu bisa menurun pada anak-anak. Sehingga saat kumpul bersama, diusahakan untuk lepas sejenak dari gadget dan memilih membacakan buku cerita untuk mereka. Setiap bulan saya menganggarkan budget untuk membeli buku cerita anak-anak. Bahkan saya mengajak serta mereka saat ke toko buku, mereka antusias mengambil buku pilihannya. Selain saat kumpul bersama, waktu yang lebih hangat membacakan cerita saat mereka hendak tidur. Aiman dan Aira menyimak cerita yang saya bacakan sampai mereka tertidur.

3.     Membuatkan Cemilan Kesukaan
Langkah lain yang saya lakukan buat anak-anak agar selalu dekat, ya salah satunya membuatkan cemilan kesukaan mereka. Saya yang juga hobi memasak dan membuat kue, selalu berkreasi membuat cemilan sendiri dan kesukaannya. Terkadang mereka juga ikutan sibuk di dapur membantu walaupun kenyataannya bukannya membantu malah bikin dapur berantakan hahaha. Akan tetapi dapur yang berantakan akan terbayar saat anak-anak memakan dengan lahap cemilan buatan Ibunya.

4.     Menemani Saat Makan
Moment makan bersama juga cara saya lebih dekat dengan anak-anak. Mas Aiman yang sudah duduk di bangku TK A, selalu saya bombing untuk belajar makan sendiri walau kadang masih disuapin juga. Lain halnya dengan Aira, dia bisa dibilang perkembangan motorik halusnya lebih baik. Justru dia tak mau disuapin tapi suka makan sendiri sehingga saya sering mendampingi dan menemaninya saja.

5.     Mengajak Liburan Bersama
Momen yang tak kalah penting agar selalu dekat dengan anak-anak ialah mengajak mereka berlibur bersama. Biasanya dua bulan sekali saya mengajak mereka liburan bersama ke luar kota, terutama ke kota tetangga Surabaya. Liburannya terkadang diisi dengan mengunjungi destinasi wisata ramah anak atau sekedar staycation di salah satu hotel yang fasilitasnya memadai terutama fasilitas untuk anak-anak. Saat travelling, saya tak lupa untuk membawa perbekalan seperti baju ganti, camilan maupun obat-obatan buat antisipasi kalau terjadi sakit. Salah satunya obat penurun panas dan pilihan saya jatuh pada Tempra Syrup.
 
Tempra Drops Rasa Anggur Untuk Usia 1-5 Tahun
Biasanya kalau anak mendadak demam, saya tak langsung memberinya obat penurun panas melainkan memantaunya terlebih dahulu. Selain itu diupayakan dengan cara lain seperti skin to skin, konon katanya itu bisa meredam demam. Namun bila segala upaya sudah dicoba dan demamnya sudah mencapai angka 38 darcel, saya pun memberinya sirup penurun panas.

Agar anak-anak mau minum obat penurun panas, tentu saja pilihan saya sudah tepat dengan memberi Tempra Syrup dengan rasa aneka buah yang disukai anak-anak.  Namun perlu diperhatikan, Tempra Syrup ini memiliki beberapa varian yang sesuai dengan umur sehingga dosisnya tepat. Adapun 3 varian Tempra Syrup penurun panas untuk anak-anak sebagai berikut :
-          Tempra Drops rasa anggur untuk anak usia 0-1 tahun dengan kandungan setiap 0,8 ml mengandung  80 mg paracetamol.
-          Tempra Drops rasa anggur untuk anak usia 1-6 tahun dengan setiap 5 ml mengandung 160 mg paracetamol.
-          Tempra Forte rasa jeruk untuk anak usia 6 tahun ke atas dengan setiap 5ml mengandung 250 mg paracetamol.

Adik Aira kepo sama tulisan di kemasannya :D

Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Selain itu paracetamol adalah obat penurun panas yang aman di lambung atau tidak menyebabkan iritasi lambung maupun tidak mempengaruhi fungsi ginjal.

Mas Aiman suka Tempra Syrup rasa anggur, seperti buah kesukaannya

Cara meminumnya pun mudah karena Tempra Syrup dilengkapi dengan safety dropper untuk usia di bawah satu tahun dan gelas takar yang dilengkapi dengan ukuran mililiter pemakaian. Serta prosesnya tidak perlu dikocok karena 100 % larut. Sementara kemasan botolnya yang kecil, tetap nyaman disimpan maupun dibawa travelling sekalipun. Kemasan botolnya dari plastik yang dilengkapi dengan tutup botol  CRC ( Child Resistant Cap ).

Begitulah langkah yang saya lakukan dalam menjalin dan membersamai  anak-anak agar selalu dekat, besar harapan tak hanya saat mereka masih kecil namun hingga dewasa nanti kedekatan itu selalu terjaga. Serta pemilihan obat penurun panas yang tepat bagi mereka. Tempra Syrup selalu tersedia baik untuk di rumah maupun sedang travelling dengan anak-anak.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Tempra.





27 komentar:

  1. Membacakan atau mendongeng cerita bisa menjadi bonding buat anak ya Mbak. Apalagi pas mau tidur. Sering mereka malah bertanya ttg isi cerita sehingga merangsang imajinasinya. Toss dulu Aira, kalau demam kami juga sedia tempra. Sehat selalu buat keluarga biru :)

    BalasHapus
  2. Langkah2 nya siip mnbak karna sy juga melakukan itu semua. Hehe

    BalasHapus
  3. penting banget ya bagi sebagai ibu untuk bisa menjaga kedekatan bersama anak. bahkan ibu bekerja kayak aku juga harus pintar-pintar membagi waktu agar bisa tetap dekat dengan anak

    BalasHapus
  4. Pantesan Mama Ivon deket banget sama anak-anak

    BalasHapus
  5. Aku pgn bgd ngajakin bocah baca buku cerita tp sllu gagal. Buku2nya mlah dipakai mainan sm bocah 😔

    BalasHapus
  6. salut Mbak, semuanya sendiri dan masih sempat ngeblog, hebat euy=)

    BalasHapus
  7. Tooos mba aku di rumah juga sebisa mungkin membiasakan buat bacain buku cerita ke anak-anak.. :D Buku dino jd favorit anakku juga.. :D

    BalasHapus
  8. Huwaaaa ternyata Ivon anak Jakarte hehe :D

    Di rumahku juga sellau sedia Tempra buat jaga2 kalau anak rewel saat demam :D

    BalasHapus
  9. Terimakasih Ma sudah mengasuh dan merawat anak-anak dengan baik, semoga kita bisa menjalin kedekatan dengan mereka baik secara lahir maupun bathin, aamiin.

    BalasHapus
  10. mendongeng ini pekerjaan yang asyik bersama anak-anak

    BalasHapus
  11. Nice mbak, jd bisa belajar nanti klo jd orang tua hehe

    BalasHapus
  12. Orang tua jaman now, musti menjalin kedekatan dg anak jaman now juga

    BalasHapus
  13. Aku juga awalnya mau fokus sama anak pertama dulu sampai dia sekolah SD..ehh ternyata Allah mempercepat kehadiran si kecil yang kedua 5 tahun kemudian. Paling cemas ya kalau anak sakit, makanga aku juga siapin obat penurun panas juga

    BalasHapus
  14. Mantep banget langkah langkahnya mba

    BalasHapus
  15. Jadi ibu memang tugas yang mulia ya mba. Memutuskan resign dan menemani insyallah menjadi bekal bonding bersama anak. Karena wkt tidak akan pernah tergantikan.

    BalasHapus
  16. Penting banget ya ngejalin kedekatan dengan anak. Mudah-mudahan nanti aku bisa melakukannya thd ank2ku.

    BalasHapus
  17. Dirumah juga selalu sedia tempra, dikala ken-bre sakit panas demam. mayan cocok buat mereka.
    kedekatan yg utama ya ketika mereka sakit apalagi, bounding lbh cpt memberikan mereka lekas sembuh

    BalasHapus
  18. Kebersamaan dengan anak memang sangat penting ya mba, seorang Ibu memiliki peran yang sangat dalam keluarga. semangat mba!

    BalasHapus
  19. Makin dekat akan makin hangat ya hubungan ibu dengan anak. Jadi ingat gelesoran di kaki ibu dengerin beliau mendongeng

    BalasHapus
  20. semakin dekat ibu dan anak menambah waktu bonding time

    BalasHapus
  21. Bonding time with kids is important! Sesibuk apapun kita sebagai orangtua, tetap harus bisa meluangkan waktu bercengkrama dengan anak-anak ya mbak.

    BalasHapus
  22. Duo AI dan parents emang role model keluarga muda jaman now.
    KEREN BANGET mbaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  23. Ada banyak cara untuk berdekatan dengan anak2 ya mba, aku emang selalu menanamkan bonding bersama anakku dr dulj, jd sampe skrng walaupun aku sibuk, aku tetep suka menyempatkan ngobrol kalo mau tidur.

    BalasHapus
  24. Bonding dgn ortu khususnya ibu memang penting banget dlm tumbuh kembang anak ya mba. Ak sih mikirnya supaya kelak ketika mereka sewasa, mereka bisa nyaman curhat dg ibunya dan selalu nyaman berada di rumah dengan ortu.

    BalasHapus
  25. Seneng bgt bisa menghabiskan wakt sm keluarga terutam anak2, aku jg bercita2 jadi irt yg bisa meluangkan waktu spenuhny buat anak2 drumah. Aku gak mau kehilangan Masa2 pertumbuhnnya,masa2 emas dlm tunbuh kembangnya.

    BalasHapus
  26. Tempra memang andalan banget. Aku juga selalu sedia di rumah utk jaga2.

    BalasHapus
  27. ibu dituntut siaga disaat anak sakit dengan menyediakan obat yang aman dan mudah dibeli :)

    BalasHapus