Selebrasi Hari Blogger Nasional dengan Semangat Ikut Challenge Menulis

09.48 Ivonie 1 Comments

 


Kalau dulu kegiatan menulis di blog sekedar ajang curhat isi pikiran biar lega. Sekarang menulis blog jadi lebih serius, hal tersebut bisa dimulai dari yang awalnya blog gratisan kemudian memakain domain atau hosting biar lebih terpercaya blog. Selain domain masih  ada pritilan lainnya yaitu milih templete blog yang baik buat menunjang performa blog.

Upaya mempercantik blog sudah dilakukan. Saya pun mulai mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan blog. Mulai dari sekedar kopi darat sesama blogger buat sharing atau mengikuti event yang diselenggarakan oleh brand. Dari situlah tanpa disadari sekarang sudah berani dan percaya diri menyebut diri sendiri blogger.

Tak terasa saya sudah cukup lama melakukan aktifitas menulis di blog, tepatnya sejak tahun 2007 dan bertahan hingga sekarang dengan segala dinamikanya. Adakalanya saya merasa malas banget buat sekedar update blog dengan alasan gak ada waktu, gak ada semangat kecuali kalau ada kerjasama dengan brand baru deh blog-nya update. Hayo siapa yang kayak begini juga?

Dua hari lagi blogger bakalan merayakan Hari Blogger Nasional. Ya, tanggal 27 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Sekarang blogger pun punya hari khusus sebagai bentuk penghargaan bagi blogger yang sudah berkontribusi berbagi informasi. Pertama kalinya dicanangkan pada tahun 2007 oleh menteri komunikasi dan informatika RI, Muhammad Nuh. Wah tahun pencanangannya sama dengan pertama saya memulai ngeblog ya. sudah cukup lama namun baru beberapa tahun ini turut merayakan Hari Blogger Nasional.

Menjadi Pengisi Acara di Hari Blogger Nasional





Satu momen yang saya ingat dalam rangka merayakan Hari Blogger Nasional adalah menjadi pengisi acara kolaborasi lima komunitas blogger di Malang. Jujur saja sebenarnya saya belum ada apa-apanya di dunia blogger dibandingkan dengan teman blogger lainnya di Malang. Acara tersebut bertajuk “ Blogger Malang Bersatu dan Bersinergi “. Saya sendiri dipilih sebagai pewakilan emak blogger Malang.

Minggu, 28 Oktober 2018 jadi hari yang bikin deg-degan berbicara di depan blogger Malang yang lebih hebat.  Bahkan salah satu teman blogger dari kota tetangga bela-belain datang ke acara ini yaitu Mbak Vicky. Justru sekarang Mbak Vicky malah jadi blogger keren dengan segudang pengalaman ngeblognya.

Lantas saya sharing apa? Ya sesuai dengan kapasitas saya sebagai seorang emak-emak tetap bisa ngeblog dengan bahagia. Ya, walaupun cuma ibu rumah tangga yang sudah memiliki anak tidak menajdi penghalang buat ngeblog. Bahkan peran-peran yang saya lakukan sebagai emak beranak dua jadi bahan tulisan di blog.

Ya walaupun lebih banyak curhatnya daripada kasih tips-tips jadi blogger keren, setidaknya saya masih bisa berbagi cerita dan semangat buat teman-teman terutama yang perempuan tetap ngeblog. Kini sebagai blogger tentunya saya memiliki harapan dong untuk ke depannya. Kira-kira apa saja sih?

Apa Saja Harapan Diri Sendiri di Hari Blogger Nasional ?

Walau sudah lama ngeblog, ada masanya saya merasa lelah dan ingin berhenti saja dari hiruk pikuk dunia ngeblog. Bahkan ada beberapa teman yang dulunya rajin ngeblog pun bisa berhenti dari dunia ini dengan alasan tertentu. Akan tetapi jiwa saya yang pada dasarnya suka bercerita dengan menulis, berusaha bangkit dan semangat lagi.

Salah satu upaya yang saya lakukan untuk menyambut Hari Blogger Nasional ya dengan semangat mengikuti challenge menulis selama tujuh hari dengan tema tertentu. Selain itu saya ingin merayakan hari yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober dengan menulisakan harapan-harapan diri sendiri.

1.       Konsisten Menulis Sebulan Minimal Lima Postingan

Jadi blogger sebenarnya mudah kok, dengan konsisten menulis minimal lima postingan dalam sebulan ya. Sesibuk apapun artinya seminggu bisa menulis blog sekali dong. Walau ada yang bilang, konsisten itu pun susah. Ya memang harus dipaksakan dong, kalau menuruti keadaan ya gak bakal jadi tulisan. Jangan menjadikan bermacam alasan buat malas ngeblog. Kalau gak mood, males ah menulis blog padahal ada waktu dan ide menulis. Atau kondisi performa blog yang menurun ini, misal pageview. Jangan terlalu dipikirin tapi ya tetap dipikir. Eh bagaimana sih. Pokoknya menjaga konsistensi ngeblog deh ya.

 

2.       Memperbaiki Kualitas Blog

Jujur, saya ini rasanya yang paling gak mikir mengenai kualitas blog. Ya, gimana penting bisa menulis dan update blog saja sudah syukur kan. Tapi ada beberapa teman sering membahas mengenai permasalahan blog supaya blognya lebih baik dan berkualitas. Mulai dari memperhatikan urusan DA/PA karena ini biasa buat patokan kerjasama dengan brand. Bagaimana teman-teman blogger berupaya supaya nilai DA/PA tersebut tinggi. Semakin tinggi nilainya semakin peluang dapat job blogger.

Harapan kedepannya saya bisa belajar lagi buat memperbaiki kualitas blog. Agar pembaca pun lebih betah mengunjungi blog saya. Apalagi persaingan dunia blogger makin sengit hehe. Gak mau belajar, ya siap-siap saja tertinggal.

 

3.       Berpenghasilan dari Blog

Kalau dulu ngeblog cuma buat curhat saja, tapi beda dengan sekarang dong. Menulis blog pun bisa jadi cuan alias penghasilan. Salah satunya kerjasama dengan brand bisa berupa review, mengunjungi event maupun content placement.

Ya, saya gak munafik sih kalau menulis blog bisa dapat penghasilan kenapa tidak? Namun jangan melulu berpatokan sama ini sih. Walaupun belum ada brand yang mengajak kerjasama tetap semangat menulis. Selain kerjasama dengan brand, peluang mendapat penghasilan dari blog bisa melalui adsense. Syaratnya ya rajin menulis konten yang banyak dibutuhkan pengunjung blog.

 

4.       Rajin Membalas Komen

Membalas komen menjadi salah satu harapan saya di Hari Blogger Nasional agar tercipta interaksi dengan pengunjung. Selama ini kalau ada yang komen di blog cuma dibaca doang. Oh si fulana sudah komen tapi tidak dibalas sehingga tidak ada interaksi yang bisa mendekatkan dengan pembaca blog. Walaupun yang komen teman sendiri semestinya tetap dibalas selain biar tidak hanya interaksi sepihak juga untuk menghargai mereka yang sudah mau berkunjung dan meninggalkan jejak.

Biasa kalau ada satu atau dua komen masih sempat membalas, tapi kalau sudah puluhan pasti dibiarin begitu saja. Hayo ada yang begini gak?

 

Harapan untuk Komunitas Emak Blogger

Salah satu support system saya ngeblog yaitu gabung komunitas blogger, salah satunya Komunitas Emak Blogger. Jujur saya agak lupa kapan pertama kali gabung grup ini, pastinya sudah lama sih tapi bukan yang lama bangeet. Komunitas Emak Blogger sudah berdiri sejak tahun 2012, sementara saya baru kembali ngeblog tahun 2013. Selain memiliki harapan buat diri sendiri, saya pun memiliki harapan buat Komunitas Emak Blogger buat ke depannya.

1.       Lebih sering mengadakan kegiatan offline

Sebelum pandemi terjadi, KEB sering mengadakan kegiatan offline ini, bahkan saya pernah hadir ke acara tersebut yang diadakan di luar kota lho. Bukan tanpa alasan karena tema acara tersebut sangat bagus, jadi rela bela-belain datang ke Yogya. Selain dapat ilmu ya bisa ketemu sesama blogger luar kota dong.

 

2.       Lebih sering kasih job tanpa batasan usia

Sadar diri kalau usia makin beranjak menuju usia cantik, eh usia senja. Harapannya ke depan KEB bisa memberikan job tanpa batasan usia sehingga emak-emak walau di rumah tetap bisa berpenghasilan. Semoga komunitas bisa menjadi perpanjangan tangan rezeki dengan kerjasama brand.

 

3.       Lebih sering mengadakan challenge

Seperti sekarang ini ini, saya bisa ikutan challenge KEB dengan penuh perjuangan. Secara saya yang lebih meragukan konsistensi menulis setiap hari mana sanggup begitu lho. Challenge semacam ini secara tidak langsung jadi penyemangat emak-mak buat ngeblog lho.

 

4.       Bikin Merchandise

Jujur sejak gabung komunitas ini, belum satupun saya punya merchandise. Bikin dong biar punya kenang-kenangan sebagai member komunitas ini. Kalau pas meet up sesama blogger bisa dipakai ini merchandise berupa kaos.

Itulah harapan-harapan saya sebagai blogger, semoga bisa terkabul semua ya aamiin.




 

 

 

 

1 comments:

Memaafkan Tapi Tidak Melupakan yang Sudah Melukai

08.22 Ivonie 2 Comments

 


“ Kamu yang sabar ya, ikhlasin saja. Nanti dapat pengganti yang lebih baik dari dia.” Sebuah nasihat bijak yang pernah saya dapatkan di usia yang begitu muda. Ya, semua itu salah saya juga sih. Salah sendiri tidak mendengarkan apa kata orang tua. Jatuh cinta sekaligus patah hati di usia dini. zaman dulu dengan sekarang tentu saja berbeda. Kalau dulu banyak yang tamat sekolah menengah atas memilih menikah karena sudah menjalin kasih saat masin mengenyam pendidikan.

Namun ada juga sih yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi bagi orang tuanya yang mampu. Ya, gak salah kalau begitu lulus sekolah ada yang patah hati karena disakiti kekasihnya karena ditinggal menikah. Siapa yang ditinggal menikah, saya? Oh tentu saja iya hahaha.

Saya yang masih muda dan awam urusan cinta-cintaan, bisa-bisanya tertipu bujuk rayu seseorang yang usianya terpaut jauh. Apalagi terbilang masih tetangga sendiri, makanya saat mendengar kabar kalau dia mau menikah dengan perempuan lain, sementara dia masih menjalin hubungan dengan saya? Betapa sakit dan hancur hati saya. Bahkan kata maaf yang berulang kali dia lontarkan, tidak ada artinya lagi.

Sejak saat itu saya sulit memaafkan dan melupakan orang yang melukai hati. Karena dampak dari peristiwa tersebut cukup menganggu kehidupan saya di masa depan. Saya jadi pribadi yang tertutup dan pendiam. Bagi saya memaafkan tak semudah membalik telapak tangan. Butuh perjuangan dan keikhlasan hati yang besar.

Satu hal yang saya syukuri, saya akhirnya bisa keluar dari tempat tinggal masa remaja. Saya bahkan pernah melarikan diri dengan bekerja keluar negeri untuk menyembuhkan diri dari luka-luka batin karena orang tersebut. Saat kembali dipertemukan dengan orang tersebut, saya sudah berusaha memaafkan namun tidak akan pernah melupakan caranya menyakiti saya.

Sampai pada satu titik saya mendapat kabar dari orang tua, kalau orang tersebut meninggal dengan cara yang tragis. Saya memaafkan dengan ikhlas semua yang pernah membuat terluka. Sudah tidak ada artinya kan menyimpan sakit hati dan dendam pada orang yang sudah meninggal?

Pengalaman Adalah Guru Berharga dalam Kehidupan

Pengalaman disakiti dan memaafkan rasanya selalu mengiringi perjalanan hidup. Beberapa kali terbentur dengan orang yang mudah menyakiti dan mudah meminta maaf. Bahkan kasus serupa di masa muda terjadi kembali di masa-masa pencarian jodoh.

Saat itu usia saya yang tak lagi muda, seperempat abad tepatnya. Kalau di desa usia segitu belum menikah, duh omongan tetangga sama nyakitin telinga dan hati. Dibilang perawan tua lah, suka pilih-pilih lah ( urusan pilih-pilih tentu saja wajib, memilih pasangan hidup kan untuk seumur hidup ). Saya yang masih sibuk bekerja, sementara teman-teman seumuran sudah menikah dan punya anak.

Saya pernah membuka hati kembali untuk menjemput jodoh. Saya mengenalnya lewat dunia maya, jarak saya dengannya cukup jauh Hong Kong – Mekah. Saya sudah sempat membicarakan tentang kelanjutan niat baiknya yang ingin menikahi saya. Saya percaya ya walau belum pernah bertemu? Tentu saja, karena saya melihat agamanya baik, ramah, bertanggung jawab dan bonusnya ganteng hahaha.

Namun dibalik semua itu, dia menghianati saya dengan diam-diam mendekati teman baik saya. Bayangkan saya ditikam dari belakang dua orang sekaligus. Rasanya saat itu saya tidak akan bisa memaafkan perlakuan mereka. Seiring waktu saya berusaha untuk memaafkan, bahkan mana kala saya mendengar kalau mereka akhirnya menikah saudara-saudara. Ya, mungkin lelaki itu bukan jodoh terbaik saya walaupun agamanya baik dan ganteng hahaha ( bahas saja terus gantengnya )

Memaafkan tapi tidak melupakan apa yang sudah terjadi di masa lampau itu. Ikhlas itu mudah diucapkan, seperti halnya kata maaf tapi butuh proses panjang untuk menjalankannya.

Rasanya saya sudah lelah ya disakiti dan memaafkan. Hidup kok rasanya cuma buat mengalami dua hal tersebut. Saya pun tutup buku untuk urusan hati sampai akhirnya saya mengenal seseorang tanpa sengaja (sengaja kok karena dikenalkan). L

Kok gak belajar dari pengalaman sih, kenal orang lewat dunia maya mulu kan beresiko. Tapi ini kan dikenalin teman, pastinya bisa dipercaya dong. Memiliki persamaan hobi jadi bikin nyambung ngobrolnya. Saya sudah lupa itu sama sakit hati dikhianati mantan dan teman. Secara orang ini, agak beda dari lainnya. Kalau lainnya sudah kenalan sama saya pasti obral omongan manis. Dia? Beuh kayak es kutub utara. Dingin, cuek kalau balas pesan singkat-singkat dan diakhiri “ hehe” sangat menyebalkan.

Meskipun begitu ya tetap saja seru dan nyaman ngobrol sama itu orang. Benih-benih kasih pun tumbuh. Nah disinilah petaka itu hadir, selama komunikasi denganya saya tidak pernah menanyakan statusnya. Apakah sudah memiliki kekasih atau sudah menikah? Bodohnya saya lagi-lagi gak belajar dari pengalaman.

Suatu ketika dia menghilang tanpa kabar dan komunikasi. Namanya terpisah jarak yang jauh, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya teman saya, yang teman dia juga memberitahu kalau dia menikah. Duaar! Kenapa saya harus berulang kali mengalami hal yang sama? Sakit hati? Sangat. Terluka dan sedih di perantauan itu sungguh menyakitkan.

Saya yang berusaha menguatkan diri dan hati, suatu hari dia datang dengan permintaan maaf dan rasa menyesalnya memperlakukan saya begitu. Dia berdalih akan memberitahunya sendiri tapi terlambat, saya sudah tahu dari temannya. Apakah saya memaafkan? Tidak! Saya sudah lelah disakiti dengan cara yang sama. Waktu saya tanya kenapa dia begitu? Tahu apa jawabnya? “ Lha kamu gak tanya? “ Oh God. Dasar lelaki memang begitu ya, ya bagaimana perlakuan dia manis sekali, manggilnya sayang-sayang setiap hari. Ternyata dibalik itu sudah punya tunangan. Huh.

Saya lelah buat memaafkan orang-orang yang melukai. Tapi menyimpan amarah di hati berlarut-larut juga tidak baik buat kesehatan jiwa kan. Bahkan bisa berujung jadi penyakit. Seiring waktu akhirnya saya bisa memaafkan tapi tidak akan melupakannya. Biarin dia menyesal seumur hidupnya menyakiti saya.

Percayalah, saat sakit hatimu berangsur -angsur sembuh dan memaafkan, jalan hidup akan terasa lebih ringan. Hati jadi tenang dan tidak menyimpan prasangka lagi. Ya, memaafkan memang tidak bisa cepat apalagi instan, semua butuh waktu dan proses. Saya tidak hanya mengalami sakit hati karena urusan asmara, namun juga keluarga dan pertemanan. Bahkan sakitnya perlakuan pertemanan dan rasa kehilangan itu masih teringat. Saya memilih memaafkan semua itu, karena semua yang terjadi dalam hidup ini sudah kehendakNya. Saya tetap bersikap baik dan tidak membalas perlakuan teman tersebut.

Saya hanya ingin menjalani hidup dengan damai tanpa menyimpan dendam walau zodiak saya konon katanya tipe pendendam. Padahal memiliki sifat itu pun sama tidak enaknya dengan disakiti. Lebih baik memaafkan orang yang pernah melukai.

 


 

 

2 comments:

Pengalaman Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental

09.33 Ivonie 1 Comments

 


Mengikuti challenge menulis blog setiap hari yang diadakan oleh komunitas KEB, sungguh jadi tantangan tersendiri buat saya. Selama ini kalau ada challenge serupa hanya jadi sekedar wacana saja alias gagal ikutan. Kali ini saya berasa menantang diri sendiri apakah sanggup melewati tujuh hari menulis dengan tema tertentu setiap hari. Tentu saja ini mengasah mental saya untuk pantang menyerah. Seperti halnya tema hari ini mengenai menulis untuk menjaga kesehatan mental bagi perempuan.

Bisa dibilang pembahasan mengenai kesehatan mental ini bukan hal yang tabu lagi. Dari sekian banyak pembahasan memang perempuan yang lebih rentan mengalami mental illness. Ada banyak penyebab perempuan rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Baik dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pergaulan.  

Misal ini, ada circel pertemanan yang semuanya memiliki hape Iphone, sementara diri sendiri cuma android percayalah hal tersebut bisa mempengaruhi kesehatan mental. Bisa jadi merasa insecure yang ujung-ujungnya bisa menarik diri dari lingkaran circle tersebut. Pokoknya banyak kasus penyebab gangguan kesehatan mental.

Dulu saya tidak pernah menyadari kalau sebenarnya sudah ada bibit-bibit mental illness. Ya, saya anggap hal tersebut cuma gangguan hormon pra menstruasi saja. Nyatanya saya salah, akan tetapi tidak boleh mendiagnosa sendiri ya mengenai apakah diri kita mengalami mental illness. Perlu dan pentingnya meminta bantuan profesional untuk memastikan. Namun kita bisa mencari informasi ciri-ciri yang bagaimana sih bisa dikatakan mengalami gangguan kesehatan mental.

Kalau baca-baca cerita orang yang mengalami kesehatan mental, sungguh tidak mengenakan. Ya namanya juga mental bermasalah, jelas ada gak enak karena ada pemicunya. Sedangkan perempuan paling banyak mengalami hel tersebut. Baik yang statusnya belum menikah sampai yang sudah menikah. Kalau belum menikah penyebab kesehatan mental bermasalah pemicunya kalau gak urusan percintaan, kuliah hingga rekan kerja di kantor. Nah, kalau yang sudah menikah lebih kompleks lagi pemicunya. Mulai dari masalah dengan pasangan, mertua, orang tua hingga urusan anak-anak.

***

Apakah saya sempat mengalami mental Ilness? Ya, saya akui itu. Saya sempat mengalami badai kehidupan yang mengguncang mental. Bagaimana bisa tahu kalau mengalami mental illness? Ya awalnya saya baca-baca informasi di internet. Saya merasa mengalami depresi, hal tersebut bukan tanpa alasan karena saya mengalami beberapa ciri-ciri depresi seperti mengalami kesedihan yang berlarut-larut, sulit fokus, lebih banyak melamun, tidak bersemangat, merasa kelelahan sampai ada niatan untuk mengakhiri hidup ini.

Lantas apa yang saya lakukan? Atas masukan suami meminta saya untuk konsultasi ke ahlinya masalah kejiwaan. Tadinya saya menolak, merasa saya bakal bisa menyembuhkan diri sendiri. Namun semakin hari rasanya makin tidak nyaman dengan kondisi diri. Akhirnya memutuskan untuk konsul ke psikiater. Kenapa langsung ke sana? Karena saya perlu berobat, bukan sekedar release perasaan.

Saya ingat betul ini, belum juga bercerita permasalahanya di depan dokter, saya malah menangis duluan hahaha. Ya karena sesakit itu jiwa saya. Usai sesi konsultasi apa hasilnya? Saya mengalami depresi ringan dan dirujuk ke rumah sakit jiwa. Rumah sakit tempat saya konsultasi tak memadai untuk persediaan obatnya.

Saya pasrah dan mengikuti alur pengobatan yang disarankan dokter jiwa di rumah sakit tersebut. Setiap bulan saya menjalani konsultasi dengan psikiater di rumah sakit jiwa yang jadi rujukan se Indonesia. Bahkan beberapa kali ganti dokter psikiater karena terbentur jadwal dokternya. Cuma konsul saja? Oh tentu saja tidak. Setiap bulan saya minum puluhan obat agar bisa tidur dengan tenang karena saya juga mengalami gangguan susah tidur. Satu dokter psikiater dengan lainnya memberikan saran yang berbeda. Dokter psikiater perempuan yang saya temui konsul menyarankan untuk menerapkan mindfulness. Kalau perlu bisa dengan merelease perasaan dengan menulis dibuku supaya lega.

Yup, menulis pun bisa membantu menjaga kesehatan mental perempuan. Apa yang ada dan mengganggu pikiran bisa dikeluarkan dengan menulis biar lega. Saya pun melakukan hal tersebut, saya memiliki blog khusus untuk merelease perasaan ke dalam tulisan. Selain blog ada juga sosmed lain yang saya gunakan untuk menulis dan memprivat hasilnya hanya saya saja yang bisa membacanya. Ya memang bukan untuk mendapatkan validasi atas apa yang saya ungkapkan ditulisan tersebut.

Ada banyak manfaat menulis untuk kesehatan mental terutama perempuan.

1.       Menulis membantu mengurangi stres

Saat kita menuliskan pengalaman stres atau khawatir, tentu saja hal itu memproses dan mengatasi perasan lebih efektif. Selesi menuliskan pengalaman tersebut jadi lebih santai dan tenang. Beban emosional yang dirasakan jadi berkurang.

2.       Menulis meningkatkan kesejahteraan emosional

Menulis mengenai emosi positif dapat membantu kesejahteraan emosional serta mengurangi gejala depresi. Selain itu menulis mengenai tujuan hidup kedepannya bisa membantu meningkatkan perasaan positif dan kepercayaan diri.

3.       Menulis menbantu mengatasi trauma

Ya menulis mengenai pengalaman traumatis dapat membantu mengurangi gelaja stres pasca-trauma dan membuat diri lebih baik.

4.       Menulis meningkatkan kekebalan tubuh

Mungkin belum banyak yang tahu kan kalau menulis juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh lho. Serta mengurangi risiko penyakit tertentu. Kebiasaan menulis secara ekspresif yang dilakukan bisa meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh.

5.       Meningkatkan mood

Ini yang sering saya rasakan kalau menulis bisa meningkatkan mood. Dengan menulis dapat mengembalikan suasana hati dan memperbaiki mood lebih baik. Menulis pun secara tidak langsung mengajari untuk jujur dengan diri sendiri. Bahkan bisa menjadi bukti fisik yang digunakan sebagai pengontrol perasaan.

6.       Mengasah memori

Menulis tentu saja bisa mengasah kemampuan otak dalam mengingat. Tidak hanya meningkatkan memori dan pemahaman, menulis juga bisa mengasah kemampuan kognitif. Mengingat apa saja pengalaman atau peristiwa yang pernah terjadi dalam hidup ini dan dituangkan dalam bentuk tulisan.

Itulah beberapa manfaat menulis yang bisa menjaga kesehatan mental yang saya ketahui. Apakah saya sudah sembuh dari gangguan kejiwaan yang sempat dialami? Insya Allah dengan berbagai upaya yang saya lakukan perlahan sembuh, namun memang tidak bisa instan ya. Prosesnya panjang, obat yang harus saya minum setiap bulan selama tujuh bulan tanpa putus.

Selain menulis, saya melakukan perjalanan ke luar kota untuk menyembuhkannya istilah zaman now, healing. Mengupayakan hati saya lebih bahagia dengan kegiatan yang positif. Saya berusaha menghindari hal-hal yang bisa men-trigger kesehatan mental. Mengikuti challenge menulis blog ini salah satu untuk menjaga kesehatan mental. Saya yang tadinya menyimpan rapat pengalaman mengalami depresi, jadi lebih berani mengungkapkan dalam bentuk tulisan di sini. Kejadian itu sudah berlalu setahun lalu, tahun terberat yang saya alami dalam hidup ini. Hanya saja saya tak bisa mengungkapkan penyebab utama saya mengalami depresi. Biarlah Tuhan, orang-orang terdekat saya yang tahu mengenai hal itu. Pastinya sangat jadi pelajaran dalam hidup, janganlah menggengam yang sejatinya tidak bisa genggam. Lepaskan dengan ikhlas maka hidup lebih damai. Kesehatan mental lebih terjaga.

 


 

 

 

 

1 comments:

My Husband is My First Support System On Blogging

09.59 Ivonie 19 Comments

 

my support system on blogging


Duileh, judulnya sok keminggris banget ya haaha. Saat kembali menekuni dunia blog, tentu saja bukan sepenuhnya keinginan diri. Lebih tepatnya saya dipaksa menulis sama suami ketimbang menekuni hobi lainnya yang effortnya lebih besar tapi hasilnya kecil. Padahal pas dijalani menulis juga butuh effort besar apalagi buat blog. Memikirkan ide apa yang harus ditulis, belum lagi urusan menyiapkan foto pendukung serta urusan performa blog.

19 comments:

Film Favorit dari Bollywood Hingga Drama Korea

09.59 Ivonie 0 Comments

 


Menonton film atau drama bukanlah kebiasaan yang penting bagi saya. Hal tersebut hanya sekedar selingan di saat lagi jenuh saja. tapi bukan berarti saya gak suka menonton ya. Kalau ditanya umur berapa kamu pertama kali menonton film atau drama? Seingat saya sih waktu duduk di bangku SD ya. Kemudian film atau drama apa yang jadi favorit atau bisa ditonton berulang-ulang tapi gak bosen?

Sewaktu duduk di bangku sekolah dasar, sepulang sekolah saya biasa mantengin televisi. Ingat ya, zaman dulu orang tua atau tetangga punya TV itu dianggap keluarga berada. Lantas apa tontonan saya? Film Bollywood. Hayo siapa yang gak pernah nonton film Bollywood? Palingan juga nonton tapi malu mengakui kan? Takut ketahuan umurnya berapa sekarang?

Siapa sih yang gak kenal sama aktor Bollywood Shah Ruh Khan? Aktor India yang jago banget memerankan setiap perannya di film-film yang pernah saya tonton. Bahkan kharismanya masih terpancar hingga sekarang walau usianya tak muda lagi. Salah satu film favorit yang saya tonton berulang kali tak bosan. Kuch Kuch Hota Hai, ya ini film legend banget loh. Yakin ada yang belum pernah nonton film ini? atau gangsi mengakuinya? Karena nonton film Bollywood itu gak keren hahaha.

Film yang diperankan oleh Shah Rukh Khan, Kajol dan Rani Mukherje ini sangat menyentuh hati dan menguras emosi lho. Jalan ceritanya bisa bikin kalian nangis bombay, ah kalian, saya kali hahaha. Selain jalan ceritanya yang menyentuh, film ini banyak pesan dan hikmah yang bisa didapat. Mulai dari kisah persahabatan, percintaan hingga keluarga. Satu hal yang saya pahami, bila sudah menjadi takdirmu dia tak akan melewatkanmu. Seperti kisah asmara Kajol yang diam-diam menyukai Shah Rukh Khan, namun siapa sangka sang pujaan hati telah memilih perempuan lain. Dia memilih berkorban dan menjauh.

Namun sejauh apapun Kajol menjauh dan pergi, kalau sudah menjadi takdirnya bersama Shah Rukh Khan, bisa apa? Eh ini cuma ada di film atau pernah terjadi didunia nyata juga sih? Entahlah. Atau kalau ada yang memiliki pengalaman demikian boleh dong cerita di kolom komentar.

Katanya film favorit, berapa kali dong pernah menonton? Pastinya lebih dari dua kali dan feel-nya tetap sama setiap menonton bakalan airmata mengalir deras tanpa tahu diri hahaha. Apalagi didukung dnegan lagu soundtrack dan tariannya yang khas itu. Sampai-sampai ada lho yang memparodikan dnegan sangat niat sekali supaya mirip begitu hahaha.

Ada lagi gak film Bollywood yang jadi favorit saya? Ada deh selain Kuch Kuch Hota Hai, yaitu Khabi Khushi Khabi Gham. Pemainnya ya masih sama sih Shah Ruhk Khan, Kajol, Kareena Kapor dan Hitrik Rohsan. Duh film ini pun tak kalah seru menguras air mata dan emosi lho. Ada yang ingat juga gak sama film ini? selain ceritanya pasti suka juga dengan lagu soundtrack-nya yang diiringin sama tarian sebagai ciri khas film India.

Gegara suka nonton film India, saya pernah memiliki impian bisa traveling ke India lho. Terlepas dari banyaknya isu yang beredar kalau negara ini banyak sisi negatifnya. Mulai dari kondisi kota-kota di sana yang kumuh, banyak scam,  tingkat pelecehan hingga pemerkosaan lumayan tinggi sehingga terbilang tidak aman buat solo traveler begitu deh. Ya, tetap saja India memiliki sisi positif demi segi wisatanya. Mulai dari Taj Mahal hingga Pesona Sungai Gangga.

Apakah saya hanya menyukai film dari negara India? Enggak sih. Nyatanya saya pernah menonton drama dari negara yang terkenal dengan julukan negara Gingseng alias Korea. Siapa sih yang gak suka nonton drakor, begitu sebutan bekennya? Saya ingat dong drakor pertama yang saya tonton adalah Endless Love dan Full House. Kedua drakor tersebut diperankan oleh Song hye Kyo, aktris cantik Korea yang hingga kini tetap eksis di kancah drama Korea.

Endless Love ini drama Korea yang menyentuh jalan ceritanya. bercerita tentang anak yang tertukar. Kemudian melahirkan kisah cinta mendalam antara kakak dan adik tiri. Drama ini pernah sangat hits di era 2000-an dan sempat ditayangkan di layar TV Indonesia. Song Hye-kyo berperan sebagai Yoon Eun-suh adik yang memiliki sifat lemah lembut. Eun-suh jatuh cinta kepada kakak tirinya Yoon Joon-suh (Song Seung-heon). Keduanya saling menepis rasa cinta itu, sebab mereka berdua sudah lama bersama sebagai kakak adik. Drama Korea pertama yang bikin saya menangis hahaha.

Lain halnya dengan Full House, ini sih drama yang jalan ceritanya rada komedi begitu tapi tetap ada sisi romance-nya. Kurang lebih ceritanya begini deh, Drama ini pernah sangat hits di era 2000-an dan sempat ditayangkan di layar TV Indonesia. Song Hye-kyo berperan sebagai Yoon Eun-suh adik yang memiliki sifat lemah lembut. Eun-suh jatuh cinta kepada kakak tirinya Yoon Joon-suh (Song Seung-heon). Keduanya saling menepis rasa cinta itu, sebab mereka berdua sudah lama bersama sebagai kakak adik.

Serial televisi Korea Selatan tahun 2004 ini dibintangi oleh Song Hye-kyo, Rain, Han Eun-jung dan Kim Sung-soo. Song Hye-kyo berperan sebagai Han Ji-eun, seorang gadis yang tinggal sendirian di sebuah rumah kaca besar. Ji-eun kena tipu oleh dua sahabatnya yang menyebabkan rumahnya terjual. Pembeli rumah Ji-eun adalah Lee Young-jae (Rain). Demi meraih rumahnya kembali, Ji-eun terpaksa menerima syarat dari Young-jae untuk menjadi istri kontraknya.

Kalau film Bollywood sekarang tidak banyak yang pernah saya tonton, jujur benar-benar jadi pemilih. Gak mudah sih melabeli favorit untuk sebuah film India. Saya harus suka dengan jalan cerita hingga aktor/aktrisnya. Ada sih film India yang favorit selain dua judul yang saya sebutan di atas tadi. Malah sempat saya bikin reviewnya di blog ini. ya karena jalan ceritanya yang menyentuh. Bahkan sempat bikin saya mengidolakan pemeran lelakinya yang gagah berkharisma. Duh, saya sukanya yang tipe begitu ya hahaha.

Sementara untuk drama Korea saat ini, belum benar-benar ada yang bikin saya tertarik buat menontonnya berulang-ulang kali. Ya, sekali menonton lantas selesai sudah begitu saja sih. Walaupun ada teman yang bisa menonton itu drakor berulang dan gak bosen bahkan jadi favoritnya. Saya belum tertarik buat menontonnya hahaha

Ya, doakan deh siapa tahu hati saya terketuk buat menonton judul drama Korea yang seriing banget dibahas di WAG sampai berbusa-busa tapi saya bagian menyimak doang hahaha. Ya, gak Cuma saya asaja sih yang begitu, lainnya pun sama ada yang gak mengikuti banget perkembangan drakor-drakor yang konon ceritanya bagus, pemainnya ganteng paripurna hahaha.

Adakah yang sama kayak saya suka nonton film Bollywood? Boleh kok mengakui itu, gak usah malu-malu dan dibilang gak keren ya hahaha



 

0 comments:

Teman Akrab Apa Sok Akrab? Inilah Teman Akrab Komunitas Versi Si Introvert

08.12 Ivonie 8 Comments

 


Sejak dulu saya mudah berteman dengan siapa saja, walau kesan awal yang mereka sampaikan adalah saya orangnya jutek alias judes. Hal itu berlaku buat teman perempuan maupun lelaki. Bahkan bisa dibilang saya orangnya gak mudah akrab. Sebagai orang introvert ( saya baru menyadari hal ini ) saya tidak mudah membuka hati dan percaya dengan orang baru.

Apalagi sejak mengenal dunia komunitas, teman saya tentu saja makin bertambah dong tapi tetap saja teman akrab tak sebanyak yang dikenal. Saya memiliki teman akrab lelaki mungkin ini satu-satunya tapi tenang jangan berpikiran negatif dulu, simak ceritanya sampai selesai. Ada beberapa teman yang bagi saya termasuk akrab. Pemilih? Mungkin iya, karena akrab dengan saya artinya akan mengetahui semua dunia mengenai saya.

Pertama mengenalnya jauh sebelum ada dunia blogging yang seramai sekarang. Saya mulai akrab setelah membaca tulisan kegalaunya mengenai pacarnya hahaha. Iya, dia lebih muda usianya dari saya, bisa dibilang jadi seperti adik deh. Bagaimana saya dan dia akrab? Ya saling bertukar cerita dong lewat tulisan karena memang mengenalnya melalui dunia maya.



Saya bisa cerita apa saja dengannya, tentang pekerjaan, tentang galaunya saya menemukan tambatan hati di usia yang hampir seperempat abad. Kisah percintaan yang gak jelas kepastiannya hahaha. Apakah dia asyik jadi pendengar cerita saya? Kadang iya, kadang dingin namanya juga lelaki. Sampai suatu hari saya dapat kesempatan mengunjungi kotanya, saya janjian buat ketemuan. Eits gak Cuma berdua ya, tapi dengan teman lainnya juga dong.

Sewaktu saya bekerja di kota asalnya, sering kali merepotkannya dan dia dengan senang hati membantu. Entah beneran senang hati atau sebel ya, secara saya minta tolong dia mengirimkan sekardus perkakas rumah tangga waktu saya ngekos hahaha. Apakah sekarang masih akrab? Masih dong. Secara dia comblang saya menemukan jodoh hahaha. Pasti dia bakal GR baca tulisan ini deh, bahkan kalau saya lagi bertengkar sama suami, dia pasti jadi penengahnya. Karena suami lebih dulu bestian sama dia hahaha. Kini dia jadi blogger yang jago urusan dalaman blog, kalau ada masalah bahkan minta tolong bikinin artikel ya sama dia hahaha. Saya berharap pertemanan kami membawa kebaikan dan keberkahan, sampai mati pun tak bisa melupakan kebaikan.

saat ini saya dan dia berada di satu grup blogger yang tiap hari ramainya bukan main. Tapi memang teman-teman di sana bisa akrab satu sama lain. Saling menimpali topik pembicaraan yang teramat random deh. Tidakah saya memiliki teman akrab perempuan? Ada dong, salah satu teman akrab ini sudah saya anggap seperti saudara. Saya mengenalnya berawal dari dunia penulisan buku dan penerbitan. Saat anak-anak saya dan dia masih kecil. Walau usianya jauh lebih muda, tepatnya sepantaran dengan adik saya, tapi saya dan dia bisa nyambung membahas apapun.


Bisa dibilang teman akrab yang saya percaya sepenuh hati tentang luar dalam perjalanan hidup. Sisi baik dan buruknya saya. Saya dan dia sering hangout bareng, saling support dan mendoakan kebaikan. Namun akhir-akhir ini, hubungan pertemanan saya dengannya tidak baik-baik saja. Lamanya pertemanan tidak menjamin tidak ada masalah dan salah paham. tidak selamanya niat baik akan bisa diterima dengan baik walau kami akrab. Saya tidak menyesal mengenalnya, semoga dia selalu sehat dan dilimpahkan kebahagian. Kami memang masih berada di dalam beberapa grup blogger tapi menjadi asing hehehe. It’s oke, life must go on.

Sudah cuma segitu doang? Gak sih, masih ada beberapa teman dari komunitas yang tadinya biasa saja karena komunikasi yang intens jadi akrab. Bahkan salah satunya dari dulu sudah akrab seperti kakak perempuan. Dari dulu sampai sekarang tetap baik, meski sudah gak bisa leluasa cerita kayak dulu deh. Karena sejak awal mengenalnya pun saya maupun dia mengetahui kisah hidup masing-masing yang mungkin gak semua orang tahu.



Sekarang makin sibuk dengan pekerjaan maupun urusan keluarganya.




Namun kebaikannya pun tak akan saya lupakan. Bahkan sebelum pandemi melanda saya dan teman baik lainnya dapat kesempatan traveling bareng, seseruan menjelajah kota pelajar yang juga terkenal segabai kota wisata. Sayangnya sekarang belum dapat kesempatan buat jalan bareng lagi tapi tetap bisa ngobrol seru di WAG blogger.

Seru ya bahas pertemanan? Seru dong, ini bisa jadi cerita yang dibaca ulang kalau anak-anak kami besar nanti. Malah ada lho teman akrab yang saya kenal masih jomblo sampai menikah, saya dan suami ( wakti itu calon suami ) hadir ke pernikahannya. Saya sempat numpang foto pre-wedding di depan mobil pengantin lho ahahhaha. Lucunya saya masih menyimpan souvenir nikahannya sampai sekarang hahaha.



Apakah semua pertemanan bisa akrab? Gak sih,  bisa akrab tapi tak sesuai ekspektasi saya hahaha. Sewaktu awal, saya mengira keakraban kami bisa jadi bestie. Ternyata saya tidak demikian, hal itu diluar ekspektasi dong. Ya, gak apa – apa sih tiap orang punya pilihannya sendiri kan. Saat ini saya baik, akrab iya tapi ya sudah sebatas itu. Bukan yang semua hal bisa saya ceritakan sepenuhnya ke dia.

Ada banyak komunitas blogger yang saya ikutin, salah satunya komunitas blogger perempuan yang rata-rata sudah jadi emak-mak. Tak heran kalau namanya KEB ( Kumpulan Emak Blogger ) yang sampai sekarang makin eksis. Memiliki teman akrab? Punya sih, tapi entah apakah bisa dikatakan akrab, ntar takutnya saya yang dibilang sok akrab hahaha.

Pertama, Aslinya berasal dari Malang, namun sedang merantau ikut suaminya. Awalnya akrab bagaimana? Komen-komenan di kolom instagram dong, sampai akhirnya dapat kesempatan buat kopdar bareng waktu mudik ke Malang. Lanjut diajak kerjasama mengurus sebuah event blogger di Malang.



Lain lagi dengan teman yang satu ini, duh malu sih dibilang teman akrab. Bagi saya yang gak mudah atau sembarang save kontak nomor whatsapp, jelas kalau sampai saya simpan nomernya jadi teman akrab saya. Ya bagaimana akhirnya gak tidak saya simpan karena teman ini merupakan salah satu admin WAG blogger hahaha. Sejak nomernya saya save, lebih tepatnya saling save saya jadi bisa ngepoin story WA-nya dong hahaha. Saling berbalas komen di status itu seru loh wkwkwwk.

Secara emak satu ini suka posting story WA mengenai proses bikin kompos, kalau gak hasil bercocok tanam dengan media yang terbatas tapi bisa. Contohnya? Bekas botol air mineral dong. Ikutan senang deh lihat proses tanamannya mulai dari berbunga sampai jadi bakal buah. sebagai orang yang suka bercocok tanam jadi bisa saling bertukar info maupun pengalaman kan.

Terkadang menjadi teman akrab itu tak perlu alasan ya? Namun memiliki teman yang sefrekuensi, tidak mudah baper dan bisa saling memaafkan kalau ada salah itu lebih asyik dan seru. Bahkan bisa jadi langgeng sampai tua nanti. Jadi teman akrab dunia akhirat itu lho dengan agenda bisa umroh bareng aamiin.

 

 

 


 

8 comments:

Ide Menulis Banyak tapi Waktu Terasa Tak Banyak

22.03 Ivonie 1 Comments

 


Kalau dihadapkan dengan pertanyaan kenapa lama gak menulis blog? Pasti bakal banyak banget alasannya. Mari kita simak dongeng mengenai ngeblog ini. Pada dasarnya saya sudah mulai ngeblog tahun 2006, jauh sebelum seramai ini deh. Iya, blog pertama yang saya miliki itu blogspot. Itupun hasil belajar dari kenalan teman di YM. Duh, bahas YM jadi ketahuan umurnya kan? Hahaha

Bikin blogspot gratisan niatnya buat belajar menulis cerpen terinspirasi dari curhatan dan pengamatan cerita orang-orang di sekililing. Ya, waktu itu saya masih bekerja di Hong Kong jadi banyaak ide buat tulis cerpen. Namun seiring berjalannya waktu, saya tergoda platform baru yang namanya Multiply. Ada yang alumni platform ini?

Saya malah rajin tulis di platform tersebut ketimbang blogspot. Blog saya yang itu tersingkirkan deh. Di platform Multiply saya rajin banget menulis dan banyak teman. Tapi sayangnya platform tersebut sekarang sudah raib, pasrah deh. Mau bagaimana lagi, namanya juga gratisan dan sang pemilik lebih memilih menutup karena inovasinya gagal.

Sedih? Banget tapi saya sempat menyelamatkan tulisan-tulisan yang diposting di platform tersebut, istilahnya migrasi ya ke sini. Cuma tulisan saja, sementara foto-foto yang disematkan tak ada. Walaupun sudah migrasi ke wordpress gratisan, bukan berarti saya jadi rajin menulis lagi. Saya patah hati lebih tepatnya. Saya biarkan hasil migrasi begitu saja.

Saat tulisan lama dimigrasi ke wordpress, saya sudah menikah dengan lelaki yang suka menulis pula. Malah dia yang masih rajin menulis. Menikah, menjadi istri kemudian hamil rasanya makin malas buat menulis blog lagi. Apalagi pengalaman hamil anak pertama kerjaan saya setiap hari rebahan alias tidur sepanjang hari. Usai suami kerja saya tidur, bangun cuma makan sholat kemudian tidur lagi sampai suami pulang kerja.

Bahkan cerita pengalaman saya hamil, bukan saya yang menulis melainkan suami. Dia mendapat masukan bikin blog sesuai dengan tagline keluarga kami yang suka warna biru dari teman baiknya. Mungkin ada yang ingin membaca ceritanya bisa ke sini ya.

Hamil kemudian melahirkan anak laki-laki yang menggemaskan. Dunia menulis saya benar-benar teralihkan olehnya. Saya sibuk merawat anak pertama sudah cukup menguras tenaga dan pikiran, mana sempat menulis blog? Sungguh saya salut dengan ibu-ibu yang sekarang dari hamil sampai melahirkan masih menyempatkan diri menulis blog.

Saat anak saya mulai merasakan makan pertamanya atau MPASI, saya jadi rajin bikin menu-menu untuknya. Saya membuat dokumentasi menunya dalam bentuk foto kemudian resepnya saya susun rapi, jadilah sebuah buku sebagai kenang-kenangan dia nanti. Ya, bisa dibilang jiwa menulis saya masih ada makanya bisa jadi resep menu MPASI.



Rasanya gak hanya soal menu MPASI, saya jadi kreatif bikin menu cemilan buat anak. Berawal dari situ saya jadi menggeluti dunia kuliner dan jualan hehe. Menulis blog? Masih jauh dari angan-angan deh, pokoknya waktu dan tenaga cuma buat seputar anak dan hobi. Iya, selain menulis saya hobi baking dan ternyata menghasilkan. Saya malah keasikan jualan kuliner mulai dari kue kering hingga nasi tumpeng.



Namun saya akhirnya menulis blog tapi yang berhubungan dengan kuliner. Ternyata jiwa menulis gak bisa benar-benar lepas dari saya. Saya menulis cerita mengenai menu-menu masakan atau kue yang saya bikin di blog. Tapi sekarang pun sudah lama tidak diupdate hahaha. Sampai saya hamil anak kedua, urusan jualan kuliner pun vakum. Padahal bisa dibilang saya sudah punya nama brand, sudah punya panggung di jejeran penjual kuliner di Malang. Suami minta saya lebih fokus sama kehamilan, takut saya kecapekan kalau terima orderan kuliner. Suami pun membujuk saya untuk kembali menulis blog saja yang lebih ringan daripada sibuk di dapur yang menyita waktu.

Jadilah blog ini, awalnya gratisan kemudian suami mengusulkan untuk dibelikan domain biar lebih keren dikit gitu. Awal ngeblog saya akui rajin menulis, banyak ide yang saya tulis di sini mengenai pengalaman hidup dan kegiatan sehari-hari.

Pengalaman perjalanan saya dan keluarga bersama anak-anak. Cerita mencoba menu-menu makanan dari berbagai restoran yang ada di Malang ataupun luar kota. Sampai tibalah blog dilirik sama brand-brand buat kerjasama. Menulis pun bisa menghasilkan cuan, senang dong? Senang lah, yang tadinya Cuma hobi curhat colongan bisa jadi menghasilkan uang. Kalau dulu menulis cerpen dapat honor, sekarang menulis mengenai produk brand yang dapat uang.

Di sini lah alasan kenapa lama tak menulis blog terjadi. Kalau lagi gak ada kerjasama menulis dari blog, jadi gak menulis. Berasa menulis jadi semacam tuntutan deh. Padahal ya, banyak sekali ide yang bisa saya tulis di blog ini tapi rasanya tak banyak waktu menulisakannya. Halah alasan doang kali ya, dasarnya memang malas hahaha. Apa saja sih ide banyak itu? Boleh ya saya bagi siapa tahu ntar saya tergerak hatinya buat jadi tulisan yang utuh.

1.       Pengalaman ikutan trip ke Bali



Tahun lalu saya untuk pertama kalinya ikutan trip traveling ke Bali. Iya, itu pengalaman berkesan karena saya pertama kalinya pula bisa ke Bali hahaha. Norak? Mungkin, karena begitu senangnya bisa ke Bali pakai uang sendiri ( suami kasih uang sakunya buat beli oleh-oleh )

2.       Review menginap di berbagai hotel

Duluu saya bisa dibilang rajin menulis review hotel. Usai staycation sama keluarga, saya menuliskan hasil pengalamannya di blog, baik di blog ini maupun di Keluarga Biru. Biasanya berapa bulan sekali saya mengagendakan staycation di hotel baik di Malang maupun kota tetangga Surabaya hehe. Secara anak-anak saya suka sekali menginap di hotel, apalagi yang ada kolam renangnya. Emak Bapaknya deh yang musti kerja keras ini hahaha

3.       Review cafe dan restoran

Saya itu orangnya hobi makan tapi takut gemuk hahhaha. Banyak cafe atau restoran yang sudah dicoba namun belum sempat menuliskan pengalamannya di blog. Di Malang banyak bermunculan cafe atau restoran baru sehingga saya sering penasaran sama menu dan rasanya.

4.       Pengalaman pertama naik pesawat Super Air Jet



Ini perlu gak sih pengalamannya saya tulis? Sebenarnya yang ingin dong, secara maskapai tersebut kan tergolong baru ya. Mana penampilan pramugarinya kece abis. Seragamnya itu lebih ke casual begitu, gak yang kaku rambutnya musti dicepol segala .

5.       Cerita perjalanan ke Banjarmasin







Pertama kali ke kota seribu sungai ini tahun 2010 dan belum semua sempat saya abadikan dalam tulisan. Tahun lalu saya berkesempatan ke sana lagi dan sampai sekarang pun belum sempat menuangkan dalam bentuk tulisan di blog. Cerita seru sore-sore main ke Kiram Park, Main ke Pantai Batakan yang ternyata airnya coklat hahaha sampai pengalaman seru ke pasar terapung.

Sebenarnya masih banyaak ide yang  bisa dituangkan jadi tulisan blog, tapi sesuai judulnya saya berasa tak banyak waktunya. Kalau lagi rajin saya sibuk mengurus rumah mulai ngepel sampai urusan cucian yang gak kelar-kelar deh. Tapi kalau lagi ingin rebahan saja, ya rasanya waktu habis buat scroll tiktok deh hahaha. Ya, pokoknya doakan dan semangatin say supaya ide-ide tulisan yang di saya ceritakan di sini bisa terwujud jadi tulisan blog yang utuh deh. Semoga.

Terima kasih sudah mau membaca cerita ngalor ngidul saya lama gak update blog kecuali karena kerjasama brand hahaha. Yuk, semangat menulis, semangat mengukir cerita bahagia dan bermanfaat untuk pembaca.

 


1 comments:

#PetualanganOreoWafer Bersama Keluarga yang Tak Terlupakan

08.33 Ivonie 0 Comments



Kehidupan sebagai seorang ibu adalah perjalanan yang penuh keunikan dan tantangan. Dalam kesibukan sehari-hari yang melibatkan merawat anak-anak, mengurus rumah tangga, dan mendukung anggota keluarga dalam kegiatan mereka masing-masing, terkadang kita cenderung melupakan pentingnya menciptakan momen kebahagiaan dalam keluarga. Namun, bagi saya, salah satu misi utama saya sebagai ibu adalah untuk selalu membangun keceriaan dan petualangan dalam keluarga, sehingga kami bisa menciptakan momen-momen menyenangkan yang akan membekas sepanjang hidup.

Ketika kesibukan mengancam untuk merenggut waktu berharga bersama keluarga, saya selalu mencoba untuk menemukan keseimbangan yang tepat. Saya percaya bahwa menciptakan keceriaan adalah kunci untuk mempererat hubungan keluarga. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa pengalaman dan prinsip yang saya terapkan dalam peran sebagai seorang ibu yang ingin menciptakan momen-momen tak terlupakan dalam keluarga:

1.       Melibatkan Semua Anggota Keluarga: Setiap anggota keluarga memiliki minat dan kecenderungan masing-masing. Sebagai ibu, saya berusaha untuk memahami apa yang membuat setiap anggota keluarga bahagia dan terlibat dalam kegiatan yang mereka nikmati. Ini bisa mencakup permainan, hobi, atau bahkan berbicara tentang mimpi dan impian mereka. Dengan cara ini, kami dapat merasakan kebahagiaan bersama dalam aktivitas yang disukai oleh setiap anggota keluarga.

2.       Petualangan Bersama: Saya selalu mencari kesempatan untuk menghadirkan elemen petualangan dalam keluarga kami. Ini bisa berupa perjalanan ke alam terbuka, berkemah, bersepeda, atau menjelajahi tempat-tempat baru. Petualangan ini bukan hanya tentang menciptakan momen kebahagiaan, tetapi juga tentang membangun kenangan yang akan membekas seumur hidup.

3.       Menjadwalkan Waktu Kualitas: Dalam kesibukan sehari-hari, waktu keluarga seringkali terabaikan. Oleh karena itu, saya dan suami selalu menjadwalkan waktu khusus untuk keluarga, di mana kami benar-benar fokus pada satu sama lain. Ini bisa menjadi waktu untuk bermain bersama, makan malam bersama, atau hanya sekadar berbicara. Waktu kualitas ini adalah saat di mana momen-momen kebahagiaan sejati diciptakan.

4.       Mendorong Kreativitas: Saya percaya bahwa kreativitas adalah kunci untuk menciptakan keceriaan dalam keluarga. Kami sering kali melakukan proyek bersama, seperti melukis, membuat kerajinan, atau bermain musik. Kreativitas ini tidak hanya menciptakan momen yang menyenangkan, tetapi juga menggali potensi anak-anak dan membantu mereka mengembangkan keterampilan baru.

5.       Menghormati Ruang Pribadi: Selain menciptakan momen bersama, saya juga sangat memahami pentingnya memberikan ruang pribadi untuk setiap anggota keluarga. Ini berarti menghormati waktu mereka untuk bersendirian, merenung, atau menjalani aktivitas yang mereka sukai. Dengan memberikan ruang pribadi, kami memungkinkan anggota keluarga untuk merasa diterima dan dihormati.

 

Dalam upaya untuk selalu membangun keceriaan dan petualangan dalam keluarga, kami belajar bahwa momen-momen kebahagiaan seringkali berasal dari hal-hal sederhana. Tidak selalu perlu perjalanan jauh atau perayaan besar-besaran. Sebaliknya, momen kebahagiaan dapat diciptakan dalam aktivitas sehari-hari, seperti bersama-sama memasak, bermain game, atau sekadar berbicara satu sama lain.

 


Sebagai ibu, saya merasa terpanggil untuk menciptakan lingkungan di mana keluarga kami merasa dicintai, dihargai, dan diberdayakan. Dengan cara ini, kami dapat terus membangun kenangan indah yang akan menghangatkan hati kami sepanjang masa. Menciptakan momen kebahagiaan dalam keluarga adalah tugas yang tak pernah selesai, tetapi setiap upaya yang kami lakukan sebanding dengan kenangan indah yang kami hasilkan.

Dalam upaya menciptakan momen menyenangkan dalam keluarga, saya ingin berbagi sebuah kolaborasi yang sangat menarik antara Petualangan Sherina 2 dan OREO Wafer. Petualangan OREO Wafer hadir sebagai sarana yang sempurna untuk meningkatkan kedekatan dalam keluarga kita. Dengan menggabungkan petualangan yang penuh kejutan dari film Petualangan Sherina 2 dan kelezatan OREO Wafer, kita memiliki kesempatan emas untuk menciptakan momen-momen tak terlupakan.

Beberapa waktu lalu, saya mendengar tentang Press Conference Petualangan OREO Wafer yang diadakan untuk mengumumkan kolaborasi ini. Para pemain film Petualangan Sherina 2 hadir dalam acara tersebut, memberikan wawasan tentang bagaimana kolaborasi ini dapat menghidupkan kembali semangat petualangan dalam keluarga. Acara tersebut sangat menginspirasi, dan saya langsung merasa terhubung dengan visi mereka untuk menciptakan momen kebahagiaan bersama keluarga.

Salah satu hal yang menarik dari Petualangan OREO Wafer adalah bagaimana produk ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan momen seru dalam keluarga. OREO Wafer memberikan rasa lezat yang bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga, dari yang muda hingga yang tua. Saya tahu betapa sulitnya mengumpulkan seluruh anggota keluarga dalam satu momen bersama, tetapi dengan OREO Wafer, kita dapat merayakan momen bersama dengan santapan lezat yang tak terlupakan.




Saya ingin mengajak Anda untuk mengikuti challenge Petualangan OREO Wafer. Challenge ini merupakan cara yang menyenangkan untuk melibatkan seluruh anggota keluarga dalam petualangan yang penuh keceriaan. Anda dapat berbagi momen kebahagiaan dengan OREO Wafer bersama keluarga Anda dan berpartisipasi dalam kompetisi seru yang diadakan. Dengan hadiah-hadiah yang menggiurkan, Anda memiliki kesempatan untuk membuat momen-momen indah dengan keluarga Anda.

Mekanisme kompetisi sangat mudah. Anda hanya perlu mengikuti petunjuk yang ada pada link berikut: https://www.instagram.com/p/CxISQpsr8Dh/ untuk mengetahui syarat dan ketentuan lengkapnya. Setelah itu, Anda bisa mulai berbagi momen kebahagiaan Anda dengan OREO Wafer dan mengikuti petualangan ini bersama keluarga Anda.

Pada akhirnya, sebagai seorang ibu yang selalu mencari cara untuk membangun keceriaan dan petualangan dalam keluarga, kolaborasi Petualangan Sherina 2 dan OREO Wafer adalah berita yang sangat menggembirakan. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk merayakan momen kebahagiaan bersama orang-orang yang kita cintai. Yuk jangan sampai ketinggalan challenge #PetualanganOreoWafer dan ciptakan momen-momen tak terlupakan bersama keluarga Anda.


0 comments:

Cara Menabung Sederhana ala Ibu Rumah Tangga

07.33 Ivonie 0 Comments

 


Sewaktu belum menikah dan bekerja mungkin urusan menabung terasa lebih mudah. Lain halnya kalau sudah menikah dan memiliki anak namun tidak lagi bekerja di luar atau kantor. Urusan menabung musti pintar-pintar mengaturnya. Walaupun ibu rumah tangga masih bisa kok menabung dari nafkah yang diberikan suami.

Atau bisa juga ibu rumah tangga yang tetap bisa bekerja dari rumah dan menghasilkan cuan. Pastinya ada banyak cara untuk menabung secara sederhananya. Biasa ibu rumah tangga dituntut bisa mengelola keuangan keluarga kalau suami menyerahkan sepenuhnya gaji yang diterima.

Walaupun dibilang sederhana, namun faktanya masih banyak yang kesulitan untuk menabung. Seringkali uang habis untuk kebutuhan sehari-hari yang makin ke sini makin meningkat saja.

Saya pribadi termasuk yang awalnya susah menabung tapi dengan tekat yang kuat, displin dan rajin bisa kok. Ada beberapa cara menabung sederhana yang sudah saya terapkan selama ini.

1.       Tentukan Skala Prioritas

Sebelum menabung, tentukan dulu uang tabungan tersebut akan digunakan untuk apa? Misal dana darurat, sudah pasti uang tabungan ini nantinya digunakan untuk kebutuhan yang tak terduga saja.

2.       Menabung dengan Celengan

Kelihatannya sederhana ya menabung dengan celengan? Tapi cara ini pun cukup efektif lho buat melatih kita rajin menabung. Saya pribadi mengajarkan pada anak-anak juga menabung dengan celengan, misal sisa uang saku atau pemberian dari saudara.

3.       Menabung di Koperasi

Karena kita mahkluk sosial, biasanya di tempat tinggal sekitar diadakan kegiatan warga yang namanya PKK, nah dalam kegiatan sosial ini terdapat wadah koperasi bagi warga yang menjadi anggota bisa menabung di koperasi PKK. Beda lagi dengan suami, di kantornya pun ada koperasi buat pegawai dan saya dan suami sepakat untuk menyisihkan penghasilan ditabung di koperasi kantornya.

4.       Menabung dengan Uang Receh

Ini baru saya lakukan di awal tahun ini, saya membeli sebuah celengan dengan nominal tertarget. Namun pecahan uang yang ditabung merupakan uang receh, misalnya 10 ribu atau 20 ribu. Target saya menabung dengan uang receh ini sebesar lima juta rupiah. Dengan cara begitu cukup efektif dan konsisten buat saya tiap bulan menabung dengan uang receh.

5.       Menabung Logam Emas

Selain menabung secara konvensional, seperti menaruh uang di celengan atau koperasi. Saya juga memilih menabung berupa logam mulia. Tren menabung emas akhir-akhir banyak jadi pilihan karena menabung emas batangan atau logam mulia nilai asetnya lebih stabil dan bila butuh uang mudah untuk dicairkan dengan cara dijual.

6.        Menabung dengan Ikut Arisan

Meski cara menabung ini masih menjadi perdebatan, namun bagi sebagian orang cara ini cukup efektif lho. Secara setiap bulan kita bakal menyisihkan uang untuk dibayarkan. Nanti bila sudah mendapat giliran arisan uang bisa diambil. Lebih enak sih kalau mendapat giliran di akhir periode, benar-benar berasa menabung deh.

Itulah beberapa cara menabung ala ibu rumah tangga seperti saya. Jadi uang nafkah atau gaji suami yang diberikan kepada kita bisa dikelola dengan baik. Begitupun kalau kita ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah dan menghasilkan cuan. Menabunglah dengan konsisten sehingga tercapai tujuan dari menabung tersebut. Tanpa adanya konsisten, cara menabung apapun tidak akan berhasil apalagi kalau banyak godaan misal agenda diskon 10.10 di eccomerce yang menggiurkan.

0 comments: