Koperasi Digital Koperasi Zaman Now

04.03 aurabiru 7 Comments

gambar: joss.co.id


Siapa di sini yang menjadi anggota koperasi? Saya dong, meskipun lingkup koperasinya masih sebatas lingkung kampung dimana anggotanya adalah para ibu rumah tangga yang tergabung dalam grup Dasawisma. Produknya pun hanya sebatas simpan dan pinjam saja, yang pencatatan keuangannya juga masih manual alias menggunakan buku gitu.

Meskipun koperasi dasawisma ini termasuk kecil dan sederhana namun perannya cukup signifikan bagi para kami ibu-ibu rumah tangga. Bagi yang memiliki rezeki berlebih bisa menabung sedangkan yang lagi kesulitan keuangan bisa meminjam. Sejatinya kami sedang melakukan simbiosis mutualisme.
Hal ini sesuai dengan salah satu asas koperasi menurut UU No. 25 Tahun 1992 yaitu Koperasi adalah gerakan ekonomi rakyat. Maksudnya, seperti moto “dari rakyat untuk rakyat”, dana koperasi diperoleh dari rakyat (anggota koperasi) dan dikembalikan atau disalurkan kembali untuk kepentingan rakyat.

Di Era Industri 4.0 keberadaan koperasi tetaplah penting bagi perekonomian Indonesia. seperti tertuang dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1, koperasi berkedudukan sebagai “soko guru” perekonomian, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Arti dari soko guru adalah pilar atau penyangga utama atau tulang punggung.

Tantangan Koperasi Zaman Now


Maka maksud dari pasal 33 ayat 1 tersebut, koperasi difungsikan sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan banyak peran dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Namun tidak dipungkiri jika Era Industri 4.0 memberikan tantangan bagi koperasi antara lain:
1.       Masih banyak koperasi yang dikelola secara tradisional dimana untuk pencatatan keuangan masih manual dan rawan adanya penyelewengan.
2.        Produk yang dihasilkan terbatas, hanya melayani simpan dan pinjam. Padahal sejatinya cakupan kegiatan koperasi itu sangat luas.
3.       Tidak up to date dengan teknologi yang sedang berkembang. Hal ini terjadi karena mayoritas pengurus, pengelola dan anggotanya adalah generasi yang tidak melek teknologi.
Bagi orang yang berpikiran maju dan terbuka, ketika melihat ada tantangan maka dia akan berpikir dan berusaha bagaimana agar tantangan itu bisa diubah menjadi peluang. Sedangkan bagi orang yang berpikiran sempit, tantangan dianggap sebagai penggangu zona nyaman.
Lalu bagaimana Koperasi Indonesia melihat tantangan di atas? Tentu saja itu merupakan tantangan yang harus diubah menjadi peluang untuk bertransformasi dari Koperasi Tradisional menjadi Koperasi Digital.

Transformasi Menjadi Koperasi Digital


sumber: IG Praja MISGROUP


Jumlah koperasi di Indonesia sangat banyak dan rata-rata memiliki anggota yang banyak juga. Namun sayangnya mayoritas koperasi di Indonesia tergolong masih jauh dari jangkauan digital. Dengan melakukan transformasi digital pada sebuah koperasi, maka kemudian dapat dilanjutkan dengan memberikan fungsi transaksi fintech.
Banyak kegiatan koperasi yang dapat dipermudah dengan teknologi digital. Mulai dari kegiatan sehari-hari seperti pendaftaran anggota baru, pembukaan rekening, setor dana, hingga kegiatan tahunan seperti pengumuman. Biaya operasional yang dikeluarkan untuk aktivitas tersebut cukup besar. Transformasi digital dapat memberikan penghematan besar bagi koperasi tradisional.
Operasional koperasi banyak melibatkan seputar pencatatan administrasi dan keuangan. Hal ini dapat dipermudah dan dipercepat dengan digitalisasi. Digitalisasi tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan sistem web based yang mendukung untuk integrasi melalui API.

Transformasi koperasi tradional menjadi koperasi digital ini bisa terwujud jika koperasi dan Generasi Milenial berkolaborasi. Salah satu contoh generasi Milenial yang peduli dengan kemajuan koperasi adalah PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) yang memiliki produk bernama coopRASI. coopRASI merupakan sebuah aplikasi yang memberikan kemudahan bagi anggota koperasi untuk melihat saldo simpanan, pinjaman dan SHU melalui smartphone.

gambar: liputan6.com


Dengan transformasi menjadi Koperasi Digital, maka ini akan menarik Generasi Milenial yang selama ini memandang negatif koperasi. Saya sendiri sebagai generasi Milenial tertarik untuk join dengan koperasi digital agar saya bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari koperasi. Bagaimana dengan kamu, tertarik nggak join Koperasi Digital?


#PRAJA2019 #anugerahMISGroup #koperasi #wirausaha




7 komentar:

  1. Koperasi digital sangat memudahkan anggota, apalagi kalo mau investasi, tinggal klak klik aja.nikmati bagi hasilnya dehhh

    BalasHapus
  2. inget koperasi, inget koperasi mahasiswa. di kampusku dulu kantin dan fotokopi juga wartel dikelola oleh kopma. kadang yg jaga mahasiswa anggota kopma sepulang kuliah. pengurus kopma juga mahasiswa. dan aku pacaran sama dirut kopma yg skr jadi suamiku :D

    BalasHapus
  3. waktu kuliah sering belanja di koperasi tapi gak ikut keanggotaannya, nah pas kerja ikut koperasi. Lumayan manfaatnya, heheheh ...tapi kalau koperasi digital? ehmm..menarik juga...

    BalasHapus
  4. Koperasi digital berarti dikelola oleh siapa, Mbak? Terus semisal terjadi (amit-amit) penyelewengan dana, bisa dilaporkan ke mana? hehe maaf tanyanya receh :3

    BalasHapus
  5. Dengan seiring perkembangan dunia digitalm sekarang koperasipun juga turut ambil andil dalam suksesnya dunia digital.

    BalasHapus
  6. Di tengah hirup pikuknya perkembangan teknologi digital, memang keberadaan koperasi agak terpinggirkan padahal koperasi inilah yang menyentuh perekonomian masyarakat di tingkat terbawah karenanya berkembangnya koperasi digital di era milenial bisa membantu memicu perekonomian masyarakat nih mak di tingkat ekonomi terbawah.

    BalasHapus
  7. Aku belum jadi anggota koperasi apapun mbak. Maulah kalau sekarang koperasi sudah bertransformasi jadi koperasi digital begini. Menarik ini!

    BalasHapus