Memahami Format dan Contoh Sertifikat Layak Kawin yang Benar

17.50 aurabiru 33 Comments



Sertifikat layak kawin wajib dimiliki oleh setiap calon pengantin di Indonesia. Peraturan ini akan resmi diberlakukan segera oleh Pemerintah Indonesia. Sertifikat layak nikah/kawin dikeluarkan oleh pihak Puskesmas untuk calon mempelai sejak pengurusan berkas administrasi pernikahan di tingkat kelurahan. Sertifikat layak nikah/kawin ini diserahkan oleh Puskesmas pada calon pengantin setelah melewati program konseling dan pemeriksaan kesehatan secara umum atau medical check up, seperti cek tensi darah, tes urine bebas narkoba, imunisasi vaksin Tetanus Toxoid (TT) dan sebagainya. Lalu seperti apa contoh sertifikat layak kawin yang benar?

Bagian yang Perlu Diperhatikan Pada Contoh Sertifikat Layak Kawin


Sertifikat layak kawin mempunyai 2 format isi yakni, bagian depan sertifikat dan bagian belakang sertifikat. Di bagian depan berisi penjelasan tentang pernyataan pemilik dan tujuan pembuatan sertifikat. Berikut format isi contoh sertifikat layak kawin bagian depan.

1. Lambang Resmi Sertifikat Layak Kawin
Pada penulisan sertifikat layak kawin, lambang resmi berfungsi sebagai penanda bahwa sertifikat tersebut resmi dibuat oleh lembaga pemilik lambang tersebut. Biasanya ada 3 atau 2 lambang terletak di bagian paling atas sertifikat.
2. Penanda Sertifikat Layak kawin dari Dinas Kesehatan
Kalimat ini dalam sertifikat layak kawin berfungsi untuk memberi keterangan sertifikat dari Dinkes dan tempat pelaksanaan tes kesehatan. Biasanya tertulis kalimat, "DINAS KESEHATAN PROVINSI JAKARTA PUSKESMAS KECAMATAN JAGAKARSA". Kalimat ini terletak di bagian paling atas setelah lambang resmi, dengan huruf kapital di tengah sertifikat.
3. Judul sertifikat
Judul sertifikat ini berfungsi untuk memberikan pemahaman bahwa sertifikat tersebut merupakan sertifikat layak kawin asli. Biasanya akan tertulis "SERTIFIKAT LAYAK KAWIN". Judul sertifikat terletak di bagian atas setelah penanda sertifikat dari Dinkes. Penulisan kalimatnya berada di tengah-tengah dengan huruf kapital.
4. Keterangan Pemilik Sertifikat Layak Kawin
Keterangan pemilik sertifikat layak kawin ini berfungsi sebagai penanda tentang siapa penerima sertifikat layak kawin tersebut yang akan diisi oleh nama penerima. Biasanya sebelum nama penerima, akan diawali kalimat "Diberikan kepada" lalu di bawahnya tertulis nama penerima sertifikat layak kawin. Keterangan pemilik ini terletak di tengah-tengah sertifikat persis setelah penulisan judul.
5. Keterangan Lulus dan Tujuan Pembuatan Sertifikat Layak Kawin
Bagian ini berfungsi sebagai pernyataan bahwa si penerima sertifikat dinyatakan telah mengikuti konseling dan pemeriksaan kesehatan lalu disusul dengan pernyataan tujuan pembuatan sertifikat yakni sebagai syarat untuk mendapatkan pengantar nikah dari kelurahan. Biasanya, ditulis dengan kalimat, "Sebagai Calon Pengantin Yang Telah Mendapatkan Konseling Dan Pemeriksaan Kesehatan." kemudian disusul dengan kalimat tujuan di bawahnya, "Sertifikat Ini Digunakan Sebagai Persyaratan Untuk Mendapatkan Surat Pengantar Pernikahan Dari Pihak Kelurahan." Kalimat ini terletak di bagian tengah sertifikat, tepat sesudah nama penerima.
6. Waktu Pembuatan dan TTD Kepala Puskesmas
Bagian ini berfungsi sebagai penanda kapan sertifikat layak kawin tersebut dibuat. Apakah sudah lama atau masih baru. Biasanya akan ditulis tempat lalu tanggal, bulan dan tahun pembuatan serta di bawahnya terdapat tanda tangan kepala puskesmas tempat calon pengantin memeriksa kesehatannya.
Sedangkan, di bagian belakang berisi tentang pernyataan paket pemeriksaan. Berikut format isi contoh sertifikat layak kawin bagian belakang.



1. Judul Paket Pemeriksaan
Judul terletak di bagian teratas sertifikat. Biasanya, tertulis kalimat "Paket Pemeriksaan yang Didapat". Berada di tengah-tengah dan ditulis dengan huruf kapital.
2. Pernyataan Isi Sertifikat
Bagian ini berfungsi sebagai penanda tes jenis apa saja yang telah dilakukan. Bagian ini terletak setelah bagian judul sertifikat, dengan huruf kapital di tengah-tengah.
3. Keterangan Selesai Pemeriksaan
Bagian ini berisi tentang pemeriksaan apa saja yang telah diperiksa. Tujuannya untuk mengetahui apakah catin sudah selesai melakukan seluruh pemeriksaan atau belum. Mulai dari pemeriksaan darah lengkap sampai imunisasi Td yang telah diberikan bagi catin perempuan.
4. Penutup
Dalam bagian belakang sertifikat layak kawin, kalimat penutup biasanya tertulis, "Hasil Laboratorium". Terletak di bagian paling bawah sertifikat.
Contoh sertifikat layak kawin penting untuk disimak dan diperhatikan terutama bagi para pasangan yang akan menikah. Memahami sertifikat tersebut menjadi penting adanya supaya tidak terjadi kekeliruan di masa mendatang saat proses pendaftaran pernikahan berjalan.
Selain itu, ketika sudah memahami bagaimana contoh sertifikat layak kawin yang baik dan benar, maka dapat mempersingkat waktu dalam memenuhi segenap persyaratan menikah yang harus dilengkapi.


Demikianlah, ulasan tentang format dan isi contoh sertifikat layak kawin yang benar. Tertarik belajar lebih banyak tentang sertifikat pra nikah atau tips-tips pra nikah lainnya? Simak terus informasi terbaru dari CekAja.com ya.



33 komentar:

  1. Wah bagus sekali ya?
    Sekarang harus check up sebelum menikah sehingga bisa diketahui kemungkinan yang akan terjadi sejak dini

    BalasHapus
  2. I believe, that there is a template of a marriage certificate. At least, I always thought so. Anyway, I am sure, this information will be valuable for couples.

    BalasHapus
  3. Sekarang mau nikah banyak juga syaratnya, ya. Gak kayak zaman saya menikah dulu. Tetapi, bagus juga sih kalau begini

    BalasHapus
  4. Sekarang kalau nikah makin bagus ya. Jadi ada cek kesehatannya juga dan ada pelatihannya juga dan sertifikatnya juga. Ga kayak jaman dulu. Sekilas kesel ya banyak syarat, tapi kalau dipikir-pikir ini bagus untuk kebaikan ke depannya

    BalasHapus
  5. Wohooo kemajuan banget nih :)
    Semoga calon mempelai semakin seriussss untuk persiapkan mengarungi bahtera rumah tangga yaaaa

    BalasHapus
  6. Oalaah baru tahu aku ini. Baguslah ada sertifikat layak kawin yang emang jadi semacam tolak ukur sebelum siapkan rumah tangga ya mba

    BalasHapus
  7. Semoga sertifikat layak kawin ini bener-bener dipakai ya sehingga nikah itu karena sudah siap, bukan karena hal lainnya

    BalasHapus
  8. Bagus aturannya nih semoga dijalankan dengan baik dan benar untuk mendapatkan sertifikatnya jadi ngga hanya sekadar formalitas saja ya..

    BalasHapus
  9. Untung wis kawin, eh... nikah Von. Wkwkwk Tujuannya bagus, semoga aplikasinya juga bagus

    BalasHapus
  10. Oh, jadi begitu toh Sertifikat Layak Kawin. Memang sebenernya perlu juga pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin dan dibuktikan dg adanya sertifikat tersebut. Kemudian kalau mau menikah selanjutnya melengkapi berkas-berkasnya juga.

    BalasHapus
  11. Ternyata skrg kalo nikah kudu pake sertifikat and tes ya. Beda kayak jaman dulu. Jd bukan punya buku nikah aja, tapi jg punya sertifikat nikah. Jd sah ya.

    BalasHapus
  12. Wah, sekarang kalo mau nikah ada sertifikatnya, ya? Zaman aku kayaknya gak ada. EH tapi, pas udahnya dapet sertifikat sih. Cuma lupa di mana nyimpennya. Apa itu sertifikat layak kawin bukan, ya? Hihihi...

    BalasHapus
  13. Sekarang ada sertifikat layak kawin yah, jadi memang mereka yang nikah harus bener - bener sudah siap, gitu kali yah?

    BalasHapus
  14. Btw, apa setelah dinyatakan layak untuk menikah terus diimunisasi ya? Seingat saya ada imunisasi untuk calon pengantin.

    BalasHapus
  15. Saya baru tau tentang sertifikat layak kawin waktu kemarin keponakan saya nikah. Kalau dulu belum pernah ada yang seperti ini ya...

    BalasHapus
  16. Aku baru tau, berarti untuk nikah baru ya mak berlakunya *jadi inget muka polos buat nikahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu ga ada sih ginian kenapa sekarang malah diadain yaa. Tapi ngikut aja deh pemerinth ngapain

      Hapus
  17. Akhir tahun kemarin belum dapat sertifikat saat nikah mbak. Kayaknya berlaku tahun ini ya mbak. Ya bagus sih ini, biar calon pengantin tahu hal hal baik kewajiban dari istri dan Suami apa biar lebih mendetail sesuai penjelasan ahlinya. Dan biar meminimalisir angka perceraian. Huhuu
    Maacihh informasi nya Mbak Ivon

    BalasHapus
  18. Wah menarik nih infonya. Mulai berlaku tahun ini ya. Kebetulan aku dan teman-teman bikin kelas pranikah bisa nih info ini harus disampaikan

    BalasHapus
  19. Ini kebijakan baru ya? aq dulu nggak pake yang gini2 deh kayaknya. Tapi bagus lah ada aturan gini, mudah2an bukan formalitas doang ya.

    BalasHapus
  20. Ealaahh... baru ngerti loh ada sertifikat layak kawin sekarang. makin banyak ya persyaratan untuk menikah. Semoga dengan langkah ini, makin sayang pada pasangan dan enggak gampang marahan.

    BalasHapus
  21. Waah aku baru tau mbak kalau mau menikah sekarang harus punya sertifikat layak kawin ya mbak. Thanks

    BalasHapus
  22. Wah makin ribet y kalo kau nikah harus ada syarat syarat nya spt ini jehe

    BalasHapus
  23. Wah jadi ribet y klo mau nikah harus ada syarat syarat seperti ini

    BalasHapus
  24. Zaman aku juga dapat sertifikat, setelah bimbingan konseling ke BP4 setelah pendaftaran pernikahan di KUA. hihihi. masih kusimpan kayaknya.

    BalasHapus
  25. Wah, mantap ini kepedulian pemerintah terhadap kesiapan warga negaranya sebelum menikah. Semoga mereka yang mau menikah berkenan mengikuti tahapan - tahapan persyaratan administrasi dengan tertib demi kemaslahatannya juga.

    BalasHapus
  26. Ini berarti setiap pasangan yang hendak menikah ada pemeriksaan kesehatan pra nikah ya? Terus nanti kalau ada gangguan kesehatan pada salah satu calon pasangan, diberi rujukan untuk berobat dulu?

    BalasHapus
  27. Berguna bener buat aku. Ehem. Maklum belum kawin. Hehe. Biar nggak ngasal informasinya ya. 😊😊😊

    BalasHapus
  28. Semoga sertifikat ini membawa dampak positif ya, biar tertib gt yg nikah...
    Bukannya malah bikin ribet, hehe

    BalasHapus
  29. Hmmmm banyak juga yha yang harus dipenuhi. Tapi semoga jadi bikin persiapan pernikahan jadi lebih baik dan malah nggak ngeribetin

    BalasHapus
  30. Aku dulu cuma screening pra nikah di puskesmas doang, ga ada sertifikatnya tapi ada semacam surat keterangan sufah melakukan vaksin dan belum hamil. Hihihi.

    Sekarang lebih maju ya. Moga yang nikah udah matang lahir bathin.

    BalasHapus