Seminar Mengenai Ecotourism Bersama IndonesiaWISE Di The Balava Hotel Malang

07.10 Ivonie Zahra 1 Comments



Perkembangan dunia pariwisata di Indonesia dari hari ke hari kian berkembang. Lihat saja di beberapa daerah selain tempat wisata yang sudah ada, bermunculan tempat wisata baru yang kekinian. Tak heran kalau pemerintah pun memiliki target untuk menarik wisatawan dari luar negeri maupun dosmetik.


Akan tetapi seiring perkembangan pariwisata yang pesat, terdapat dampak yang menjadi permasalahan baru. Seperti sampah yang kian menumpuk yang ditinggalkan atau dibuang sembarangan. Kurang peka dan peduli para pengunjung tempat wisata sehingga menjadikan objek rusak. Untuk itulah perlu adanya gebrakan baru untuk tempat wisata ramah lingkungan.


Beruntung saya mendapat email yang diwakili Ibu Denok mengenai undangan seminar yang diadakan oleh IndonesiaWISE. Awalnya saya sempat ragu untuk datang, namun mengingat tema yang akan disampaikan menarik, sayapun bersedia hadir dalam acara tersebut.


Acara berlangsung pada tanggal 3 Mei 2018 di The Balava Hotel Malang. Selain saya, ada beberapa instansi yang juga turut diundang dalam seminar ini 60 stakeholder penting penting Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, PHRI Kota Malang, 40 Perwakilan hotel ternama di Malang. Serta perwakilan Kampung Glintung, Bank Sampah Malang, Media dan lainnya. Mengambil tema utama Menjadikan Malang, Bromo, Tengger, Batu tujuan wisata ramah lingkungan spesial di Indonesia.

Ibu Denok Sri Wilujeng 

Acara dimulai pukul 9 pagi, sesuai dengan jadwal dalam undangan yang dibuka oleh Ibu Denok. Beliau sempat memaparkan secara singkat mengenai Ecotourism IndonesiaWISE yang meliputi Winning ( Menang), Innovation ( Inovasi), Sustainability ( Berkelanjutan) dan Excellence ( Unggul). Adapun keahlian keberlanjutan dalam beberapa hal yang tertuang sebagai berikut :

1.       Sustainable Policy Guidance, Roadmap, Development/ Implementation – Bimbingan Kebijakan Keberlanjutan, Pengembangan Peta Jalan dan Penerapan
2.       Sustainable Supply Chains – Rantai Pasok Berkelanjutan
3.       Sustainable Finance Due Diligence – Keuangan Berkelanjutan
4.       Green Banking – Perbankan Hijau
5.       Enviromental, Social, Governance ( ESG) Research and Project – Riset dan proyek Lingkungan, Sosial, Tata Kelola
6.       Enviroment, Health, Safety ( EHS ) – Kesehatan, Keselamatan Lingkungan Hidup
7.       Corporate Social Responsibility – Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
8.       ecotourismWISE – Pariwisata Ramah Lingkungan Yogyakarta- Borobudur-Prambanan-Malang-Bromo-Tengger-Batu-Danau Toba- Ubud Dll.
9.       Skills Development Training and Workshop / Workshop dan Pelatihan Pengembangan Ketrampilan
10.   Young Leaders for Eco Cities Project / Proyek Young Leaders untuk Kota Eco

Pemukulan Gong, Simbolis Pembukaan Acara

Pada kesempatan tersebut, Bapak Amol Titus selaku Presiden Direktur IndonesiaWISE bersama Bapak Dwi Cahyo membuka secara resmi seminar ini ditandai dengan pemukulan gong mini. Selanjutnya sambutan sekaligus pidato tentang visi dan inisiatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang yang semestinya disampaikan oleh Ibu Ida Ayu Made Wahyuni, namun beliau berhalangan sehingga diwakilkan oleh Bapak Agung.


Dalam mengembangkan pariwisatanya kota Malang memiliki slogan Menjadikan Kota Malang Sebagai Kota Bermartabat, yang mana diharapakan Bersih, Makmur, Adil, Religius, Toleran, Terkemuka, Aman, Berbudaya, Asri dan Terdidik.

Bapak Agung juga menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan pendukung pariwisata di Kota Malang. Seperti adanya fasilitas bandara Abdurahman Saleh yang diisi oleh beberapa maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Citylink, Sriwijaya Air, Wing Air, Lion Air dan Batik Air. Kemudian dari segi jalur darat terdapat stasiun kereta api yang terdiri stasiun Kota Baru, Kota Lama dan Blimbing dan tiga terminal dari masing-masing pintu masuk menuju kota Malang yaitu Terminal Arjosari, Terminal Gadang dan Terminal Landungsari.


Disampaikan pula pada kesempatan siang itu arah pembangunan kepariwisataan Kota Malang yang berkelanjutan serta strategi pemasaran. Mengingat Kota Malang memiliki banyak destinasi yang meliputi Heritage yang terdiri beberapa bangunan bersejarah serta koridor, museum, ukm center, thematic park.

Seminar Ecotourism Disampaikan Oleh Bapak Amol Titus dari IndonesiaWISE
Bapak Amol Titus Direktur IndonesiaWISE

Sesi selanjutnya yang merupakan acara inti, yaitu seminar tentang ecotourism IndonesiaWISE yang disampaikan oleh Bapak Amol Titus yang mana beliau adalah pionir inisiatif berkelanjutan yang telah memberikan bimbingan. Dibawah kepemimpinan Bapak Amol Titus inisiatif ecotourismWISE diterapkan dalam kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung visi misi pemerintah dalam pengembangan 10 destinasi wisata baru.


Beliau membuat gebrakan dengan mengajak anak muda yang mencintai lingkungan di seluruh Indonesia dan kota, termasuk yang sudah terselenggara di Trisakti, Sanatadharma, Malang di kampus UB dan Machung. Mengingat saat ini di Lombok terdapat isu yang sedang menjadi sorotan wisatawan yaitu mengenai dampak sampah di Gili Trawangan.


Sementara program pertama mengenai sustainable development goal yang sudah terlaksana di Yogyakarta, tepatya di Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Selain itu Bapak Amol juga menyampaikan contoh negara yang sudah menerapkan wisata ramah lingkungan.


-          New Zeland negara ini menerapkan pelestarian peninggalan alam
-          Best Practice Ideas, ide terbaik mengenai tanggung jawab penduduk yaitu Japan. Penerapan lingkungan yang bersih di Mt. Fuji
-          Pengembangan Pariwisata Integrasi yaitu Sabah Malaysia
-          Membersihkan dan menyortir sampah pribadi yaitu USA
-          Eco hotel dan resort yang berdesain bagus yaitu South Africa
-          Promosi budaya dan tradisi lokal yaitu Kerala India
-          Rangkaian seni buah oleh hotel dan restoran menggunakan buah lokal yaitu Thailand.


Selain itu Bapak Amol juga menyampaikan analisa riset mengenai wisata ramah lingkungan yang bisa diterapkan untuk wisata di Bromo, Tengger, Malang dan Batu. riset tersebut meliputi contoh mempromosikan pariwisata yang berkaitan dengan budaya lokal, contoh kebijakan khusus mengenai komitmen terhadap lingkungan serta beberapa riset lainnya. Dan juga kendala yang dihadapi mengenai pembangunan yang tidak memadai dan tidak konsisten ecotourism. Tak hanya dipaparkan dalam bentuk materi namun juga pemutaran beberapa contoh video tempat wisata ramah lingkungan.


Sebelum acara sesi pertama berakhir, dari pihak PHRI Kota Malang memberikan presentasinya yang disampaikan oleh bapak Dwi Cahyo. Beliau menyampaikan penemuan yang dilakukan bersama ahli botanical Bogor yang menyatakan,
-          Adanya temuan 140 pohon kenari yang berusia 100 tahun
-          3 pohon langka dari Papua yang usianya hampir 300 tahun
-          12 pohon beringin di alun-alun
-          16 pohon trembesi


Serta menyampaikan bukti awal alun-alun besar menggambarkan sebuah kota itu dikatakan aman. Acara sesi pertama pun ditutup dengan istirahat, sholat dan makan. Bisa dibilang acara seminar ini cukup padat dan sarat akan wawasan mengenai pariwisata ramah lingkungan maupun di kota Malang.

Presentasi Oleh Kampung Glintung, Bank Sampah dan Hotel Tugu

Kurang lebih satu jam usai istirahat, acarapun dilanjutkan sesi berikutnya dari Kampung Glintung yang disampaikan oleh Bapak Bambang Irianto. Beliau telah berhasil mengangkat harkat dan martabat kampung Glintung tak hanya skala nasional namun hingga internasional berkat kegigihannya memberdayakan warganya membuat kawasan Kampung Glintung menjadi kampung terkenal dengan sebutan 3 G.


Selain presentasi dari Kampung Glintung juga dari Bank Sampah Malang yang disampaikan oleh Ibu Ika, membuat saya jadi melek tentang pengolahan sampah. Secara selama ini pengolahan sampah cukup saya buang di tong sampah depan rumah tanpa dipilah terlebih dahulu. Adanya Bank Sampah Malang yang bekerjasama dengan pihak PLN guna bentuk kepedulian yang lebih akrab dengan sebutan CSR.



Tak hanya kedua pemangku kepentingan di Malang, presentasi juga disampaikan oleh pihak Hotel Tugu Malang.  Mengenai beberapa program yang sudah termasuk dalam konsep ecotourism dengan diadakannya setiap tanggal 15 ada acara Indonesia Culture berupa penampilan live permainan gamelan. Serta beberapa program wisata ramah lingkungan yang sudah dijalankan.

Usai semua presentasi disampaikan, acara diisi dengan tanya jawab serta pemberian souvenir, doorprice dan foto bersama dengan semua peserta seminar. Adanya seminar ini saya makin melek pentingnya pariwisata berbasis ramah lingkungan agar kedepannya wisata di Malang tetap lestari. Acara ini terlaksana berkat inisiatif dari IndonesiaWISE.


IndonesiaWISE sendiri merupakan perusahaan yang berdiri sejak 10 tahun tepatnya tahun 2008 lalu di Jakarta oleh Bapak Amol Titus. Perusahaan yang menjadi pionir berkelanjutan yang telah memberikan bimbingan untuk banyak industry, pemangku kepentingan, dan proyek-proyek di negara berkembang seperti Indonesia. Serta menyampaikan materi praktek bisnis sesuai lingkungan. Dalam kinerjanya perlu adanya 3 tahap riset, untuk Malang sendiri beliau melakukan riset selama 1 tahun dan mensosialisasikan dengan seminar dan implementasi.

PT IndonesiaWISE
Office 4, Ground Floor, Simprug Indah
Jl. Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama
Jakarta 12220 Indonesia
Tlp. ( 62 21 ) 2932 9841/42
Fax ( 62 21 ) 2932 9843
www.IndonesiaWISE.com



1 komentar: