Menulis Novel

04.15 Ivonie Zahra 6 Comments




Menulis novel itu, susah-susah gampang. Tergantung orang dan niatnya.
Saya belum jadi novelis. Tapi sedikit tips yang saya dapatkan semoga bermanfaat.



Karakteristik Novel

*Ceritanya panjang, sehingga tersedia ruang yang cukup untk mengelaborasi setting, tokoh, konflik, sehingga akan terbangun sebuah alur yang komplek.
*Peristiwa yg berkembang, inilah yang menjadi salah satu ciri penting novel. Selain peristiwa, tokoh beserta kepribadiannya, nasib mereka dan juga konflik yg terjadi pada mereka, masing2 berkembang dan saling jalin menjalin, sehingga membentuk sebuah rangkaian cerita yg panjang, namun masih dlm pola yg utuh.
*Berbeda dng cerpen yg oleh Edgar Allan Poe dianjurkan untk menghindari deskripsi, pd novel deskripsi justru sering dianjurkan, terutama untk memenuhi kaidah show, bukan talk.
*Untk tema misalnya, kita sah2 saja jika menulis 1 novel dng beragam tema, asal jngan terkesan berjejal dan justru membuat novel terlihat"kegemukan".
*Setting pd novel, baik setting tempat maupun waktu, bisa berubah2 dan berkembang sesuai dngn tuntutan peristiwa.
*Ruang yg lbh bebas pd novel, memungkinkan kita untk memunculkan bnyak tkoh dngn karakteristik yg beragam. Kita "diizinkan" untk mengembangkn tkoh tersebut, sehngga memungkinkan terjd perubahan nasib.
*Banyaknya tkoh--yg dipadukan dngn beragam setting--akn membuat bnyk peristiwa yg terjadi. Peristiwa itu melahirkan konflik2 kecil di samping konflik besar yg jd "poros utama" sebuah novel.

OUTLINE

*Adalah kerangka novel. Digunakan untk panduan menyusun novel, agar ada kesesuaian ide, waktu,tempat, tkoh dan peristiwa dr awal hngga akhr novel.
*outline adalah pengembngan terperinci dr plot yg terdiri dr plot besar dan sub plot yg jalin menjalin jd kesatuan yg padu.
*Kita tdk harus terpaku pd outline. Tetapi jika memang pd penulisan, kita mendpt ide lain, outline harus segera disesuaikan.

Contoh:
talk: Ia berteriak keras, mengekspresikan kemarahan yg sangat ketika membaca pengumuman, bahwa ia tdk lolos SPMB. Seketika ia pun merobek2.

Show:

Sepasang matanya melotot, cuping hidungnya mengembang dan ada semburat merah menguar di wajahnya. Bibirnya mengerucut, lalu membuka lebar, dan keluarlah sebuah suara yang mirip raungan seekor macan saat terluka.
Diraihnya lembaran surat kabar di depannya, lalu ia remas dan ia lumatkan sekuat tenaga seraya berdesis, "Berengsek! Mestinya namaku ada di pengumuman ini! SPMB saja tidak lolos! Bedebah!"

Sumber: Modul dari FLP Pusat

6 komentar:

  1. oouuw....terimakasih ilmunya mb Ivone..kadang nih yah boro2 buat novel..bikin pengantar mau nulis resep aja kadang mati gaya hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama teteh.
      Tapi setahu yg kubaca, pengantar resep teteh udh bgus. Enak dibcnya.
      Mungkin, siapa tahu nanti teteh bisa nyusun buku kumpulan resep masakan :)

      Hapus
  2. Kalau saya nulis novel sih cuma mengandalkan "mengikuti apa kata hati saya" sewaktu saya sedang menuliskannya. Saya nggak pernah pakai teori deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bun, yang penting menulis dulu. Teori bisa belakangan.
      Nah, tips ini buat mereka yg merasa kesulitan untk memulai. Aku msh makai teori ini agar ide n ceritaku g melenceng jauh kemana2 :)

      Hapus
  3. Sampai saat ini, mbak masih menjadi penikmat novel saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal, menurutku mbk punya bkat dan modal lho untk menulis novel. Diksi mbk udah bnyak n bgus :)
      Ayo, kpn2 mencoba menulis novel mbk. Dlu kan dah pernah menulis cerpen wkt di mp n pakai akun lama kalu g salah :)

      Hapus