5 Manfaat di Balik Keseruan Game Hidden Object

06.18 aurabiru 6 Comments

solitaire.org

Game kini tidak hanya hadir untuk memberi kesenangan semata. Ada banyak pilihan game yang ternyata memberi manfaat. Salah satu contohnya adalah game hidden object dimana pemain harus mencari objek tersembunyi dari sebuah latar belakang lokasi tertentu. Game seperti ini bisa ditemui di Solitaire.org dan tersedia dalam berbagai pilihan.

6 comments:

Memperingati Hari Menanam Nasional bersama Petani Milenial

03.14 aurabiru 7 Comments

 

petani milenial

Kegiatan berkebun bukanlah hal baru bagi saya, karena sejak kecil sudah sering berurusan sama tanaman. Almarhumah nenek saya seorang petani di lereng gunung Lawu yang saat saya kecil selalu diajak ke sawahnya. Almarhumah Nenek mengerjakan sawahnya sendiri, mulai dari menanam bibit padi hingga memanennya. Saya biasanya membantu dengan ikut turun ke sawah tapi tentu saja lebih banyak bermainnya sih hehehe. Kenangan masa kecil itu yang membuat saya akhirnya menyukai dunia tanam menanam. Namun sayangnya kedua orang tua saya tidak ada yang mengikuti jejak Almarhumah Nenek menjadi petani.

Menyukai Dunia Cocok Tanam sejak Kecil




Walaupun begitu, passion di dunia tanam-menanam itu tidak bisa saya pendam lama-lama. Saat remaja dan masih tinggal di desa Popoh, Blitar saya menyalurkan hobi bercocok tanam di halaman dan tanah pekarangan rumah orang tua. Beberapa jenis tanaman saya tanam mulai dari bunga, umbi-umbian hingga buah. Kebetulan juga setiap halaman rumah di desa pasti ditanami pohon berbuah, kalau di Blitar yang khas itu menanam pohon Rambutan, Belimbing dan Mangga. Kalau di rumah saya ditanami pohon Rambutan dan Mangga. Alhamdulillah setiap tahun kedua pohon ini selalu berbuah.

Setelah saya menikah dan memiliki rumah sendiri, saya lebih totalitas lagi dalam berkebun. Namun karena lahan di kota terbatas sehingga pilihan saya jatuh pada tanaman hias dan tanaman buah yang berukuran kecil. Kaktus, Suplir, Keladi dan Monstera (Janda Bolong), Cabai dan Tomat adalah tanaman yang mengisi kebun kecil yang berada di depan rumah kami. Hanya ada 1 tanaman pohon berbuah besar yang tumbuh di kebun kami yaitu Mangga namun sampai sekarang tidak kunjung berbuah. Malah hamanya yang banyak, saya dan suami sampai nggak tahu musti bagaimana lagi merawatnya. Untuk tanaman hias yang bentuk atau motif daunnya indah dan berukuran kecil, saya menaruhnya di dalam rumah agar suasana jadi lebih asri dan sejuk.

Karena penasaran kenapa pohon mangga di rumah berhama mulu dan susah berbuah, saya pun berusaha mencari informasi di internet. Pencarian itu berakhir di demfarm.id, sebuah website yang menyajikan berbagai macam pengetahuan dan informasi tentang pertanian Indonesia, tips bercocok tanam, hingga orang-orang yang telah sukses menjadi petani.

Mengenal Demfarm

Demfarm berasal dari semangat positif yang berkelanjutan untuk bersama-sama mewujudkan kemajuan pertanian Indonesia melalui konten edukatif dan informatif tentang pertanian, pupuk, pertanian, dan info pangan. Demfarm juga mengulas dari sisi petani sukses atau UMKM pengolah makanan untuk menginspirasi para pembaca. Demfarm juga memiliki komitmen yang berani untuk mencoba menghadirkan konten yang segar dan baru serta aktif menyelenggarakan program-program yang mendukung industri pertanian.

Salah satu program yang saya sukai di Denmfarm adalah Urban Farming. Program ini related banget dengan saya yang hidup di kota dengan lahan terbatas namun tetap ingin berkebun. Tujuan dari Urban Farming sendiri adalah mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan lahan sekitar atau lahan terbatas untuk kebutuhan pangan dan tanaman, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai profesi dan bisnis.

Hari Menanam Pohon Nasional




Nah pada tanggal 28 November 2021 yang lalu, Demfarm menggelar talk show bertema “Cerita Petani Millennial, Mendapat Berkah dari Kebun”. Event yang menghadirkan 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari blogger, journalist, dan masyarakat umum di wilayah Indonesia ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Nasional. Talk show ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang berbeda, diantaranya Soraya Cassandra selaku Founder Kebun Kumara, Adrian R.D. Putera selaku Project Manager Program Makmur PKT dan Iqbal sebagai perwakilan petani milenial binaan PKT.

Goals dari event ini adalah meningkatkan minat generasi muda di bidang pertanian, dimulai dengan bercocok tanam dari rumah. Sehingga dengan munculnya minat tersebut, ke depan akan lahir petani-petani millennial yang sukses memajukan sektor pertanian Indonesia. Seperti kita ketahui dunia pertanian Indonesia sedikit ironis, sejak dulu kita dikenal sebagai negara agraris namun sekarang kita malah mengimpor beras.

Sebagai simbolis peringatan Hari Menanam Pohon Nasional, sebelum acara dimulai kami melakukan ceremonial virtual tree planting. Sebelum mengikuti acara ini, para peserta sudah mendapatkan gardening kit yang berisi media tanam, beberapa jenis benih, semprotan spray, pot, sekop serta alat berkebun lainnya.

Seru dan unik seremonial online ini, kami memulai dengan menanam benih bersama dengan memanfaatkan gardening kit yang sudah dikirimkan. Peringatan hari menanam pohon ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di dalam diri kita untuk berperan dalam menjaga dan melestarikan alam dengan menanam baik itu pohon, tanaman hias atau pun tanaman lainnya. FYI, meskipun hanya 1 pohon namun bisa memberikan sumbangsih dalam pelestarian alam dan menyumbang oksigen alami.

Kisah Sukses Petani Milenial

Saya dapat banyak sekali ilmu dan insight baru tentang dunia pertanian lewat event keren ini. Misalnya saja dari narasumber Mbak Soraya Cassandra yang merupakan Founder Kebun Kumara. Sandra berbagi tips berkebun agar terhindar dari hewan-hewan liar yang mengganggu tanaman. Misalnya untuk jenis serangga, Sandra menyarankan untuk menanam tumbuhan pengalih, seperti tanaman bunga basil, kemangi atau tanaman berdaun wangi lainnya.

“Suka duka berkebun itu ya salah satunya gangguan serangga. Tapi kalau belum besar intervensinya itu nggak apa-apa, itu tandanya kebun kita sehat. Tapi kalau intervensinya sudah besar dan tidak seimbang apalagi merugikan, kita bisa tanam tanaman ngalih. Sementara untuk hewan yang lebih besar dan perusak seperti tikus, tutup semua jalan masuknya,” katanya.

Sandara juga mengajak masyarakat untuk menjadi “petani milenial” dimulai dengan membuat kebun di rumah sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Motivasi Sandra membuat Kebun Kumara adalah untuk mengajak lebih banyak teman Gen Z untuk memulai langkah kecil menjadi petani milenial di rumah sendiri dan membiasakan diri melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan bumi.

Sementara itu Iqbal petani binaan PKT berbagi kisah suksesnya sebagai petani milenial. Di era yang serba digital ini, mau nggak mau kita harus menyesuaikan diri dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. Termasuk juga di dunia pertanian.

Iqbal menuturkan bahwa menjadi petani adalah suatu pengabdian karena selain ketekunan, regenerasi juga dibutuhkan. Apalagi, kehadiran modernisasi turut memberi peluang besar untuk digarap generasi milenial demi mengambil ceruk pasar yang sangat potensial lewat inovasi dan terobosan segar.

Iqbal juga mengatakan modal dasar menjadi petani adalah ilmu. Mulai dari mengetahui strategi, pasar, dan mengadopsi teknologi pertanian. Sehingga bertani tidak lagi menjadi pekerjaan yang berat semata.

“Jadi petani awalnya kita harus tau pasarnya. Punya strategi sejak awal. Jika kita paham dengan teknologi pertanian, kita lebih mudah dapat peluang untuk sukses, ini jadi latar belakang saya memilih menjadi profesi sebagai petani, kan tujuan dari kerjaan profit,” katanya.

Dari keterangan Iqbal dalam acara Demfarm tersebut, dalam satu tahun ia bisa melakukan empat kali panen dengan masa tanam selama 60 hari. Saat ini, kelompok tani milenial Iqbal berjumlah 100 petani.

Oke teman-teman, itulah tadi sharing pengalaman saya mengikuti acara talk show bertema “Cerita Petani Millennial, Mendapat Berkah dari Kebun”. Saya jadi lebih bersemangat untuk merawat kebun mini di depan rumah. Ke depannya saya ingin mengubah komposisi tanaman di kebun dengan memperbanyak tanaman yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Selain hasilnya untuk diri sendiri, bisa juga dibagi dengan kerabat atau sahabat yang membutuhkan.

 

 

7 comments: