Konferensi Ayah Bunda Platinum 2017 Surabaya, Cara Persiapkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Dini

09.54 Ivonie Zahra 33 Comments



Kecerdasan setiap anak pastinya berbeda-beda, sesuai dengan tumbuh kembangnya. Dan setiap orang tua menginginkan anaknya memiliki kecerdasan versi mereka. Akan tetapi untuk memiliki anak yang tumbuh sehat dan cerdas, diperlukan stimulasi dan peran orang tua dalam megasah kecerdasan anak sejak dini. Sementara definisi cerdas adalah kemampuan dalam memecahkan masalah serta kemampuan berkarya dan menghasilkan sesuatu yang berharga.


Oleh sebab itulah, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti acara seminar yang dipersembahkan oleh Morinaga dalam Konferensi Ayah Bunda Platinum. Dengan tajuk, Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini. Acara diadakan pada 10 September 2017, bertempat di Convention Hall Lantai 3 Grand City Surabaya.

Saya sangat antusias ingin menghadiri acara ini karena temanya yang pas dan dibutuhkan saat ini. Sebagai bunda dua anak yang sedang menghadapi tumbuh kembangnya, haus akan ilmu guna menyiapkan generasi platinum yang multitalenta. Saat saya sampai di lokasi, ternyata banyak sekali para Ayah Bunda yang sama antusiasnya mengikuti acara ini. Mereka rela mengantri untuk regristrasi serta mengambil snack, goodie bag dan nomer undian doorprice yang akan dibagikan di akhir acara. Tak lupa serempak memakai dresscode warna merah, warna lambang Morinaga.

Seperti Apa Konferensi Ayah Bunda Platinum ?

Merupakan fasilitas berupa seminar persembahan Morinaga mengenai konsep dan penerapan aktifitas stimulasi anak agar tumbuh menjadi Generasi Platinum yang multitalenta.  Acara perdananya diadakan pada hari Sabtu, 6 Mei 2017 di The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka Lt. 3. Selain itu acara tersebut sebagai sarana belajar bagi para orang tua mengenai sinergi nutrisi dan stimulasi anak.

Konferensi Ayah Bunda Platinum Morinaga 2017

Saya bergegas untuk masuk ke ruangan usai urusan regristrasi selesai karena sepertinya   acara sudah dimulai. Meskipun di luar terdapat beberapa booth yang menarik untuk dikunjungi. Nanti sajalah, pikir saya karena acara ini akan dibagi dalam dua sesi. Saat jam istirahat tak bakal saya lewatkan untuk melihatnya.

Benar saja, sampai di dalam sudah penuh oleh Ayah Bunda yang hendak menyimak acara yang dimoderatori oleh artis ganteng Teuku Zacky. Saya lekas mengambil tempat duduk yang sudah disediakan. Menariknya ada empat barisan kursi dengan warna yang berbeda. Saya baru tahu sewaktu menyimak acara ini lebih lanjut maksud perbedaan tersebut yaitu mewakili masing-masing faktor pembentuk perkembangan anak.


Sesi pertema mengambil tema, Empat Faktor Pembentuk Generasi Multitalenta yang akan disampaikan oleh Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), selaku Ketua Devisi Tumbuh Kembang Anak dam Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya. Beliau lebih akrab disapa dr. Wawan yang kalau mau konsultasi di praktek pribadinya mesti mengantri sampai 3 bulan. Beliau pun memaparkan masing-masing faktor sehingga anak memiliki kecerdasan multitalenta.

1.      Perkembangan Otak
Dr. Wayan mengungkapkan setiap anak memiliki otak yang cerdas, namun perlu diperhatikan hal yang bisa menunjang kecerdasan otak yaitu Nutrisi Dini dan Stimulasi Dini.  Dengan adanya nutrisi dini yang baik akan membentuk dan mematangkan sel-sel otak anak. untuk itu penting sekali memperhatikan nutrisi sejak dalam dikandungan, setelah lahir pemberian Asi Ekslusif, mulai usia 6 bulan pemberian makanan pendamping Asia tau dikenal dengan MPASI. Selain nutrisi diperlukan juga stimulasi yang baik dan benar. Hal tersebut dapat dilakukan sejak dini, adanya interaktif antara anak dan orang tua seperti bermain yang menyenangkan hingga merangsang anak untuk belajar melakukan berbagai kemampuan.

2.      Sistem Ketahanan Tubuh
Apabila system ketahanan tubuh sewaktu dikandungan mendapatka suplai dari sel-sel kekebalan (antibody) dari ibu yang ditransfer melalui plasenta, lain halnya kalau anak sudah lahir. Kemampuan tubuh anak membentuk sel-sel antibodi secara mandiri sehingga terlatih untuk mengenali, mengingat, menyerang dan memusnahkan agen penyakit yang menyerang tubuhnya. Peroses tersebut hanya bisa terjadi apabila anak mendapatkan vaksinasi atau imunisasi. Selain itu diperlukan nutrisi untuk pembentukan sistem ketahanan tubuh anak.

3.      Tumbuh Kembang Optimal
Adapun yang dimaksud dengan tumbuh kembang merupakan struktur dan ukuran fisik yang terdiri dari berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan ukuran spesifik lainnya serta kembang meliputi fungsi dan kemampuan.

4.      Kesehatan Saluran Cerna
Salah satu faktor penentu kualitas tumbuh kembang anak merupakan kesehatan saluran pencernaan. Adapun faktor yang mempengaruhi saluran cerna sejak dini adalah komposisi dan fungsi mikrobiota. Fungsional diperankan oleh kolonisasi mikrobiota saluran cerna anak sehingga pembentukan sirkuit otak anak.

Usai dr. Wawan menyampaikan materi pentingnya faktor pembentuk kecerdasan multitalenta anak yang keempatnya saling berkaitan. Serta diakhir materi juga memberikan beberapa tips untuk Ayah Bunda dalam membentuk perisai pelindung anak generasi multitalenta.

Varian Susu Morinaga Formula Platinum


Selanjutnya diisi oleh Bapak Harry Setiawan Wibowo selaku Business Representative Kalbe Nutritionals. Menyampaikan pentingnya perisai pada empat faktor pembentuk generasi multitalenta. Hal tersebut diadaptasikan oleh Morinaga pada produknya dalam FormulaPlatinum.


Dalam masa pertumbuhan si kecil penting untuk memperhatikan nutrisi serta untuk perisai perlindungan dalam tumbuh kembangnya. Formula Platinum hadir untuk itu dalam produk Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Prodiges dan Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges. Kedua produk tersebut merupakan susu pertumbuhan si kecil di usia 1-12 tahun yang mengkombinasikan antara zat gizi makro (protein) dan mikro (vitamin dan mineral) untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan si kecil.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan anak yang memiliki masalah alergi, Morinaga mempersembahkan produk Morinaga Soya dengan MoriCare+ Prodiges. Susu tersebut dalam dua kategori usia yaitu Chil Kid Soya dan Chil School Soya serta Morinaga P-HP MoriCare+ Prodiges.

Usai pemamparan yang disampaikan oleh Bapak Harry, acara sempat break sejenak untuk InSoMa. Saya pun tak melewatkan kesempatan tersebut untuk melihat beberapa booth yang tersedia di luar ruangan seminar usai menyantab makan siang.  


Ada booth produk Morinaga dengan tawaran diskon menarik, booth foto-foto, booth tes alergi hingga booth permainan anak. namun buat Ayah Bunda yang tak sempat mencoba booth tersebut bisa melakukannya melalui Morinaga MIPlayPlan.


Kelar InSoMa, saya pun bergegas balik ke ruangan karena sesi kedua dengan tema Kekuatan Bermain untuk membentuk Kecerdasan Multitalenta yang akan disampaikan oleh Dr. Rose Mini A. Prianto, MPsi selaku Ketua Program Studi Psikologi Terapan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Presiden Direktur ESSA Consulting atau yang biasa disapa Bunda Romi.

Mengenal Kecerdasan Majemuk Dan Bermain

Beliau membuka sesi materinya dengan permainan game yang melibatkan para Ayah Bunda. Sesi ini lumayan seru karena permainan game lewat sebuah cerita yang akan mengasah konsentrasi dan logika para Ayah Bunda yang nantinya bisa diterapkan pada si kecil.


Pada dasarnya memiliki anak cerdas dan sehat merupakan impian setiap orangtua. Akan tetapi untuk mengembangkan kecerdasan dan potensi anak bukanlah hal yang mudah. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, pemberian nutrisi, bentuk pola asuh anak yang diterapkan orangtua, hingga stimulasi yang diberikan. Hal tersebut akan berdampak besar terhadap pembentukan kecerdasan hingga di masa dewasa.

Kecerdasan adalah keseluruhan kapasitas atau kemampuan untuk belajar, memahami lingkungan dan memecahkan masalah. Konsep kecerdasan majemuk atau multiple intelligence diperkenalkan oleh Dr. Howard Gradner. Banyak orang tua yang menitikberatkan kecerdasan anak pada nilai akademis. Padahal kenyataannya tingkat kecerdasan anak itu berbeda-beda. Macamnya pun ada banyak yang terdiri dari :
·         Kecerdasan Musikal. Kemampuan dalam memahami dengan mengekspresikan diri dengan musik dan irama, menciptakan lagu, atau memainkan alat music.
·         Kecerdasan Kinestetik. Kemampuan menggunakan kelenturan tubuh untuk mengatasi masalah dan menghasilkan suatu produk.
·         Kecerdasan Logika Matematika. Kemampuan untuk memahami kondisi atau situasi dengan menggunakan penalaran logika, kemampuan analisa, termasuk perhitungan matematis.
·         Kecerdasan Visual Spasial. Kemampuan membayangkan suatu hasil akhir, berpikir kreatif, mengimajinasikan sesuatu.
·         Kecerdasan Linguistik. Kemampuan untuk mengapresiasikan diri menggunakan bahasa lewat membaca, menulis dan berkomunikasi.
·         Kecerdasan Interpersonal. Kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara efektif, serta berempati, dan memahami orang lain.
·         Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan untuk menganalisa diri sendiri, menggunakan perasaannya, untuk membuat perencanaan dan tujuan.
·         Kecerdasan Natural. Kemampuan untuk mengenali flora dan fauna serta melihat perbedaan dan persamaan yang ada di ala mini.
·         Kecerdasan Moral. Kemampuan untuk memahami tuntutan yang ada di lingkungan, mengetahui apa yang baik dan buruk untuk dilakukan.

Selain itu pentingnya stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Stimulsi juga perlu menyesuaikan usia dan karakteristik perkembangan anak.
Seringkali orang tua melarang anaknya melakukan permainan yang menurutnya berbahaya atau merepotkan. Padahal bentuk permainan tersebut merupakan salah satu stimulasi guna mengenal kecerdasan anak. Suatu kegiatan bermain harus memenuhi karakteristik.

Adapun berdasarkan tahapan perkembangan dan kematangan kognitif anak, jenis permainan dapat dibedakan menjadi :
·         Bermain Fungsional. Permainan yang dimainkan sejak anak lahir hingga usia 2 tahun. Seperti bayi yang menggoncangkan rattle ( Kerincingan), bayi yang merangkak mengejar suatu benda.
·         Bermain Konstruktif. Permainan yang dimainkan anak sejak usia 2-3 tahun. Misalnya, bermain membangun menara dengan lego, bongkar pasang (puzzle).
·         Bermain Peran. Permainan yang dimainkan sejak usia 3-7 tahun. Permainan ini ditandai dengan kemampuan anak untuk berpura-pura menjalani peran tertentu. Misalnya, bermain pesawat-pesawatan dari penggaris, berpura-pura menjadi pedagang di pasar.
·         Bermain dengan Peraturan. Permainan yang dimainkan sejak anak usia 7 tahun. Permainan tersebut ditandai dengan adanya aturan yang harus dipatuhi anak saat bermain. Misalnya, petak umpet, ular tangga, sepakbola, bulu tangkis dll.

Selain itu Bunda Romi juga mencontohkan cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan anak. seperti duduk sejajar dan kontak mata langsung, bukan disambil dengan kegiatan lain. Selama sesi materi ini banyak para Ayah Bunda yang tertawa tiap Bunda Romi melontarkan pernyataan termasuk saya. Karena memang kenyataannya saya masih melakukan hal tersebut. saya pun jadi memiliki gambaan permainan apa yang cocok untuk si kecil di rumah selepas mengikuti acara ini.

Untuk itulah acara yang dimulai sejak pukul sepluh pagi hingga jam tiga sore tak terasa disimak. Mengingat materi dan pematerinya yang kompeten dan asyik cara menyampaikannya. Saya beruntung bisa hadir di tengah-tengah acara ini, kaena pulang tak hanya membawa bingkisan berupa goodie bag, melainkan ilmu parenting yang bermanfaat guna mempersiapkan kecerdasan multitalenta pada si kecil sejak dini. Selain ilmu parenting, acara ini juga bertabur doorprice menarik.











33 komentar:

  1. Bener banget. Yang terpenting adalah ilmu parentingnya. :D

    BalasHapus
  2. Kalau tahu bakat dasar anak sejak kecil, jadi mudah untuk membantunya mengasah bakatnya itu, ya?

    BalasHapus
  3. Acara yang sangat keren dan kaya manfaat. :D Terutama untuk para Mommy

    BalasHapus
  4. ini oleh2 dari surabaya kemarin ya?
    sayang gak ketemuan ya...

    BalasHapus
  5. wah lengkap sekali, ada jenis2 kecerdasan dan permainan sesuai usia. makasih

    BalasHapus
  6. Seru ya acaranya, banyak dapat ilmu nih sebagai keluarga muda
    Semoga anak2 kita mendapat stimulasi yang tepat dan mendukung kecerdasannya ya

    BalasHapus
  7. Sesi bunda romy seru banget yah? Kita jadi main2...pantesan anak2 jg suka main, seru sih

    BalasHapus
  8. Seru acaranya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. Lengkap banget reportasenya! :) kelak kalau aku udah jadi ayah, kayaknya baru deh datang ke acara-acara semacam ini. Kalau sekarang masih belom hahaha.

    omnduut.com

    BalasHapus
  10. ilmu parentingnya itu yang paling berharga dari oleh2 balik kesini ya mbak :D

    BalasHapus
  11. Susunya Juna nih...

    Hehehe.. Bdw, thanks yaa mbak udah bagi ilmu, noted bangett

    BalasHapus
  12. PENCERNAAN....salah satu tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan baik...bener sekaliiii...acaranya juga padat ya mbak..banyak informasi penting nih....thanks for info mbak ivone...:)

    BalasHapus
  13. Aku baru tau loh kalau kecerdasan anak - anak beda - beda. Aku pikir setiap anak bisa dilatih supaya bisa memahami sesuatu, ternyata ada yg bawaan juga ya. Thanks mba infonya

    BalasHapus
  14. Booth-nya lucu-lucu. Ternyata kecerdasan itu banyak ya tipenya, sehingga tidak pandai di A bisa cerdas di tempat lain.

    BalasHapus
  15. kecerdasan anak memang berbeda dan sebagai orang tua kita mmg harus mengetahuinya

    BalasHapus
  16. Baru tau kalau bermain dengan aturan tu berlaku kalau anaknya udah di atas 7 thn.
    Jd ini yg cocok dimainkan anak2 masih berupa bermain fungsional, bermain peran, dan bermain konstruktif ya :D

    BalasHapus
  17. Untuk mengetahui kecerdasan anak memang berbeda-beda. Jadi untuk memunculkan kelebihannya harus di asah dan dilatih

    BalasHapus
  18. Kita sebagai orang tua memang harus menambah ilmu seputar parenting untuk memaksimalkan tumbuh kembang si Kecil.

    BalasHapus
  19. Kecerdasan tentang anak jadi hal menarik bagi saya, ternyata setiap anak memiliki potensi berbeda,dan pasti perlu perlakuan berbeda pula dalam pola didik dan asuh

    BalasHapus
  20. Nggak bisa dipungkiri ilmu parenting itu penting untuk orangtua agar bisa memaksimalkan kecerdasan anak ya mbak dan nggak melulu fokus di kecerdasan akademik.

    BalasHapus
  21. Bagaimana pun juga anak-anak kita memang harus selalu diberi yang terbaik ya Mbak

    BalasHapus
  22. Jarang banget acara yang ngajak ayah sekaligus datang. Suka deh. :)

    BalasHapus
  23. Ini seru banget, bisa satu keluarga lagi yg dateng. Waktu itu sempat dateng acara sejenis ini, anak saya suka banget karena banyak mainannya. :D

    Thanks ya udah share preview seminarnya juga.. ;)

    Regards, Raafi
    Owner Plaza Bisnis

    BalasHapus
  24. jadi makin lengkap deh informasi seputar tumbuh kembang anak ya...supaya anak kita jadi anak Generasi Platinum berMultitalenta

    BalasHapus
  25. Yang pasti setiap anak itu pintarnya beda ya Mba. tapi nutrisi yang baik harus didapatkan semua anak. ASI is number 1.

    BalasHapus
  26. Acara yang menarik sekali ini. Ayah bunda jadi banyak tahu tentan informasi seputar tumbuh kembang anak ya

    BalasHapus
  27. Acaranya keren banget, penting banget ortu skrg upgrade diri dgn ikut acara begini, dijamin deh anak juga makin optimal tumbuh kembangnya

    BalasHapus
  28. wuihhh lengkap banget penjelasannya. Sangat bermanfaat dan nambah wawasan ttg parenting. Inshaallah akam saya aplikasiin kalo udah nikah dan punya anak hihihi

    BalasHapus
  29. Wah ayah juga diajak ya diacaranya, bisa lebih menambah wawasan orgtia dalam merawat dan mendidik anak2ny.

    BalasHapus
  30. Serunyaaaa
    Tetep semangat aja nih keluarga biru

    BalasHapus
  31. ngomongin perkembangan anak emang asyik yaaaaa... bahannya nggak abis abis

    BalasHapus
  32. Ini aku bingung di Surabaya or Jakarta ya acaranya? Ada surabaya tp kok ada kokas.. Thx mba. Eniwei.. isinya keren! Bisa dapat ilmu soal tumbuh kembang anak dari pemilihan permainan pun beda ya tiap usia.

    BalasHapus
  33. Ternyata pengaruh ya kesehatan penceranaan dengan kecerdasan

    BalasHapus